Tags

, , ,

Author : Mayshawolelf

Cast : Minho (SHINee), Yuri (SNSD)

Suport Cast : SHINee Member

Genre : Romance, Comedy, Family

Length : Sequel

Rating : PG-17

Anyeonggg…
ketemu lagi author, yg suka ngilang ini (?)
burhubung lupa kalau author punya tanggungan FF Minyul, jadi ini author post FF Minyul dulu😀

Author POV

“Noona… mau kemana ???” Tanya Key kepada Yuri yang terlihat rapi seperti orang mau ngedate.

“Aku mau keluar sebentar.” Jawab Yuri. Sambil memakai highheelnya.

Key melihat aneh kepada Noonya, tidak biasanya Noonanya keluar rumah memakai pakaian yang feminism, seperti mau kencan saja. “Apa Yuri Noona punya namja chingu ??” Gumam Key.

Hari ini Yuri ada janji dengan Minho di Myungdong.

Yuri tiba di Myungdong, matanya melihat sekeliling Myungdong yang ramai. Tidak lama kemudian.

“Yuri-ya….” Teriak seorang namja yang tinggi dan tampan, siapa lagi kalau bukan Minho. Yuri menyipitkan matanya. “Wae ???” Tanya Minho bingung.

“Kau… berapa kali aku bilang aku ini Noonamu.” Jawab Yuri. Minho hanya tersenyum melihat Yuri yang marah.

“Yeppona…” Ucap Minho sambil mengacak rambut Yuri.

“Kyaaa !!!” Teriak Yuri melihat orang-orang di sekeliling Myungdong, melihat kearahnya.

“Mianhe…” Ucap Minho mencoba menenangkan Yuri. “Ngomong-ngomong tumben kau mengajakku keluar, apa ini semacam date ???” Tanya Minho dengan senyum manisnya.

“Mwoo ??? date ??? Ani… aku mau mengajakmu membeli pakaian untuk besok arasso !! jadi jangan salah paham.” Jawab Yuri sambil berjalan.

Minho tidak percaya dengan jawaban Yuri. “Kyaaa !!! Palli !!!” Teriak Yuri melihat Minho yang masih berdiri ditempatnya.

Minho berjalan mengikuti Yuri. Minho mengamati Yuri dari belakang. “Apa benar ini bukan date, kenapa dia berpakaian feminim seperti ini ???” Batin Minho mengmati Yuri dari belakang.

Beberapa menit berjalan mengelilingi Myungdong, mereka berdua masuk ke sebuah butik, Yuri terlihat memilih jas untuk Minho, sesekali dia menempelkan jas ditubuh Minho.

“Coba ini !!!” Perintah Yuri memberikan beberapa stel jas kepada Minho.

“Ne…” Jawab Minho, menuju ruang ganti.

Yuri menunggu Minho di depan ruang ganti, “Pallii !!!” Teriak Yuri. Tiba-tiba Minho keluar, Yuri terkejut melihat Minho dengan pakaian jas yang dia pilih.

“Apa ini Minho yang aku kenal ??? Minho yang selalu tersenyum manis dengan matanya yang besar, tapi sekarang dia benar-benar menjadi seorang namja.” Batin Yuri, sambil mengamati Minho dari kaki sampai kepala.

“Wae ??? Apa aku sebegitu tampanya, hingga kau melihatku sampai seperti itu ???” Tanya Minho, membuat Yuri kaget.

“Mwo ??? Kau ini kepedean sekali Choi Minho.” Jawab Yuri sambil memalingkan wajahnya yang mulai memerah.

Minho mengangkat dagu Yuri, dia tersenyum melihat wajah merah Yuri. “Yeppo, nomu Yeppo…” Ucap Minho sambil mengelus lembut pipi merah Yuri.

“Kyaaa…kita pilih yang ini saja.” Ucap Yuri sambil menuju kasir.

Setelah membayar di kasir…

“Yuri-ya… mumpung kita di Myungdong, bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar ???” Ajak Minho, sambil menarik tangan Yuri.

Yuri terkejut dengan ajakan Minho, entah kenapa dia tidak bisa menolak ajakan Minho. Yuri mengikuti Minho dari belakang, tangan Minho memnggenggam tangan Yuri dengan hangat.

“Kenapa tangan Minho begitu hangat, apa ini namanya tangan namja ??? aku jadi tidak ingin melepaskan tangan hangat ini.” Batin Yuri.

“Yuri-ya belikan aku ddukbokki !!!” Pinta Minho manja, membuat Yuri membuyarkan lamunanya.

“Mwo ??? ddukbokki ???” Tanya Yuri bingung.

Minho menganggukkan kepalanya. Terang saja mereka berdua berhenti tepat di depan restoran yang menjual ddukbokki.

“Ne…” Ucap Yuri.

Minho terlihat senang seperti anak kecil. “Aisshh… Kutarik ucapanku yang tadi !!!” Batin Yuri. ( Yang ini “Kenapa tangan Minho begitu hangat, apa ini namanya tangan namja ??? aku jadi tidak ingin melepaskan tangan hangat ini.”)

“Ahjumma 2 porsi ddukbokki…” Ucap  Minho memesan ddukbokki.

“Ne…” Jawab Ahjumma penjual ddukbokki

“Kyaaaa… kau pesan satu porsi saja. Kau mau gaunku tidak muat kupakai saat acara reuni nanti.” Ucap Yuri sambil mengembungkan pipinya.

“Gwenchana… kau masih manis walaupun terlihat gemuk.” Ucap Minho sambil mencubit pipi Yuri.

“Kyaaa !!!” Teriak Yuri sambil menjauhkan tangan Minho dari pipinya.

Ahjuma penjual ddukbokki datang, membawa ddukbokki yang di pesan Minho.

“Ghamsahanida …” Ucap Minho kepada ahjummam penjual ddukbokki.

Minho memanaskan ddukbokki yang dipesannya.

“Wuaaahhhh Yuri-ya… kau benar tidak mau ???” Tanya Minho kepada Yuri.

Minho memakan dengan lahap ddukbokki yang dipesanya, sedangkan Yuri hanya melihat Minho makan dengan lahap.

“Umm… sepertinya kalau satu sumpit saja tidak apa-apa.” Ucap Yuiri mengambil sesumpit ddukbokki. “Uhhhmm… mashita… sekali lagi…” Tambah Yuri.

Minho hanya tersenyum melihat Yuri. “Sekali lagi.” Ucap Yuri. Minho meletakkan sumpitnya, dan melihat Yuri yang tidak bisa berhenti makan.

Setelah semangkuk ddukbokki dengan porsi 2 orang habis. “Kau sudah kenyang ???” Tanya Minho.

Yuri melihat mangkuk ddukbokki yang sudah kosong. “A…apa aku yang menghabiskan ini semua ???” Tanya Yuri tidak sadar kepada Minho.

Minho hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Kyaaaa… kenapa kau tidak menyuruhku berhenti. Lihat pasti pakaianku tidak akan pas buat acara besok.” Ucap Yuri, membuat Minho tersenyum.

“Gwenchana, kau masih tetap cantik, walaupun kau gemukkan.” Ucap Minho menenangkan Yuri.

Setelah membayar ddukbokki mereka, mereka melanjutkan jalan-jalan mereka di Myungdong.

“Yuri-ya mau kemana kita ???” Tanya Minho manja.

“Aissshhh… terserah kau. Kalau tidak ada tempat yang ingin kau datangi kita apulang saja.” Jawab Yuri.

“Noona… Hyung…” Teriak seorang namja, yang tidak lain adalah Taemin.

Taemin berlari kearah Minho dan Yuri. “Aigooo… jadi ini alasan Yuri Noona dandan sangat feminim hari ini.” Ucap Taemin sambil mengedip-ngedipkan matanya.

“Mwo ??? Apa yang kau katakana ??” Ucap Yuri terkejut dengan ucapan Taemin.

“Aniooo… kau tidak usah malu-malu Noona.” Goda Taemin, membuat Minho tersenyum.

“Kyaaaa… kau jangan percaya ucapan anak ini.” Ucap Yuri kepada Minho.

“Kau kesini dengan siapa ???” Tanya Minho kepada Taemin.

“Dengan Key Hyung, tumben-tumbenya dia mau mengajakku jalan-jalan ke Myungdong.” Jawab Taemin.

“Mwooo ??? Ki Bum ??? Kau kesini dengan Ki Bum ???” Tanya Yuri ketakutan.

Taemin ingat sesuatu, kejadian saat satu tahun lalu dimana Key memarahi habis-habisan namja yang mencoba mendekati Noonanya. “Aigoooo… aku lupa kejadian satu tahun lalu.” Ucap Taemin membuat Minho bingung.

“Sekarang dimana Ki Bum ???” tanya Yuri kepada Taemin membuat Minho tambah bingung.

“Molla… aku kehilangan Key Hyung.” Ucap Taemin dengan nada sedih.

“Kalau gitu ayo ikut aku.” Ucap Yuri menarik Taemin dan Minho, masuk ke sebuah cafe. Yuri terlihat bingung mencari alasan untuk dikatak kepada dongsaengnya. Dia tahu Ki Bum adalah seseorang yang protektif. Gara-gara dongsaengya itu dia tidak pernah punya namja chinggu.

“Sebenarnya ada apa sih ini ???” tanya Minho yang tidak tahu apa-apa.

“Hyung kau ingat satu tahun lalu…

Flashback…

Satu tahun lalu saat Yuri masih satu sekolah dengan Minho dan Key. Dirumah Taemin dan Minho sedang asik bermain PS…

“Taemin-ah… apa hyungmu masih lama ??? aku sudah hampir dua jam menunggu, katamu dia hanya persegi sebentar.” Tanya Minho kepada Taemin tetapi matanya masih serius kepada layar televisi.

“Mollaa… Key Hyung bilang dia hanya sebentar. Dan memintaku jika Minho Hyung datang mencarinya disuruh menunggu.” Jawab Taemin yang tidak kalah serius, menatap layar televisi.

Setengah jam kemudian mereka masih bermain PS. “Gooollll…” Teriak Minho. Wajah Taemin terlihat kusut, karena kalah bermain dengan Minho. “Gwenchana Taemin-ah, lain kali kau bisa menang.” Ucap Minho kepada Taemin. “Sepertinya sudah malam aku pulang saja.” Ucap Minho sambil berdiri dari sofa.

Tiba-tiba… brakkk… suara seseorang menutup pintu dengan keras. Taemin dan Minho yang berada dilantai atas langsung turun kelantai bawah.

Dilantai bawah, “Noona… sudah berapakali aku bilang jangan dekat-dekat namja playboy itu.” Teriak Key yang mengikuti Yuri dari belakang.

“Kyaaaa… itu urusanku, kenapa kau ikut campur dengan urusanku.” Ucap Yuri kepada Key. Yuri berjalan melewati Minho dan Taemin tanpa menyapa.

“Ada apa ini ??? kenapa Key marah-marah dengan Noonamu ??” Tanya Minho kepada Taemin.

“Hyung lebih baik kau pulang ini sudah malam.” Ucap Taemin tanpa menjawab pertanyaan Minho.

Flashback End…

“Sepertinya Yuri Noona takut kalau Key Hyung akan memarahimu, jika melihat kalian berdua sedang ngedate di Myungdong.” Terang Taemin, membuat Minho tersenyum kepada Yuri.

Yuri mendengar pembicaraan Taemin dan Minho. “Kyaaaa… siapa yang sedang ngedate ???” Tanya Yuri.

“Lalu kenapa kau takut jika Key melihat kita bersama ??? apa kau pikir kita sedang ngdate ???” goda Minho kepada Yuri.

“Kyaaa… kau Choi…” Ucap Yuri terhenti melihat Key masuk ke cafe.

Key berjalan menuju meja Yuri, Minho dan Taemin. “Noona… siapa namja yang sedang mendekatimu ???” Tanya Key, terkejut melihat Minho dan Taemin bersama dengan Noonanya. “Kenapa kalian bertiga berkumpul disini ??” Tanya Key kepada Minho dan Taemin.

“Tadi saat aku mencari mu Hyung, aku bertemu dengan Minho Hyung, lalu kami jalan sebentar dan tidak sengaja melihat Yuri Noona.” Terang Taemin mencoba menenangkan Hyungnya.

“Apa itu benar ???” Tanya Key kepada Yuri.

“Kyaaaa… kau tahukan Taemin itu tidak pintar berbohong.” Ucap Yuri .

“Ne… kali ini aku percaya dengan ucapanmu Noona, tapi lain kali kalau kau tidak mempernalkan namja yang sedang dekat denganmu, awas kau…” Ucap Key kepada Noonanya.

Hari ini acara reuni Yuri…

“ARGGGHHH… OTHOKE ???” Teriak Yuri membuat Taemin dan Key terkejut.

“Wae ?? Wae ??” Tanya Key yang terkejut mendengar teriakan Noonanya, sambil memegang spantula ditanganya.

“Waeyo Noona ??” Tanya Taemin, yang buru-buru keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk yang menutupi sebagian tubuhnya.

Wajah Yuri terlihat lebih terkejut, melihat kedua dongsaengnya. “Kyaaaa… KiBum kenapa kau membawa spantula, dan Taemin-ah apa-apan sih kau ini ?? kau itu sudah besar, pakai bajumu.” Terang Yuri kepada Key dan Taemin.

“Noona… kau ini yang kenapa, teriakanmu sampai terdengar sampai lantai bawah.” Ucap Key. “Ommo… aku tadi sedang memasak.” Tambah Key. “Dan kau cepat pakai baju !!!” Perintah Key melihat Taemin.

Setelah Taemin dan Key meninggalkan kamar Yuri…

“Pasti karena makan ddubokki.” Ucap Yuri melihat wajahnya di cermin kamarnya.

Yuri berhenti memijat pipinya karena suara ponselnya bergetar. Dilihat dilayar ponselnya Messege from ~Choi Minho~. “Yuri-ya… palli !!!” pesan Minho. Melihat pesan dari Minho, Yuri segera berangkat untuk menjemput Minho.

Minho menunggu Yuri didepan rumahnya. “Aigggooo… yeoja itu lama sekali.” Ucap Minho. tidak lama kemudian Minho melihat mobil Yuri, dan segera Minho masuk kedalam mobil Yuri.

“Kau lama sekali ??” Tanya Minho kepada Yuri.

“Kya… kau tidak usah cerewet, lihat gara-gara ddukbokki yang kemarin !!!” Jawab Yuri menunjukkan pipinya.

“Wae ?? kau benar-benar manis…” Ucap Minho sambil mencubit pipi Yuri.

“Kyaaaa….” Teriak Yuri membuat Minho melepaskan cubitanya.

Setelah itu mereka berangkat ke pesta reuni SMA Yuri.

Setibanya di tempat acara pesta reuni SMA Yuri. “Ingat kalau mereka tanya umurmu berapa, jangan kau jawab, aku akan menjawabnya, Ara ???” Ucap Yuri sambil merapikan kerah jas Minho.

“Ne… Arasso Yuri-ya.” Jawab Minho sambil menundukkan kepalanya, hingga jarak antara wajah Minho dan Yuri sangat dekat. “Dan jangan lupa janjimu.” Bisik Minho ke telinga Yuri.

Yuri mendorong tubuh Minho. “Apa sih yang kau lakukan ??? jangan dekat-dekat !!!” Ucap Yuri sambil mencoba menyembunyikan wajahnya yang tiba-tiba memerah.

“Aigooo… kau manis sekali saat wajahmu berubah menjadi tomat.” Ucap Minho sambil mencubit pipi Yuri.

“Kyaaaa… aku ini lebih tua darimu !!! Kau benar-benar tidak sopan !!!” Teriak Yuri membuat Minho tertawa lebar. “Jangan tertawa, kau fikir lucu ???” Tambah Yuri.

Tiba-tiba “Yuri-ya…” Panggil seseorang yaitu Yoona dan Sooyoung yang baru saja memarkir mobil mereka.

“Kalian berdua ??? lama tidak jumpa.” Ucap Yuri sambil memeluk kedua temanya.

“Kau tambah sexy saja.” Puji Sooyoung melihat tubuh Yuri dari atas sampai bawah (?)

“Aissshhh… asal kau tahu sangat sulit menjaga tubuhku agar tetap seperti ini. Kalian berdua enak Dewi Makan, makan sebanyak apun masih segitu-gitu aja.” Terang Yuri.

Yoona dari tadi melihat kearah namja dibelakang Yuri. “Nugusseyo ??? apa dia namja yang sedang di gosipkan denganmu ???” Tanya Yoona.

“Minho-ya ??? kau ??? omoo ??? kalian berdua ???” Ucap Sooyoung tidak percaya, membuat Yuri dan Yoona bingung.

“Anyeonghasseyo Noona.” Sapa Minho kapada Sooyoung, yang tidak lain adalah sepupunya.

“Bagaimana kalian bias kenal ???” Tanya Yuri.

“Aigoooo… Minho-ya kau itu benar-benar Noona-killer, jadi yeoja yang sering kau ceritakan saat acara pertemuan keluarga, yeoja ini ???” Tanya Sooyoung sambil menunjuk kearah Yuri yang bingung.

“Ne…” Jawab Minho tersenyum malu.

“Aisshhh… apa kalian tidak kedinginan lebih baik kita masuk saja.” Ajak Yoona.

Yuri dan Yoona berjalan duluan, sedangkan Minho ditahan Sooyoung.

“Kau benar-benar menyukai Yuri ??” Tanya Sooyoung sambil menyipitkan matanya.

“Ne Noona, wae ??” Tanya Minho.

Sooyoung tidak menjawab dan tengah berfikir. “Yuri, yeoja yang manja. Minho, biarpun lebih muda dari Yuri tapi gentle. Sepertinya mereka cocok.” Pikir Sooyoung.

“Noona…” Panggil Minho membuyarkan lamuman Sooyoung.

“Ne…” Ucap Sooyoung terkejut.

Di dalam gedung seseorang mengamati Minho dan Sooyoung, siapa lagi kalau bukan Yuri.

“Kenapa mereka ngobrol lama sekali, sepertinya Minho lupa apa misinya.” Gumam Yuri yang entah kenapa tidak suka melihat Minho dengan Yeoja lain.

“Yuri-ya…” Panggil Yoona yang membawa dua minuman ditanganya.

“Gomawo.” Ucap Yuri mengambil kedua minuman ditangn Yoona, dan segera meneguk habis dua gelas minuman itu.

“Yaaaa !!! Kwon Yuri.” Teriak Yoona melihat sikap aneh Yuri.

“Mianhe.” Ucap Yuri setelah sadar dia menghabiskan dua gelas minuman yang dibawa Yoona. “Sepertinya aku harus pulang. Sudah larut malam.” Ucap Yuri membuat Yoona bingung.

Yuri meningglakan Yoona sendirian. “Ada apa sih dengan yeoja itu ??? acara saja belum mulai.” Gumam yoona melihat tingkah aneh chinggunya.

Di tempat Sooyoung dan Minho.

“Baik Choi Minho, sebagai anak laki-laki keluarga Choi kau harus menjadi namja yang gentle, walaupun dengan yeoja yang lebih tua darimu. Dan jangan sampai menyakiti yeoja yang kau cintai. Arasso !!!” Pinta Sooyoung sambil menepuk-nepuk pundak Minho.

Tiba-tiba… “Minho-ya ayo kita pulang !!!” Ajak Yuri membuat Minho bingung.

“Wae ??? bukanya acara belum dimulai ???” Tanya Sooyoung melihat sikap Yuri yang aneh.

“Aku harus pulang tadi KiBum menelfonku, dia bilang Taemin sedang demam tinggi.” Jawab Yuri membuat Minho bingung.

Mereka berdua masuk kedalam mobil. Yuri duduk di tempat kemudi, dan menjalankan mobil meninggalkan Sooyoung yang bengong melihat sikap aneh Yuri.

“Yuri-ya, ada apa sebenarnya ???” Tanya Minho yang masih bingung.

“Kau jangan ganggu aku mengemudi.” Jawab Yuri, yang konsentrasi mengemudi.

“Kenapa Taemin tiba-tiba demam ???” Tanya Minho.

“Aiissshh… kau cerewet sekali !!!” Ucap Yuri yang mengerem mobilnya mendadak. “Siapa bilang Taemin demam ???” Tanya Yuri, yang enatah apa yang sedang ia pikirkan.

“Kau tadi bilang kalau Tae…” Ucap Minho terhenti setelah merasakan sesuatu yang basah menempel di bibirnya. Yupss… itu adalah bibir Yuri.

Minho terkejut dengan apa yang Yuri lakukan. Tidak lama kemudian Yuri mendorong tubuh Minho. “Mianhe.” Ucap Yuri yang bingung dengan apa yang burusan dia lakukan.

“Noona wae ???” Tanya Minho melihat sikap aneh Yuri.

“ARRGGHH… MOLLA… KENAPA AKU TIDAK SUKA MELIHATMU DENGAN YEOJA LAIN. DAN KENAPA KAU DEKAT SEKALI DENGAN SOOYOUNG ???” Teriak Yur. “Argghhh… lupakan apa yang barusan akukatakan.” Ucap yuri sambil bersiap mensetater mobilnya.

Tiba-tiba tangan Minho menarik tangan Yuri yang  sudah memegang kunci mobil. “Itu namanya kau cemburu Yuri-ya.” Ucap Minho yang wajahnya hanya berjarak beberapa centi dengan wajah Yuri.

“Jinja ???” Tanya Yuri yang masih tidak percaya kalau dirinya sudah mulai jatuh cinta kepada Minho.

Minho hanya menganggukkan kepalanya. “Apa boleh aku mengetesnya.” Tanya Yuri membuat Minho bingung.

Tanpa aba-aba Yuri menarik kerah jas Minho dan menempelkan bibirnya dengan bibir Minho. Sekali lagi Minho terkejut dengan apa yang dilakukan Yuri. Dan yang membuatnya terkejut lagi-lagi Yuri melepaskan ciuamnya dan mendorong tubuh Minho.

Minho menyipitkan matanya, ada apa sich dengan yeoja ini ??? batin Minho. “Yuri-ya kau sedang mempermainkanku ??” Tanya Minho.

“Anio… aku hanya bingung dengan diriku sendiri.” Jawab Yuri.

“Kau ingin tahu ada apa dengan dirimu ??” Tanya Minho membuat Yuri mengangkat kedua alisnya.

Tiba-tiba Minho memajukkan tubuhnya dan menarik tubuh Yuri lalu mencium bibir merah yaoja yang sedan bingung itu. Yuri terkejut dengan apa yan Minho lakukan, Yuri mencoba mendorong tubuh Minho, tetapi gagal. Minho mulai membuka mulutnya untuk melumat bibir manis Yuri.

Yuri yang dari tadi mendorong tubuh Minho, mulai tenang dan menutup matanya, pertanda mulai menikmati apa yang Minho lakukan. Yuri merasakan sesuatu yang basah mencoba menerobos bibir Yuri. Yups… lidah Minho mencoba menerobos bibir Yuri yang dari tadi tertutup. Tiba-tiba Minho menggigit bibir bawah Yuri membuat bibir Yuri terbuka karena terkejut.

“Emppphhh…” Desah Yuri setelah lidahnya menyentuh lidah Minho. Entah beberapa lama mereka berciuamn, beberapakali Minho Minho menggigit bibir Yuri, untuk mendengar suara yang keluar dari mulut Yuri. Mereka berdua tenggelam didalam indahnya malam, hingga sesuatu mencoba menurunkan resleting gaun Yuri.

Entah kekuatan dari mana membuat Yuri mendorong tubuh. Brakkk… suara tubuh Minho menghantam pintu mobil. “Wae ??? apo !!!” Rengek Minho.

“Kyyaaa… apa yang tadi mau kau lakukan ???” Teriak Yuri dengan nafas yang tidak teratur.

“Aissshhh… mianhe aku terlalu berlebihan.” Ucap Minho sambil mengelus rambut yuri dengan gentle.

“Lupakan apa yang terjadi malam ini !!!” Perintah Yuri.

__TBC__

>>THANKS FOR READING AND DON’T BE SILENT READER<<