Tags

, , ,

Author : MayShawolElf

Cast : Kyuhyun (Super Junior), Sooyoung (SNSD)

Suport Cast : Eunhyun (Super Junior), Donghae (Super Junior)

Genre : Romance, Comedy, Family, Parental Guidance, Married Life

Length : Sequel, Stand Alone

Rating : NC-21

Aissshhhh… mian lama update, coz lagi mempertimbangkan buat FF NC yang gag menjijikan tapi yang romantic (bahasa lho thor) ditambah lagi jarang internetan #curcol makanya gag aku protect, takut gag bisa kasih PW ke semuanya. Gag usah kebanyakan basa-basi, langsung aja… ingat ini FF NC-21, buat yang blom ngrasa dewasa langsung out aja (kejam lho thor), yang udah ngerti mana yang bener n salah/dah ngerasa dewasa langsung sikat aja (?)…

Author POV

“Sooyoung-ah… palliiii…” Teriak Kyuhyun di depan pintu apartemen. “Lama sekali yeoja itu.” Gumam Kyuhyun.

“Aigoooo… kau ini tidak sabaran sekali Cho Kyuhyun.” Ucap Eunhyuk sambil mengedipkan matanya.

“Kyaaa… kau Lee Hyukjae, jangan sampai saat kau mabuk, kau datang keapartemenku. Menggangu saja.” Ucap Kyuhyun, yang masih marah kepada Eunhyuk karena kejadian semalam (Baca Part 1).

“Ne… Mianhe, jeongmal mianhe.” Ucap Eunhyuk.

“Sooyoung-ah… palliiii !!!!” Teriak Kyuhyun lagi.

“Pesawat kalian akan berangkat setengah jam lagi, tapi kenapa Sooyoung masih menyiapkan apa yang akan kalian bawa.” Tanya Donghae, yang dari tadi menemani Kyuhyun.

“Tadi pagi aku lupa dimana menaruh PSPku. Jadi kukira Sooyoung memasukkanya kedalam koper, dan terjadilah … ” Ucap Kyuhyun tanpa dosa.

“Yaaaa…yaaaa…Choi Soo…” Ucap Kyuhyun terputus melihat istrinya di depan pintu dengan wajah marahnya.

“Arggghhhh… kau ini cerewet sekali !!! Siapa suruh kau tadi mengeluarkan semua isi koper yang sudah aku tata rapi kemarin.” Teriak Sooyoung, sambil keuar dari aprtemen. Diikuti
kedua Onninya Ahra dan Soojin.

“Benar… kau itu, jika kami tidak datang, siapa yang akan membantu kalian.” Ucap Soojin Onni, memberikan koper dan tas kepada Eunhyuk dan Donghae.

“Aigooo… noona…” Teriak Eunhyuk terkejut karena harus membawa koper Kyyuhyun dan Sooyoung.

“Untuk apa kalian kesini ???” Tanya Ahra Onni, kepada Eunhyuk dan Donghae yang meneluh karena harus membawa koper dan tas.

“Argghhh… kalian berisikk. Lagi pula siapa yang butuh bantuan kalian.” Ucap Kyuhyun.

Di pesawat…

“Argghhhh… mereka semua itu benar-benar pengganggu.” Gumam Kyuhyun

“Kau jangan berisik, aku mau tidur.” Ucap Sooyoung yang semalaman tidak bisa tidur gara-gara Eunhyuk .

Kyuhyun melirik Sooyoung “Dasar yeoja ini, selain tukang makan juga tukang tidur.” Gumam Kyuhyun sambil mengeluarkan PSPnya.

Beberapa menit kemudian, entah kenapa Kyuhyun mulai bosan bermain PSP. Sedangkan Sooyoung, sepertinya sudah dialam mimpi. Seperti biasa Kyuhyun sangat senang memandangi istrinya ketika tidur.

“Kenapa kau manis sekali saat tidur Choi Sooyoung. benar-benar menggoda.” Batin Kyuhyun, sambil tersenyum evil. Kyuhyun melirik bibir manis Sooyoung, dia mendekatkan wajahnya ke wajah Sooyoung, dan Chu~~ bibir mereka bersentuhan. Kyuhyun menjauhkan wajahnya dari Sooyoung. “Sepertinya aku harus menahan diriku.” Gumam Kyuhyun.

Setelah beberapa jam perjalanan dipesawat, akhirnya mereka tiba. Kyuhyun dan Sooyoung langsung menuju hotel. Setibanya di hotel…

“Argggg…. Aku ngantuk sekali…” Ucap Sooyoung, sambil meleparkan tubuhnya di kasur.

“Yaaaa… Choi Sooyoung bantu aku !!” Teriak Kyuhyun yang membawa koper dan tas, masuk kekamar mereka.

“Shiroooo… kau tidak lihat aku sangat lelah.” Keluh Sooyoung yang berbaring di tempat tidur.

Sooyoung terkejut karena Kyuhyun tiba-tiba berbaring disampingnya. “Bukanya selama di pesawat kau itu tidur.” Ucap Kyuhyun, dengan wajah yang sangat dekat dengan wajah Sooyoung.
Sooyoung mencoba bangun, tapi tangan Kyuhyun dengan cepat menarik tubuh Sooyoung.
“Mau kemana ???” Tanya Kyuhyun yang entah kenapa wajahnya menjadi serius.

“A… aku mau mandi.” Jawab Sooyoung, mencoba bangun dari tempat tidur.
Kyuhyun membiarkan Sooyoung bangun, dan dengan segera Sooyoung masuk kekamar mandi.

Sooyoung POV

Akhirnya kami tiba di hotel. Setelah beberapa jam di pesawat, aku benar-benar lelah. Ku tinggalkan Kyuhyun didepan kamar hotel dengan beberapa koper dan tas. Aku masuk ke kamar hotel kulihat tempat tidur berukan king size menanantiku. “Argggg…. Aku ngantuk sekali…” Kulemparkan tubuhku tempat tidur “Argghhh… ini namanya surga.” Gumamku.

“Yaaaa… Choi Sooyoung bantu aku !!” Teriak Kyuhyun yang membawa koper dan tas, masuk kekamar.

“Shiroooo… kau tidak lihat aku sangat lelah.” Keluhku yang berbaring di tempat tidur.
Aku terkejut karena Kyuhyun tiba-tiba berbaring disampingku. “Bukanya selama di pesawat kau itu tidur.” Ucap Kyuhyun, dengan wajah yang sangat dekat dengan wajahku.
Aku mencoba bangun, tapi tangan Kyuhyun dengan cepat menarik tubuhku.

“Mau kemana ???” Tanya Kyuhyun yang entah kenapa wajahnya menjadi serius.

Aku baru sadar, setiap wajah Kyuhyun berubah menjadi serius biasanya dia ingin melakukan itu (?) “A… aku mau mandi.” Jawabku, mencoba bangun dari tempat tidur.

Kyuhyun melepaskan tangannya dan dengan segera aku masuk kekamar mandi. “Huftttt… untung saja aku selamat.” Gumamku, aku membersihkan tubuhku, dengan berendam di bathtub. “Pantas, hotel ini hotel berbintang 5.” Ucapku.

Hampir satu jam aku berendam tiba-tiba. “Yaaaa… Choi Sooyoung apa yang kau lakukan dikamar mandi begitu lama ???” Teriak Kyuhyun di balik pintu kamar mandi membuatku terkejut.

“Arggghhh… namja itu.” Ucapku, aku berdiri dari bathtub.

“Yaaa… pallliiii… perutku sudah tidak bisa diajak kompromi.” Teriak Kyuhyun membuatku terkejut dan menjatuhkan pakaianku didalam bathub
“Ommoo…” Ucapku melihat bajuku basah.

Dengan terpaksa aku membuka pintu kamar mandi dengan tubuh di balut handuk. Di depan pintu kamar mandi, Kyuhyun melihat aneh kepadaku, yang hanya memakai sehelai handuk ditubuhku.

“Mwo ???” Tanyaku kepada Kyuhyun.

“Paliiii… perutku sudah tidak bisa diajak kompromi.” Jawab Kyuhyun, mendorongku pelan keluar kamar mandi.

“Cihhhh… namja itu, untung saja perutnya sedang bermasalah kalau tidak dia bisa berfikir macam-macam, melihatku hanya memakai sehelai handuk.” Gumamku sambil membuka koper.

Entah kenapa isi koperku tidak seperti isi koper milikku. Tapi benda-benda didalam koper itu melikku. Hanya saja kenapa semua hanya pakain dalam ????? kemana baju, dan celananya ??? Argggghhh… Onni…

Flashback…

“Kenapa kau belum siap-siap, pesawat kalian akan berangkat satu jam lagi.” Tanya Soojin Onni kepadaku.

“Kenapa semua isi kopermu berangtakan ???” Tanya Ahra Onni.

“Ini semua ulah Cho Kyuhyun.” Jawabku, menahan marah. “Dia mencari PSPnya, dan membongkar semua isi koper.” Terangku.

“Aigooo… anak itu, benar-benar. Biar aku dan Onnimu yang merapikan kopermu, kau siap-siap saja sana.” Ucap Ahra Onni kepadaku.

Flashback End…

“Arggghhh… mereka berdua benar-benar menyebalkan !!!” Gumamku, sambil mencari-cari, mungkin saja ada pakaian yang bisa aku pakai.

Aku berhenti mencari, semua isi koper sudah aku keluarkan, dan tidak ada satu pakaian, pakaian Kyuhyunpun juga tidak ada. Aku duduk di tepi tempat tidur, sambil menahan amarah.

“Onni awas kau saat aku kembali ke Seoul.” Ucapku.

Kyuhyun POV

Aku menanti Sooyoung. Hampir satu jam yeoja itu di dikamar mandi. Tiba-tiba…

“Aigoooo…” Ucapku sambil memegang perutku.

Aku berdiri dan mengetuk pintu kamarmadi. “Yaaaa… Choi Sooyoung apa yang kau lakukan dikamar mandi begitu lama ???” Teriakku, tapi sooyoung tidak menjawab. “Yaaa… pallliiii… perutku sudah tidak bisa diajak kompromi.” Tambahku, aku menahan sesuatu yang sepertinya akan keluar. Yeoja ini lama sekali, aku mengetuk pintu kamarmandi, tetapi sebelum ku ketuk, yeoja itu membuka pintu. Kulihat Sooyoung hanya memakai sehelai handuk untuk menutupi tubuhnya, membuatku tidak bisa melepaskan pandanganku dari tubuh Sooyoung.

“Mwo ???” Tanya Sooyoung membuatku ingat kalau perutku sedang bermasalah.

“Paliiii… perutku sudah tidak bisa diajak kompromi.” Ucapku mendorong Sooyoung pelan keluar kamar mandi.

Arggghhh… kenapa di situasi seperti ini selalu saja ada masalah, batinku sambil duduk di toilet.

Entah kenapa bayangan Sooyoung yang hanya memakai sehelai handuk untuk menutpi tubuhnya, tidak bisa menghilang dari otaku. Kaki jenjangnya, tubuh mungilnya, leher jenjangjanya, rambut basahnya, membuatku merinding dan kulihat juniorku berdiri.

“Aishhh… membayangkanya saja membuatku seperti ini.” Ucapku sambil menyelesaikan masalah perutku. Kulihat di tempat mengeringkan handuk, ada pakaian Sooyoung, tetapi basah. “Jadi ini alasanya hanya memakai handuk didepanku.” Gumamku.

Selama 10menit aku dikamarmandi. Entah kenapa perutku sakit sekali, padalah aku tidak makan masakan Sooyoung. Aku keluar kamar mandi, kulihat seorang yeoja yang memakai handuk untuk menutipi tubuhnya duduk di tepi tempat tidur. Apa itu Sooyoung ??? Apa aku hanya berhayal saja, batinku.

“Sooyoung-ah !!!” Panggilku, tetapi yeoja itu tidak menjawab. “Yaaaa… Choi Sooyoung.” Panggilku sambil mendekati yeoja itu.

“Choi Soo…” Kata-kataku terputus, melihat wajah marah Sooyoung.

Aku berlutut di depan Sooyuong. “Wae ??? kenapa wajahmu seperti itu ??? apa aku melakukan kesalahan lagi ???” Tanyaku.

“Ini semua salahmu Cho Kyuhyun.” Ucap Sooyoung sambil menunjuk kearah koper yang entah kenapa isinya pakaian dalam semua.

Kulihat isi koper kami, sudah berserakan. “Ige Mboya ??” Tanyaku sambil mengangkat bra Sooyoung.

“Kyaaa… Cho Kyuhyun…” Teriak Sooyoung .

Aigoooo… ini lucu sekali, kau seharusnya memakainya.” Ucapku evil.

“Kembalikan Cho Kyuhyun.” Teriak Sooyoung, sambil mencoba merebut bra ditanganku.
Sooyoung berlari ke arahku, tiba-tiba dia terpeleset dan tubuhnya jatuh kearahku, membuatku terjatuh pula.

Tubuh Sooyoung berada diatas tubuhku, dan Sooyoung mencoba berdiri. Aku melingkarkan tanganku ke pinggang Sooyoung.

“Kyaaaa… Cho Kyuhyun lepaskan aku…” Teriak Sooyoung, mencoba melepaskan diri.

“Shirooo…” Tolakku dengan evil smile.

Duakkk…. Lagi-lagi Sooyoung menghantam kepalaku dengan kepalanya, dengan reflek tanganku langsung memegang dahiku, membuat Sooyoung lepas dari pelukanku.

“Kyaaaa… kalau kau macam-macam lagi denganku, aku tidak akan segan menggunakan kekerasa.” Ucap Sooyoun. “Dan belikan aku pakaian !!!” Tambah Sooyoung.

Aku berdiri dari lantai, dan memegang dahiku yang masih sakit. “Shirooo… kau tidak usah malu kepadaku, kitakan sudah suami istri.” Godaku kepada Sooyoung.

Sooyoung terlihat kesal, dia mengembungkan pipi chubinya, dan berjalan ke tempat tidur.

“Kau jangan macam-macam denganku !!! dan jangan sampai kau mendekat ke tempat tidur. ” Periantah Sooyoung sambil berbaring di tempat tidur, dan menutupi tubuhnya dengan selimut.

“Lihat saja, kalau pakaianku sudah kering.” Ucap Sooyoung, mengingatkanku dengan pakaian basah Sooyoung dikamar mandi. Entah kenapa muncul rencana kotorku.

Hari sudah sore ku lihat Sooyoung sudah masih tertidur dengan pulas. Sepertinya ini waktu yang tepat untuk menjalankan rencanaku. Aku berjalan kekamar mandi, kulihat pakaian Sooyoung mulai kering. Kuambil pakaian itu, dan kusembunyikan pakain itu.

Tok… Tok… suara ketukan pintu. “Sepertinya pesananku sudah datang.” Ucapku. Aku membuka pintu kamar hotel, seorang pelayan hotel datang membawa makan malam yang sudah kupesan.

Sooyoung masih saja berada didalam mimpinya. Aku duduk di pinggir tempat tidur. “Sooyoung-ah… apa kau tidak laparrr ???” Bisikku di telinga Sooyoung, membut Sooyoung langsung terbangun.

“Kyaaaa… bukannya sudah ku bilang jangan sampai kau mendekat ketempat tidur !!” Ucap Sooyoung sambil mengintip ke dalam selimutnya.

“Aku hanya ingin bertanya apa kau tidak lapar ??? aku sudah memesankan makan malam.” Terangku menunjuk makan malam.

“Ne… berdiri kau !!!” Perintah Sooyoung.
Aku berdiri dari tempat tidur, kulihat Sooyoung sibuk dengan selimutnya. Dia berjalan ke kamar mandi dengan selimut menutupi tubuhnya. “Kyeopta…” Gumamku melihat tingkah laku Sooyoung.

Aku duduk di tempat tidur dan bermain dengan PSPku. Tiba-tiba…

“Kyaaaa… Cho Kyuhyun apa kau yang menyembunyikan pakaianku.” Teriak Sooyoung dari kamar mandi.

Aku tersenyum evil. “Aku tidak tahu dimana kau meletakkan pakaianmu.” Jawabku.
Tidak lama kemudian Sooyoung keluar kamar mandi dengan selimut membalut tubuhnya. Sooyoung berjalan menuju meja makan. Aku menyusulnya kemeja makan, dan kulihat wajah cemberut Sooyoung. “Besok aku akan membelikan pakaian untukmu, jadi jangan cemberut terus, dan makan yang banyak.” Ucapku menghibur Sooyoung.

Seperti biasa Sooyoung makan seperti orang kelaparan. Tidak salah aku memesan makanan dengan porsi yang cukup banyak.

“Kyaaaa… Cho Kyuhyun kau benar-benar tidak menyembunyikan pakaiankukan ???” Tanya Sooyoung, ditengah-tengah makan malam kami.

Aku terkejut dengan pertanyaan Sooyoung “Mollaaa… memang dimana kau meletakkanya ??.” Jawabku.

Sooyoung memakan makan malamnya kembali, dia benar-benar manis dengan muka kesalnya, dan selimut yang masih menutup tubuhnya.

Setelah kami selesai makan malam, aku akan melakukan rencanaku. Aku berlari ke tempat tidur dan melemparkan tubuhku ke tempat tidur.

“Kyaaaa… apa yang kau lakukan di tempat tidurku Cho Kyuhyun ???” Teriak Sooyoung, yang susah berjalan dengan selimut tebal menutupi tubuhnya.

“Wae ??? apa kau tega membiarkan Nampyonmu yang tampan ini tidur di sofa ???” Godaku, membuat Sooyoung menyipitkan matanya.

Sooyoung menarik tanganku, agar aku bangun dari tempat tidur. tetapi aku juga tidak tinggal diam. Kutarik selimut yang menutup tubuh Sooyoung, sehingga Sooyoung jatuh ke tempat tidur, tepat di sampingku. “Apa kau juga membiarkan aku kedinginan tanpa selimut hangat Choi Sooyoung ??” Ucapku, sambil menarik sedikit selimut Sooyoung.

“Kyaaa… kau Cho Kyu…” Teriak Sooyoung terpotong karena tubuhku berada diatas tubuhnya dan kucium lembut bibir Sooyoung.

“Apa kita tidak bisa mencobanya sekali saja ???” Tanyaku, sambil mengelus pipi chubi Sooyoung.

“Jangan bercanda denganku Cho Kyu…” Jawab Sooyoung terpotong, karena sekali lagi kucium lembut bibir Sooyoung.

“Kau tidak usah menjawab pertanyaanku, dan ikuti kata hatimu.” Terangku, membuat Sooyoung diam sesaat.

“Aku tidak mau melakukan dengan orang yang tidak mencitaiku.” Ucap Sooyoung, membuatku terkejut. “Kau tidak pernah bilang kalau kau mencintaiku, jadi aku tidak mau !!!” Tegas Sooyoung sambil mencoba mendorong tubuhku.

Dorongan Sooyoung tidak terlalu kuat, karena tubuhnya tertutup selimut tebal. Lagi-lagi kucium lembut bibir Sooyoung. “Bukan berarti kalau aku tidak bilang cinta kepadamu, aku tidak mencintaimu.” Ucapku. “Kau tahukan aku tidak bisa menjadi namja romantis, yang selalu mengucapkan kata-kata manis di depan yeoja.” Tambahku membuat Sooyoung bingung, aishhhh… yeoja ini. “Sooyoung-ah Sa… sa… saranghae !!!” Ucapku terbata-bata, ini pertamakalinya aku mengucapkan kata “Sarang” kepada yeoja yang aku cintai.

Kulihat wajah Sooyoung masih bingung, yeoja ini benar-benar membuatku gila. “Arggghhh… aku menyerah, kau itu benar-be…” Kalimatku terputus, karena sesuatu menyentuh bibirku dengan cepat. Kulihat wajah Sooyoung memerah seperti gogoma lagi. “Apa maksud yang barusan tadi ???” Tanyaku.

Sooyoung tidak menjawab pertanyaanku, entah kenapa dia menutup mata. Apa maksudnya “Iya” ???. aku mencium lembut dahi indah Sooyoung, lalu ciumanku turun ke hidung Sooyoung, dan akhirnya tiba di bibir manis Sooyoung. cukup lama bibir kami bersentuhan dan aku melai bosan. Ku gigit bibir bawah Sooyoung, dan ku masukkan lidahku ke dalam mulut Sooyoung.
Sepertinya Sooyoung tidak terbiasa dengan apa yang aku lakukan. beberapa lama kemudan kurasakan Sooyoung mulai terbiasa. Lidah kami berpanggutan satu sama lain. Tangan Sooyoung
juga tidak diam saja, tangannya mulai mengelus-ngelus punggungku.

Kulepaskan ciuman kami, kulihat wajah kecewa Sooyoung. aku tersenyum evil, dan kulepaskan kaos yang kupakai dan kembali mencium bibir manis Sooyoung.

Terdengar kata-kata yang tidak jelas keluar dari bibir Sooyoung “Ehm… ehm…” membuatku terangsang. Kuturunkan ciumanku di leher jenjang Sooyoung, kucium dan kjilat leher jenjang Sooyoung.

“Kyuhyun-ah… Yeobo…Uhm… uhmm… ” Ucap Sooyoung, dengan desahan-desahan membuatku ingin melakukan sesuatu yang lebih.

Aku menarik kebawah selimut Sooyoung, tapi Sooyoung kembali menarik keatas. “Kau tidak usah malu denganku. Selama ini aku sudah bisa membayangkan seperti apa tubuhmu Mrs. Cho.”
Ucapku dengan evil dan Sooyoung hanya menyipitkan matanya.

Aku cium bibir Sooyoung, sedangkan tanganku mencoba menarik selimut yang menutupi tubuh Sooyoung. Setelah berhasil menarik selimut yang menutupi tubuh Sooyoung. “’Ige mbwoya ??” Ucapku melihat handuk menutupi tubuh Sooyoung. Jadi dari tadi dia masih menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya, batinku.

Aku mencium kembali bibir Sooyoung, sedangkan tanganku berkeliaran dipaha mulus Sooyoung. Tanganku tidak bisa diam dipaha mulus Sooyoung, dan mulai masuk ke dalam handuk yang menutupi paha atas Sooyoung. Tetapi tangan Sooyoung memegang tanganku yang mencoba masuk ke dalam handuk Sooyoung.

Kulepaskan ciumanku. “Wae ???” tanyaku, Sooyoung hanya menggelengkan kepalanya. Maksudnya dia tidak mengijinkan tanganku macam-macam.

Aku hanya menghela nafas. Kembali kucium bibir Sooyoung, dan kuturunkan ciumanku diatas dada Sooyoung. Tanganku mencoba membuka handuk yang menutupi tubuh Sooyoung, dan lagi-lagi tangan Sooyoung memegang tanganku.

Aku benar-benar tidak tahan lagi ku lepaskan ciumanku, kulihat wajah bingung Sooyoung. kulepaskan celanaku, dan sekarang hanya tinggal celana dalamku. Kulihat Sooyoung terkejut melihat sesuatu gundukan yang besar di dalam celana dalamku. Aku hendak melepas celana dalamku tetapi…

“Changkaman…” Ucap Sooyoung.

“Wae ???” Tanyaku.

Tangan Sooyoung menunjuk kearah lampu kamar hotel kami, dan tanganya beralih menunjuk handuk yang Sooyoung pakai, lalu ke celana dalamku.

Aku tersenyum mengerti dengan maksud Sooyoung. dia ingin aku mematikan lampu, lalu membiarkan aku melepaskan handu yang melilit ditubuhnya, dan terakhir sepertinya Sooyoung akan menjadi milikku seutuhnya. Tapi aku tidak mau mengikuti keinginan Sooyoung.

Kutarik handuk Sooyoung, dan dengan mudahnya handuk itu terlepas dari tubuh Sooyoung. Sekarang tidak ada sesuatu yang menutupi tubuh Sooyoung. Ku amati tubuh Sooyoung. “Jadi seperti ini bentuk tubuh seorang yeoja.” Gumamku.

“Kyaaaa…” Teriak Sooyoung sambil kedua tangannya menutupi dadanya.

“Kenapa kau tidak memakai pakaian dalam ?? bukanya ada banyak pakaian dalam yang sudah disiapkan Soojin dan Ahra Noona untukmu.” Tanyaku.

“Kau fikir aku mau memakai pakaian aneh seperti itu.” Jawab Sooyoung sambil memanyunkan bibirnya.

“Bukanya itu semua milikmu ???” Tanyaku. Aku tidak tahan melihat tubuh Sooyoung tanpa sehelai benang. Kucium bibir Sooyoung, Sooyoung sedikit menolak ciumanku. Tanganku kananku meremas dada Sooyoung. Sooyoung yang dari tadi menolak, sepertinya mulai menikmati apa yang aku lakukan. kurasakan tubuh Soyoung bergetar. Dengan segera ku lepaskan celana dalamku. Sang juniorku yang dari tadi sudah berdiri juga sudah tidak tahan.
Kulihat Sooyoung terkejut melihat juniorku, dan Sooyoung menutup matanya.

“Gwenchana Sooyoung-ah aku akan pelan-pelan.” Bisikku di telinga Sooyoung, tidak lupa menjilat telinga Sooyoung, membuat Sooyoung semakin bergetar.

Kubuka selangkangan Sooyoung, kulihat Sooyoung masih menutup matanya. Kucium lembut bibirnya. “Gwenchana Sooyoung-ah… aku tidak mau menikmati ini sendirian.” Ucapku membuat Sooyoung mulai membuka matanya.

Kumasukkan juniorku di dalam Miss V milik Sooyoung, “Argghhhh…” Ucap Sooyoung sambil memeluk tubuhku dengan erat. Kucium lembut bibir Sooyoung.

Kurasakan sebuah dinding penghalang didalam Miss V Sooyoung. Sehingga kutekan tubuhku sehingga juniorku bisa menembus penghalang itu. “Kyuhyun-ah…” Rintih Sooyoung, sambil memeluk erat tubuhku. Kurasakan kuku Sooyoung menusuk punggungku.

Lagi-lagi kucium lembut bibir Sooyoung, untuk menenangkanya. Kurasakan denyutan di lubang Miss V Sooyoung. Aku tersenyum kepada Sooyoung dan kugerakkan pinggulku perlahan.

“Kyuhyun-ah… Saranghae…Nomu Saranghae.” Ucap Sooyoung, membuatku tidak tahan, ini pertama kalinya jugaaku mendengar kata “Sarang” terlontar dart bibir Sooyoung.

Kugerakkan pinggulku sedikit cepat, dan Sooyoung mulai bisa mengikuti alur. Kurasakan tubuh Sooyoung mulai bergetar lebih cepat. “Kyuhyun-ah… Saranghae…ukh… ehm…” Rintih Sooyoung. Kurasakan dinding rahim Sooyoung berdenyut sangat kencang sepertinya Sooyoung sudah mencapai puncaknya dan tiba-tiba sesuatu yang hangat membasahi juniorku.
Sooyoung sudah terlihat lelah, begitupula denganku. Tetapi aku belum mencapai puncak. Kugerakkan pinggulku sekali lagi, membuat Sooyoung terkejut. kuciumi leher jenjang Sooyoung, dan tanganku meremas payudara Sooyoung.

“Kyuhyun-ah… akhhh…” desah Sooyoung, membuatku semakin terangsang, kurasakan jari-jari kuku Sooyoung di punggungku, sesekali Sooyoung mengacak-ngacak rambutku.
Kurasakan juniorku didalam rahim Sooyoung semakin membasar, ku gerakkan pinggulku semakin cepat, kadang ku naik turunkan, hingga kurasakan sesuatu meledak didalam tubuhku. Sepertinya aku mencapai klimaks. Kulepas juniorku dari rahim Sooyoung.
Aku berbaring di samping Sooyoung, terdengar di kamar hotel nafas kami masih tidak teratur. Ku peluk erat tubuh Sooyoung, ku cium dahinya. “Gomawo Chagi…” Ucapku.

Malam ini tidak akan pernah aku lupakan.

Sooyoung POV

Semoga semalam hanya mimpi, batinku. Ku buka mataku di pagi hari kulihat wajah seorang namja didepanku. Dia adalah musuhku, selama ini aku sangat membenci namja ini, tapi entah kenapa semalam aku begitu sangat mencintainya.

Aku mengintip didalam selimut yang menutupi tubuhku dan tubuh Kyuhyun. “Argghhh… bukan mimpi.” Gumamku.

Kulihat wajah nampyeonku yang masih tidur terlelap dengan pulau besar di bantalnya. “Cihhh~~ bagaimana aku bisa menyukai namja ini.” Gumamku.

Aku mengamati wajah Cho Kyuhyun. Jadi seperti ini wajah nampyonku di pagi hari, benar-benar manis, batinku.

“Wae ???” Ucap Kyuhyun Mengagetkanku. “Kenapa kau memandangku seperti itu ??? baru sadar kalau kau punya nampyon yang tampan sepertiku ???” Tanya Kyuhyun dengan percaya diri.

“Anio… siapa yang tampan, lihat kau membuat pulau lagi dibantal.” Jawabku, mencari alasan.
“Dan semalam kau janji hari ini akan membelikanku pakaian.” Tagihku.

“Shiroooo… aku ingin menghabiskan 2 hari lagi di hotel dengan dirimu.” Ucap Kyuhyun membuatku marah.

“Kyaaaa… kau menyebalkan…” Teriakku.

“Siapa yang menyebalkan ??” Tanya Kyuhyun yang posisinya sudah berada diatasku. “Kau sangat mencintai namja menyebalkan ini kan ???” Goda Kyuhyun, mengingatkanku dengan ucapan-ucapanku kemarin malam.

“Kapan aku mengatakan aku mencintaimu ???” Tanyaku pura-pura lupa.

“Owww… sepertinya kau sudah lupa ya ??? Sepertinya aku harus mengingatkanmu !!” Ucap Kyuhyun dengan senyum evilnya.

Kyuhyun mencium bibirku, entah kenapa tubuhku tidak bisa menolaknya. Dan ….

__THE END__

>>THANKS FOR READING AND DON’T BE SILENT READER<<

Advertisements