Tags

, , , , ,

Author : Mayshawolelf

Cast : Minho (SHINee), Yuri (SNSD)

Suport Cast : SHINee Member

Genre : Romance, Comedy, Family

Length : Sequel

Rating : PG-15

Huhuhuhuhu T___T akhirnya dapet ide buat FF tentang Minyul Couple :-D…

Minho POV

Cinta pertamaku adalah seorang noona dari salah satu temanku. Saat pertama bertemu kira-kira aku kelas 1 SMP, sedangkan dia kelas 3 SMP, dan kami di satu sekolah yang sama, hingga saat dia masuk SMA, dia memilih masuk ke sekolah wanita.

“Anyeonghasseyo, cheoneun Choi Minho imnida.” Sapaku kepada Yuri Noona.

“Wuahhh… ini teman barumu Key ??” Ucapnya sambil mengelus rambutku. Dia benar-benar Noona yang manis, batinku.

Yuri Noona meninggalkanku dengan Key. “Kau harus hati-hati dengan Noonaku itu, dia hanya cantik di luar, didalam dia itu seperti macan.” Ucap Key memperingatkanku.

Aku bingung apa yang Key barusan katakan. Aku mengikuti Key kekamarnya di lantai atas. Terdengar keributan di kamar keluarga.

“Noona kembalikan snackku !!!” Rengek si bungsu Taemin kepada Yuri Noona. Taemin adalah adik Key, dia 2 tahun lebih muda dari aku dan Key.

“Yaaa… apa kau tak bisa mengalah dengan noonamu yang paling cantik ini !!!” Tolak Yuri Noona.

“Noona kau itu lebih tua, seharusnya kau yang mengalah kepadaku.” Ucap Taemin yang dari tadi mencoba merebut snack dari tangan Yuri noona.

“MWOOOO ??? APA YANG BARUSAN KAU KATAKANA AKU TUA ???” Bentak yuri Noona dengan mata yang hampir jatuh, membuat Taemin menyerah.

“Kau lihat seperti itulah Noonaku, kalau dia marah dia bisa makan orang. Kkk~~”Ucap Key sambil berjalan menuju kamarnya.

Enggak kerasa sudah hampir 6 tahun berlalu, aku dan Key masih satu sekolah, persahabatan kami juga semakin dekat. Taemin juga satu sekolah dengan aku dan Key. Sedangkan Yuri Noona, dia sudah kuliah dan semakin cantik saja setiap harinya.

Hari ini aku, Jonghyun, dan Onew, harus mengerjakan tugas sekolah di rumah Key.

“Anyeonghasseyo Yuri Noona !!!” Sapaku, Jonghyun dan Onew bersamaan.

“Ne… Anyeonghasseyo !!!” Balas Yuri Noona dengan senyum malaikatnya.

Aku, Jonghyun, dan Onew, menuju kamar Key.

“Noona mu itu benar-benar canti Key, apa boeh aku mendekatinya ??? ” Ucap Jonghyun, membuatku melirik kearahnya. “Yaaaa… kenapa kau melihatku seperti itu Choi Minho ???” Tanya Jonghyun kepadaku.

“Kau saja tidak tahu seperti apa Yuri Noona yang sebenarnya.” Jawabku acuh, membuat Onew dan Jonghyun bingung.

Kami tiba di kamar Key tiba-tiba Taemin masuk.

“Wahhhh… Hyung sering-sering kalian kesini, apa kalian tahu aku itu benar-benar kesepian hidup dengan orang-orang cerewet seperti Yuri Noona dan Key Hyung.” Ucap Taemin, yang tidak sadar di belakangnya telah berdiri Hyungnya.

“Yaaakk… Kau keluar dari kamarku, disini wilayah untuk orang dewasa !!!” Perintah kepada Taemin.

“Aku juga sudah dewasa Hyung.” Ucap Taemin sambil pergi meninggalkan kamar Hyungnya, dengan muka masam.

Key membagikan minuman yang dari tadi dia bawa.

“Kyaaaa… Punyaku ???” Tanyaku yang tidak di beri minuman.

“Kau sudah berapa tahun keluar masuk rumahku ???” Ucap Key dengan nada sinis “Ambil sendiri sana !!!” Perintah Key.

“Dasar kau !!!” Gumamku. Aku berjalan keluar kamar Key dan menuju dapur. Aku meliwati ruang keluarga, dimana Taemin sedang konsentrasi menonton TV. Aku menuruni tangga ke dapur dilantai bawah, kulihat seorang yeoja, menggunakan t-shirt putih, dengan celana jeans diatas lutut, sedang minum di depan kulkas. Yupsss… siapa lagi dia adalah Yuri Noona. Dia benar-benar seksi, batinku berpikir yadong.

“Yaaaa… Choi Minho apa yang sedang kau lakukan disana ???” Ucap Yuri Noona, membuyarkan lamunanku.

“A…anio, aku mau ambil minum.”Jawabku, sambil mendekat ke kulkas, yang berada didepan Yuri Noona. “Permisii…” Ucapku mengambil minuman di kulakas, dimana Yuri Noona, masih berada didepannya.

“Aigoooo… Uri Minho-ya, sekarang sudah dewasa.” Ucap Yuri Noona, sambil mengacak rambutku. “Lihat kau sekarng benar-benar tinggi, perasaan baru kemarin kau masih sepundakku.” Tambahnya.

Aku memegang tangan Yuri Noona yang dari tadi mengacak rambutku. “Noona, kau pikir aku Choi Minho yang 5 tahu lalu ???” Tanyaku membuat Yuri Noona terkejut.

“Ne… Kau, Key, dan Taemin, akan selalu menjadi Dongsaengku yang paling imutt.” Jawab Yuri Noona, membuatku kesal.

Aku menempelkan tubuh Yuri Noona ke kulkas. “Apa benar aku masih seimut 5 tahun lalu, kalau seperti ini ???” Tanyaku sambil mengecup lembut bibir Yuri Noona.

Yuri Noona terlihat tidak percaya dengan apa yang barusakan aku lakukan kepadanya. “Mianhe Noona, sekarang aku adalah Choi Minho yang nakal.” Ucapku sambil meninggalkan Yuri Noona, yang masih shock.

“Yaaakkk …CHOI MINHO… Apa yang barusan kau lakukan !!!” Teriak Yuri Noona, yang terdengar sampai lantai atas.

Aku hanya tersenyum, mendengar teriakan Yuri Noona. “Ada apa hyung ???” Teriak  Taemin dari ruang keluarga.

“Anio… bukan apa-apa teruskan saja nonton TV.” Jawabku membuat Taemin kembali meneruskan aktivitasnya.

Aku masuk kekamar Key dengan wajah sumringah, “Kenapa denganmu Minho, dan kenapa Yuri Noona berteriak sampai terdengar dari kamarku ???” Tanya Key dengan wajah curiga.

“Anio…” Ucapku santai. Satu jam kemudian, tugas kami selesai, Jonghyun dan Onew pulang duluan, sedangkan aku masih ada urusan dengan seseorang, dirumah Key.

“Bolehkah aku menginap ???” Pintaku kepada Key.

“Ne… Lagipula besok hari minggu.” Jawab Key membuatku senang.

Key kekamarnya, sedangkan aku memilih untuk bermain PS dengan Taemin.

“Andai aku punya Hyung seperti kau Hyung, pasti aku tidak kesepian.” Ucap Taemin sambil konsentrasi dengan game kami.

“Memang kenapa deng Key ???” Tanyaku.

“Kau tahu sendiri Key Hyung itu lebih feminim dari Yuri Noona.” Jawab Taemin membuatku tertawa. “Hyung aku sangat setuju kalau kau dengan Yuri Noona.” Ucap Taemin melirik jail kepadaku.

“Maksudmu ???” Tanyaku bingung.

“Yachhhh… kau jangan pura-pura tudak tahu Hyung. Aku lihat apa tadi kau lakukan didapur dengn Yuri Noona.” Jawab Taemin membuatku terkejut. “GOOLLL….” Teriak Taemin karena berhasil memasukkan bola ke gawangku.

“Apa kau merestuiku kalau seandainya aku dan Yuri Noona pacaran ???” Tanyaku kepada Taemin. Kulihat Taemin menganggukan kepalanya. Tiba-tiba Yuri Noona datang.

“Yaaakkk… aku mau nonton TV !!!” Ucap Yuri Noona, yang duduk di samping Taemin.

Aku memberi tanda kepada Taemin, untuk membiarkan aku dan Yuri Noona berdua.

“Ne Arasso Hyunggg….” Ucap Taemin meninggalkanku dengan Yuri Noona.

Sekarang tinggal aku da Yuri Noona, Yuri Noon amenyalakan TV, beberapa menit suasana benar-benar canggung. “Kenapa kau tidak pulang ???” Tanya Yuri Noona memecah keheningan.

“Wae ??? Bukannya Noona sering bilang kalau aku boleh menginap disini kapanpun aku mau.”Jawabku dengan senyum evil.

“Kapan aku bilang pernah bilang seperti itu ???” Tanya Yuri Noona, yang pura-pura lupa.

“Setiap aku kesini Yuri Noona selalu bilang kalau aku boleh menginap disini kapan saja.” Jawabku, membuat Yuri Noona kesal.

Yuri POV

Wae ??? Bukannya Noona sering bilang kalau aku boleh menginap disini kapanpun aku mau.”Jawab Minho membuatku bingung.

“Kapan aku bilang pernah bilang seperti itu ???” Tanyaku, yang pura-pura lupa.

“Setiap aku kesini Yuri Noona selalu bilang kalau aku boleh menginap disini kapan saja.” Jawab Minho, membuatku kesal.

Entah kenapa namja yang lebih muda 2 tahun dariku ini, mulai berubah. Dari pertama aku mengenalnya 5 tahun lalu, dia adalah anak bermata besar yang benar-benar menggemaskan, tapi mnengingat apa yang tadi dilakukan Choi Minho kepadaku benar-benar merubah pandanganku.

“Kenapa noona diam saja ???” Tanya Minho membuyarkan lamunanku.

“Tentang tadi kejadian di dapur, kau hanya bercandakan ???” Tanyaku sedikit takut.

Tiba-tiba Minho menggeser duduknya lebih dekat denganku. Kenapa tiba-tiba jantungku berdetak lebih kencang, batinku.

“Anio… bagaimana Noona bilang hal seperti itu hanya bercanda ?? asal Noona tahu itu adalah ciuman pertamku. Dan aku kusus mempersembahkan kepada Noona.” Terang Minho membuatku terkejut. Apa sih yang dipikirkan namja ini ??? batinku.

“Kau tahukan kalau aku itu menganggapmu seperti Key dan Taemin. Dan aku akan selalu menganggapmu seperti dongsaeng kecilku.” Ucapku meyakinkan Minho.

“Yaahhh… itu terserah Noona, tapi jangan salahkan aku jika aku tidak akan menyerah untuk membuat Noona jantuh cinta kepadaku.” Ucap Minho sambil meningglakanku yang shock dengan apa yang barusan Minho katakan.

Aku masih duduk didepan TV, dan masih memikirkan perkataan Minho. Apa sih yang di pikirkan anak itu ??? bagaimana dia bisa menyukaiku, argghhh… molla, kuharap jejadian hari ini hanya mimpi, batinku.

Esoknya…

Aku terbangun dari mimpi burukku. “Kuharap semua yang terjadi kemarin hanya mimpi !!” Gumamku.

Aku keluar dari kamarku. Ku lirik kamar kedua dongsaengku, mereka masih tidur, maklum hari ini hari minggu, sedangkan Omma dan Appaku selalu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Aku berjalan menuruni lantai, menuju dapur. Kulihat seorang namja, bertubuh tinggi sedang mengambil minum didalam kulkas. Yupsss… dia adalah Choi Minho, dia adalah sahabat dekat Key, dan sudah kuanggap sebagai Dongsaengku.

“Noona kau sudah bangun ???” Tanya Minho sambil tersenyum, seperti tidak ada apa-apa. “Kau mau kubuatkan sarapan ???” Tambahnya.

Sepertinya kejadian kemarin hanya mimpi, batinku. Aku duduk di kursi sambil melihat punggung Minho yang sedang membuat sesuatu. Arggghhh… namja didepanku ini membuatku bingung, kemarin dia menciumku, tapi kenapa sikapnya biasa-biasa saja. Arghh… mungkin kemarin hanya mimpiku saja, Batinku.

“Tadaaa…” Ucap Minho membuyarkan lamunanku.

“Yaaa… hanya ini ??? kukira kau akan membuat makana yang enak, ternyata…” Ucapku sambil melihat mie ramyun yang dibuat Minho.

“Ya sudah kalau Noona tidak mau.” Ucap Minho mengambil mie ramyun yang ada didepanku.

“Yaaaa… siapa bilang aku tidak mau ???” Bantahku. Aku mengambil kembali mie ramyun yang dibuat Minho.

Aku memakan dengan lahap ramyun yang dibuat Minho. Entah kenapa namja itu dari tadi melihatku dengan tersenyum. “Yaaaa… kenapa kau melihatku seperti itu ???” Tanyaku dengan mulut penuh ramyun.

“Anioo… kau benar-benar cantik Noona !!!” Jawab Minho, membuatku tersedak. “Tidak salah aku menyukai seorang yeoja sepertimu.” Tambahnya.

Sepertinya kemarin bukan mimpi, batinku. Aku menelan ramyun yang ada dimulutku. “Mianhe Minho-ya kau itu sudahku anggap seperti Dongsaengku sendiri, jadi aku tidak bisa menerima pernyataan cintamu.” Ucapku.

Minho hanya diam saja melihatku. Apa yang namja ini pikirkan, batinku. aku menghabiskan Ramyun terakhirku, dan bergegas meninggalkan Minho. Tiba-tiba tangan Minho memegang tanganku.

“Changkaman… siapa bilang ramyun yang aku buat ini gratis ??? Noona harus membayarnya !!!” Ucap Minho membuatku bingung.

Aku belum sempat berbicara tiba-tiba, kurasakan sesuatu menyentuh bibirku. Terang saja Minho menciumku, aku mencoba melepaskan ciuman Minho, tatapi Namja itu memeluk tubuhku dengan erat, dan mendorong kepalaku, membuat bibirku semakin menempel dengan Minho. aku tidak bisa berontak.

“Huaaaammmm… ada apasih pagi2 sudah membuat keributan ???” Ucap Taemin yang masih setengah tidur. “Omo…!!!” Teriak Taemin dengan mata terbelalak, kerena melihat apa yang dilakukan Minho kepadaku. Kuharap taemin membantuku, batinku. “Aigoooo… sepertinya udara pagi ini begitu segar, cocok buat olahraga.” Ucap Taemin, berlalu meninggalkanku dengan Minho. Dongsaeng menyebalkan, batinku.

Minho melepaskan bibirnya dari bibirku, tetapi tanganya masih melingkar di pundak dan pinggangku. “Gomawo Noona, untuk morning kissnya.” Ucap Miho sambil melepas pelukannya.

Plakkkkk… aku tidak bisa menahan amarahku  dan menampar pipi Minho. “Kau benar-benar Choi Minho !!!” ucapku. Minho hanya diam saja, dengan muka inconectnya.

Author POV

“Huaaammmm… Apa yang sedang kalian lakukan di dapur ???” Tanya Key yang baru bangun tidur.

“Wuahhhh… diluar dingi sekali !!!” Ucap Taemin yang menggigil. Terang saja inikan musim dingin. “Wuahhhh sudah selesai ya ???” Tanya Taemin kepada Minho.

“Kyaaaa… ada sesuatu yang harus kita selesaikan !!!!” Ucap Yuri sambil menjewer kuping Taemin.

Yuri mengajak Taemin ke lantai atas. “Noona mianhe !!!” Rengek Taemin meronta kesakitan, karena dijewer Yuri.

“Kau tega ya, melihat Noonamu diperlakukan seperti tadi ???” Tanya Taemin yang masih menjewer kuping Taemin.

“Untuk apa aku kawatir, yang melakukan hal itu kepadamu adalah Minho Hyungkan. Namja yang sudah aku kenal hampir 5 tahun.” Jawab Taemin dengan muka inconnectnya.

“Kau itu benar-benar !!!” Ucap Yuri melepaskan jewerannya dari telinga Taemin.

Di dapur !!!

“Ada apa sih ??? kenapa pagi-pagi begini mereka berdua sudah ribut ???” Tanya Key bingung.

“Molla…” Ucap Minho bohong.

“Mumpung libur bagaimana kalau kita jalan-jalan ke taman hiburan ???” Ajak Key kepada Minho.

“Ide yang bagus, ajak sekalian Taemin dan Yuri Noona !!!” Pinta Minho.

….

“Wuahhhh… sudah lama kita tidak ke taman hiburan, kira sejak Yuri Noona masuk Universitas.” Ucap Taemin senang.

“Huffftttt… sepertinya aku akan menjadi baby siter lagi !!” Ucap Yuri, yang terpaksa ikut. Karena takut dirumah sendirian.

Mereka tiba di taman bermain…

“Wuaaaahhhh… Hyung ayo kita naik itu, lalu itu, dan itu, pokoknya semuanya !!!” Rengek Taemin kepada Key.

“Ne Taemin-ah…” Jawab Key kepada dongsaengnya.

“Aku tidak mau, kalian main saja sendiri !!!” Ucap Yuri sambil meninggalkan Key. Taemin, dan Minho.

“Mungkin sebaiknya aku menemani Yuri Noona.” Tawar Minho, bergegas mengejar Yuri.

“Yaaa… Choi Minho !!!” Teriak Key.

“Ayolah Hyung…” Rengek Taemin kepada Key.

Key dan Taemin pergi untuk bermain, sedangkan Minho dan Yuri ….

“Noona changkamanyo !!!” Pinta Minho yang dari tadi mengikuti Yuri.

“Kenapa kau tidak bermain dengan Key dan Taemin ???” Tanya Yuri.

Akhirnya Minho berhasil menghentikan langkah Yuri. “Apa Noona lupa, aku bukan anak-anak lagi ?? aku sudah dewasa.” Ucap Minho yang berada di depan Yuri.

Yuri tiba-tiba teringat kejadian semalam dengan Minho. “Oke… kalau kau bukan anak-anak lagi sekarang ayo ikut akut aku !!!!” Ajak Yuri kepada Minho.

Minho menerima ajakan Yuri. Hingga mereka tiba di suatu tempat. Itu adalah sebual Club, yang berada tidak jauh dari taman hiburan. Di depan pintu masuk Club itu beridi 2 penjaga. “Apa kalian tidak ingin melihat kartu identitas anak ini ???” Tanya Yuri kepada kedua penjaga itu.

“Untuk apa ??? apa dia terlihat seorang anak dibawah umur ??” Tanya penjaga itu, setelah mengamati Minho yang bertubuh tinggi.

Yuri benar-benar tidak mengerti, Minho masuk ke Club itu, dan Yuri mengikuti dari belakang. Yuri mengamati Minho dari belakang. Sepertinya Choi Minho, benar-benar sudah berubah, saat pertama kali bertemu tingginya masih sepundakku, sekarang dia benar-benar menjadi namja, Batin Yuri.

Minho dan Yuri duduk di sebuah sofa, seorang pelayan datang dan bertanya kepada mereka apa yang ingin mereka pesan. Yuri, memesan sebuah bir karena suasana club sangat bising Minho dengan santainya memesan sama seperti yang Yuri pesan.

“Kau bisa minum ???” Teriak Yuri kepada Minho.

“Ne…” Jawab Minho yang sebenarnya tidak mendengar apa yang Yuri katakana di tengah alunan musik yang cukup keras.

Yuri melihat seseorang yang dikenalnya sedang menari ria bersama beberapa orang. Yuri meninggalkan Minho dan menghampiri temanya.

Saat Yuri sedang menari ria, ponselnya didalam tas bergetar. Minho melihat tulisan ~KiBum di ponsel Yuri, dan segera menutup telefonnya. Minho mengirim pesan menggunakan ponsel Yuri

To ~KiBum

            Aku ada urusan sebentar dengan seseorang. Dan Minho mengantarku !!!

Setelah beberapa menit berlalu minuman yang di pesan Minho datang. “Ghamsahamnida !!!” Ucap Minho kepada pelayan.

Mata Minho mencoba mencari sosok Yuri di dalam kerumunan orang yang menari mengikuti alunan musik. Minho menemukan Yuri tersenyum manis kepada seorang namja.

Minho POV

Dari tadi mataku mencari sosok Yuri Noona, dan setelah beberapa menit mencari akhirnya kau mengakap sosok Yuri Noona dengan seorang Namja. Entah kenapa aku merasa kesal melihat Yuri Noona tersenyum semanis itu terhadap namja yang berada didepanya. Aku menenangkan diriku, dengan meminum, minuman yang tadi aku pesan. Entah kenapa setelah meminum minuman itu, kepalaku menjadi pusing.  Aku mulai kehilanagna kendali, dan menghampiri Yuri Noona.

“Noona ayo kita pulang !!!” Ucapku sambil menarik tangan Yuri Noona keluar dari club itu.

“Apa-apaan sih kau lakukan Choi Minho !!!?” Teriak Yuri Noona kepadaku. “Changkaman… apa kau mabuk ???” Tanya Yuri Noona kepadaku.

“Anio… Aku tida mabuk !!!” Jawabku, menahan kepalaku yang pusing dan aku hampir jatuh. Tetapi dengan sigap Yuri Noona menangkapku.

“Lihat dirimu !!! Bagaimana bisa kau bilang kau tidak mabuk ??? aku kira kau benar-benar sudah dewasa, minum sedikit saja kau sudah mabuk !!!” Ucap Yuri Noona membuatku kesal.

Aku menarik tangan Yuri Noona dan mengajaknya kesebuah taman yang sepi. “Yaaa… Choi Miho…” Teriak Yuri Noona kepadaku.

Aku melempar tubuh Yuri Noona ke pohon didekatku. “Yuri-ya !!!!” Panggilku dengan balmal.

“Mwo ??? Apa yang baru kau katakana ??” Tanya Yuri Noona, terkejut.

“Mulai sekarang aku tidak akan memanggilmu dengan embel2 Noona, Arasooo !!!” Bentakku kepada Yuri.

“Kau ini, benar-benar Choi Minho !!!” Ucap Yuri, sambil mendorong tubuhku.

Yuri mendorong tubuhku, tetapi aku mendorong kembali tubuhnya kepohon. Dan mendekatkan tubuhku ke tubuhnya. Sepertinya ku benar-benar mabuk, batiku. Aku mulai tidak bisa mengontro pikiranku. Ku pandangi wajah Yuri lekat-lekat.

“Apa yang kau lihat Choi Minho ???” Tanya Yuri. Aku mendekatkan wajaku ke wajahnya. “Yaaaa… kau mau a…” Ucapanya terputus, karena kubungkam mulutnya dengan bibirku. Beberapa kali Yuri mencoba mendorong tubuhku, tetapi gagal. Aku merasa benar2 senang, tiba-tiba kurasakan sesuatu yang basah di pipiku. Ku lepasakan ciumanku dari Yuri, kulihat Yuri menangis.

“Mianhe Yuri-ya…” Ucapku sambil menghapus air mata Yuri.

“Yaaaa… Kau benar-benar  Choi Minho…” Teriak Yuri, Aku memeluk Yuri, untuk menenangkannya. Entah kenapa kepalaku terasa sakit, dan mataku mulai berkunang-kunang.

….

Aku membuka mataku, kurasakan kepalaku sangat sakit. Kulihat Taemin sedang mengamatiku. “Dimana ini ???” Tanyaku kepada Taemin .

“Di kamar Key Hyung.” Jawab Taemin. “Sepertinya kau sudah baikan Hyung.” Tambah Taemin.

Terdengar suara rebut dari luar kamar Key. Tiba-tiba Key masuk dengan muka marah.

__TBC__

>>THANKS FOR READING AND DON’T BE SILENT READER<<