Tags

,

Author : MayShawolElf

Cast : Siwon (Super Junior), Tiffany (SNSD)

Genre : Romance, Comedy, Family

Length : Sequel

Rating : PG-15

Anyeeonnnggg…

Author datang bawa FF SiFany😀, n buat FF KyuYounya ditunggu aja, coz sedang dalam masa pengetikan…

Okay, gag usah banyak cingcong, langsung aja capcuuusss…

Author POV

“Hai… cantik…” Goda namja mabuk, membuat Tiffany takut. “Kau sendirian ???” Tanya namja itu. Tiffany tidak menjawab pertanyaan namja mabuk itu dan bergegas meninggalkan namja itu. Sebelum Tiffany pergi namja itu menarik tangan Tiffany. “Odiga ???” Tanya Namja itu.

Tiba-tiba. “Tolong lepaskan tanganmu !!!” Perintah namja yang Tiffany kenal, dia adalah Choi Siwon.

“Si… Siwon-ssi ???” Tanya Tiffany.

“Kau siapa ??? berani-beraninya kau mau mengambil yeoja milikku.” Ucap namja mabuk, sambil mencengkram kerah baju Siwon.

Tiba-tiba Siwon melanyangkan pukulan ke wajah namja mabuk, sehingga dia terjatuh. “Sorry this girl is mine.” Ucap Siwon sambil menarik tangan Tiffany keluar dari club malam itu.

“Siwon-ssi changkaman… koper dan tasku, aku belum menemukan koper dan tasku.” Ucap Tiffany.

“Lupakan, aku akan memberikan berapapun yang kau minta…” Ucap Siwon.

Siwon menarik tangan Tiffany yang terlihat bingung. Sesampainya di parkiran mobil.

“Kyaaa… kau ini apa-apan sih ??? seenaknya saja menarik orang.” Teriak Tiffany sambil menarik tanganya dari pegangan Siwon.

“Kau jangan berteriak-teriak. Lagi pula aku baru membantumu dari namja mabuk yang mencoba menggodamu.” Ucap Siwon membuat Tiffany tambah kesal.

“Aku tidak butuh bantuanmu.” Ucap Tiffany sambil bergegas meninggalkan Siwon.

Sebelum Tiffany meninggalkan Siwon. “Changkaman Mrs. Hwang Minyoung.” Ucap Siwon membuat Tiffany terkejut. Dari mana Siwon tahu nama Koreanya.

Tiffany berbalik kearah Siwon “Bagaimana kau tahu nama Koreaku ???” Tanya Tiffany bingung.

“Sepertinya kau lupa alasan kau mengejar-ngjarku kemarin ???” Terang Siwon membuat Tiffany mengingat kalau dia tidak membawa Passport dan Visanya.

“Passport dan Visaku ???” Tanya Tiffany sambil menjulurkan tanganya kearah Siwon.

“Aku akan memberikan Passport dan Visamu setelah kau ikut denganku.” Tawar Siwon, membuat Tiffany terpaksa menuruti kemauan Siwon.

Siwon dan Tiffany menuju ke rumah sakit untuk menemui Halmoni.

“Kemana kau akan membawaku pergi ???” Tanya Tiffany bingung.

“Kau diam saja dan turuti perintahku.” Jawab Siwon membuat Tiffany memanyunkan bibirnya.

Tidak lama kemudian mereka tiba di rumah sakit, tempat dimana Halmoni di rawat.

“Rumah sakit ??? kau sakit ???” Tanya Tiffany setelah keluar dari mobil.

“Kau cerewet sekali.” Jawab Siwon sambil menarik tangan Tiffany.

Tiffany POV

Siwon menarik tanganku. “Kau mau membawaku kemana sih ???” Tanyaku yang masih bingung.

Tidak lama kemudian kami tiba disebuah kamar rumah sakit. Kamar siapa ini ??? batinku. Siwon membuka pintu kamar tersebut. Kulihat dibalik pintu, seorang Halmoni berbaring tidak berdaya di atas tempat tidur. Sepertinya Halmoni itu pernah aku lihat tapi dimana, dan siapa seorang Ahjussi yang berdiri di samping tempat tidur Halmoni itu ??? batinku.

Siwon mengjakku mendekat ke tempat tidur Halmoni itu. Aku terkejut melihat Halmoni yang berbaring ditempat tidur itu, adalah Halmoni yang tadi pagi baru ku temui, Yaitu Halmoninya Siwon. “Halmoni ???” Panggilku, membuat mata halmoni yang dari tadi tertutup terbuka pelan.

“Aigoooo… nugusseyo ???” Tanya Halmoni lemah.

“Seperti permintaan Halmoni aku membawa Tiffany kesini.” Jawab Siwon, membuat Tiffany menatap tajam kearah Siwon.

Halmoni terlihat senang melihat Tiffany bersama Siwon. “Lalu kapan kalian akan menikah ???” Tanya Halmoni, membuat Tiffany terkejut.

“Ne… menikahh ???” Ucap Tiffany yang benar-benar terkejut. Tiffany ingin bertanya apa maksud Halmoni, tetapi didahului Siwon.

“Halmoni, aku dan Tiffany baru saja tiba di Korea, jadi biarkan kami istirahat dan membicarakan masalah pernikahan ini.” Terang Siwon sambil merangkul pundak Tiffany membuat Tiffany tambah bingung.

“MWO ???” Teriak Tiffany mendengar ucapan Siwon.

Siwon hanya tersenyum sesekali berkedip memberi isarat agar Tiffany mengerti kalau Siwon berbohong agar kesehatan Halmoninya tidak tambah parah. Untungnya Tiffany mengerti dan membantu Siwon.

“Ne Halmoni, aku masih lelah karena kemarin baru sampai ke Korea, jadi mungkin aku butuh istirahat beberapa hari.” Terang Tiffany membuat Halmoni percaya.

“Baiklah, aku akan menunggu, tapi aku harap kalian berdua memberi kabar secepatnya, sehingga aku bias meninggal dengan tenang.” Ucap Halmoni, membuat Tiffany dan Siwon sedih.

Tiffany POV

Aissshhh… aku benar-benar sial setelah bertemu dengan namja bernama Choi Siwon. Setelah passport dan visaku tertukar, tas dan koperku menghilang entah kemana, sekarang aku harus membantu Siwon-ssi membohongi Halmoninya.

Aku berada di mobil bersama Choi Siwon. “Cukup sampai disini aku membantu, sekarang kembalikan Passport dan visaku. Lalu bantu aku menemukan tas dan koperku !!!” Pintaku tetapi tidak di gubris Siwon-ssi. “SIWON-SSI !!!”  Teriakku membuatnya mengerim mobil mendadak.

“Yaaaa !!! Kau sangat suka berteriak-teriak ya ???” Tanya Siwon-ssi kepadaku.

“Habis kau tidak menjawab permintaanku.” Jawabku sambil memanyunkan bibirku.

“Aniooo… aku tidak akan mengembalikan Passport dan Visamu, jika kau tidak mau membantuku !!!” Terang Siwon-ssi membuatku menyipitkan mata.

“MWOOOO ??? Aku tidak mau mambohongi Halmonimu.” Tolakku.

“Jinja ??? kalau begitu jangan harap aku mengembalikan Passport dan Visamu, dan lupakan masalah tas dan kopermu yang hilang.” Ucap Siwon-ssi mengancamku.

Akhirnya kami tiba di apartemen Siwon-ssi. Aku terpaksa menerima tawaranya untuk berpura-pura menjadi yeojachinggunya, asal aku boleh tinggal di apartemen Siwon, dari pada aku menjadi gelandangan di Seoul.

“Lalu apa yang harus aku lakukan setelah ini ???” Tanyaku kepada Siwon-ssi. Kulihat Siwon-ssi duduk di sofa sambil menyalakan televisi.

“Ambilkan aku minum !!!” Perintah Siwon-ssi.

“MWOOOO ??? AKU BUKAN PEMBANTUMU !!!” Teriakku.

Tiba-tiba Siwon-ssi menarik tanganku sehingga aku jatuh di pangkuannnya. “Apa yang mau kau lakukan Siwon-ssi ??” Tanyaku, melihat Siwon-ssi tersenyum evil kearahku. Siwon-ssi semakin mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aigoooo… apa dia mau menciumku, batinku.

Aku menutup mataku, karena wajah Siwon sudah sangat dekat dengan wajahku. Tapi tiba-tiba kudengar suara seseorang tertawa. Kubuka mataku kulihat Siwon-ssi tertawa. Arrgggg… namja ini mempermainkanku, batinku. Aku berdiri dari pangkuan Siwon, kurasakan pipiku merah padam karena malu.

“Aiggooo… kau manis sekali tadi.” Sindir Siwon-ssi kepadaku.

“KYAAAA …. KAU SUKA SEKALI MEMPERMAINKAN ORANG YA !!!” Teriakku.

“Mianheee… tapi kau benar-benar lucu tadi.” Ucap Siwon-ssi yang masih tertawa.

“JANGAN TERTAWA !!!” Teriakku, membuat Siwon-ssi tertawa semakin kencang.

“Aigoooo… mianhe…” Ucap Siwon-ssi sambil berjalan menuju kamarnya.

Arggghhh… menyebalkan, batinku. Aku duduk di sofa, untuk menenangkan pikiranku. Aku ingat kalau aku belum menelfon Appa, jika aku sudah tiba di Seoul dengan selamat. Aku lupa jika semua barangku seperti ponsel dan dompetku ada di tasku.

Aku berjalan menuju kamar Siwon-ssi. Tok… Tok… “Siwon-ssi…” Teriakku sambil mengetuk pintu kamar. Kubuka pintu kamar Siwon-ssi, dan tidak di kunci. Apa namja itu sedang mandi, batinku.

Aku masuk kekamar Siwon-ssi, tiba-tiba…

“Apa yang kau lakukan dikamarku ??” Tanya Siwon-ssi membuatku terkejut karena namja itu hanya menggunakan sehelai handuk untuk menutupi bagian tubuhnya yang penting (?)

“Aku hanya mau bertanya sesuatu.” Jawabku membelakangi Siwon-ssi.

Tiba-tiba Siwon-ssi mendorong tubuhku hingga terjatuh di tempat tidur. Dan posisi Siwon-ssi berada diatas tubuhku.

“Apa kau tahu aku ini seorang namja, mungkin aku namja yang baik, tapi aku bias menjadi singa yang kelaparan jika melihat seorang yeoja.” Terang Siwon-ssi sambil tersenyum evil.

“Kau mau apa ???” Tanyaku.

Siwon-ssi tidak menjawab pertanyaanku, dia hanya terdiam memandangku. Aku bias merasakan harum sabun dan sampo dari tubuh Siwon-ssi. Rambut basahnya dan tubuh yang masih basah, membuat bulu kudukku berdiri. Perasaan apa ini, batinku.

Lagi-lagi kurasakan wajahku terasa merah padam. Dan lagi-lagi Siwon-ssi tertawa melihat wajahku yang sepertinya sudah merah padam ini.

Siwon POV

Arggghh… ini semua gara-gara Halmoni, yang meminta aneh-aneh, terpaksa aku harus meminta yeoja ini untuk membatuku membohongi Halmoni, batinku.

Kami tiba di apartemenku. Aku keluar dari mobil bersama Tiffany. Akhirnya Tiffany menyerah dan  mau membantuku membohongi Halmoni.

Aku melemparkan tubuhku di sofa ruang tamu. “Lalu apa yang harus aku lakukan setelah ini ???” Tanya Tiffany kepadaku.

“Ambilkan aku minum !!!” Perintahku, yang cukup lelah memikirkan kesehatan Halmoniku.

“MWOOOO ??? AKU BUKAN PEMBANTUMU !!!” Teriak Tiffany. Yeoja ini benar-benar cerewet, dan teriakanya benar-benar membuat telinga sakit, batinku.

Dengan tiba-tiba ku tarik tangan Tiffany sehingga yeoja itu jatuh di pangkuanku. “Apa yang mau kau lakukan Siwon-ssi ??” Tanya Tiffany kepadaku, aku tersenyum evil melihat Tiffany yang mulai ketakutan, kudekatkan wajahku kewajahnya. Kulihat Tiffany menutup matanya, dan wajahny aberubah meras seperti gogoma.

Benar-benar manis, batinku. Aku mengurungkan niatku, dan tidak bisa menahan tawa, melihat wajah yeoja itu yang mulai memerah.

“Aiggooo… kau manis sekali tadi.” Sindir Siwon-ssi kepadaku.

“KYAAAA …. KAU SUKA SEKALI MEMPERMAINKAN ORANG YA !!!” Teriak Tiffany.

“Mianheee… tapi kau benar-benar lucu tadi.” Ucapku yang masih tertawa melihat sikap malu-malu Tiffany.

“JANGAN TERTAWA !!!” Teriak Tiffany lagi membuatku berhenti tertawa

“Aigoooo… mianhe…” Ucapku sambil berannjak menuju kamarku.

Yeoja itu benar-benar penghilang stress, batinku. Aku ingat selama aku ke Amerikak banyak pekerjaan kantor yang aku tinggalkan.

Aku memutuskan untuk mandi, karena dari kemarin aku belum, mandi.

Tok… Tok… Suara pintu kamarku. “Aisshh ada apa lagi yeoja itu ???” Gumamku, yang berada didalam bathu. Aku berdiri dan  menyambar handuk dan melilitkan di pinggangku.

“Apa yang kau lakukan dikamarku ??” Tanyaku melihat sikap Tiffany yang seperti pencuri.

“Aku hanya mau bertanya sesuatu.” Jawab Tiffany yang membelakangiku.

Melihat sikap Tiffany, diotakku muncul ide-ide nakal. Ku dekati Tiffany, dan ku dorong tubuhnya ke tempat tidur. Ku tindih tubuh kecil Tiffany.

“Apa kau tahu aku ini seorang namja, mungkin aku namja yang baik, tapi aku bias menjadi singa yang kelaparan jika melihat seorang yeoja.” Terangku sambil tersenyum evil kepada Tiffany.

“Kau mau apa ???” Tanya Tiffany yang mulai ketakutan.

Aku tidak menjawab pertanyaan Tiffany, kupadangi wajahnya. Benar-benar manis dan cantik, batinku. Kudekatkan wajahku ke wajah Tiffany yang ketakutan. Dan lagi-lagi wajah yeoja ini memerah, benar-benar lucu, batinku, membuatku tertawa.

Kuubah posisiku duduk di pinggir tempat tidur. “Aigggooo… wajahmu benar-benar lucu saat memerah.” Ucapku membuat Tiffany langsung duduk.

“KYAAAAA… KAU BENAR-BENAR JAHAT !!!” Teriak Tiffany.

Tiba-tiba kulihat air mata jatuh dari mata Tiffany. “Kau menangis ???” Tanyaku yang bingung melihat Tiffany mulai menangis.

“Hiikkksss… kau jahat, kau tidak tahu bagaimana takutnya aku ???” Jawab Tiffany.

Ku hapus air mata Tiffany.“Mianhe… Aku hanya bercanda.” Ucapku mencoba menenangkan Tiffany.

Ku lihat yeoja ini tidak berhenti menangis. Kupeluk yeoja ini, “Mianhhhee… kau jangan menangis.” Ucapku.

Tiba-tiba… Kruyuuukkk… suara cacing-cacing di perut Tiffany, pada demo (?) “Suara apa itu ???” Tanyaku melepaskan pelukan Tiffany. Kulihat wajah Tiffany tambah memerah.

“Mianheee… aku dari kemarin belum makan apa-apa.” Jawab Tiffany tanpa dosa.

“Aissshhh… kau ini benar-benar.” Ucapku sambil berdiri. Aku berjalan menuju almari pakainaku dan mengambil t-shirt dan celana.

“KAU MAU APA ???” Teriak Tiffany.

“Aissshhh… aku mau ganti pakaian.” Jawabku sambil tersenym evil. Ku lepas handuk yang melilit di perutku tanpa memperdulikan Tiffany yang masih duduk di pinggir tempat tidur. Dan dengan reflek Tiffany langsung menutup matanya dan mengubah posisi duduknya membelakangiku.

“KYAAAA… KAU BENAR-BENAR TIDAK PUNYA MALU.” Teriak Tiffany. Aku tidak memperdulikan ocehan-ocehan Tiffany.

Tidak lama setelah ku pakai pakaianku. Aku berdiam diri melihat Tiffany masih terlihat menutup matanya dengan tanganya, aku berjalan pelan dan medekatinya.

“YAAAA…” Teriakku membuantya kaget.

“KYAAA !! kau sudah ganti pakaian ???” Tanya Tiffany dengan tangan masih menutupi matanya.

“Aniiiooo… aku masih telanjang, kau mau lihat ???” Tanyaku, mencoba melepaskan tangan Tiffany yang mencoba menutupi matanya.

“KYYAA !!!” Teriak Tiffany yang akhirnya melepaskan kedua tangan yang menutupi matanya. Tiffany terkejut melihatku yang sudah memakai wajah. “Kau mempermainkanku lagi !!!” Rengek Tiffany.

Aku hanya tersenyum melihat tingkah laku Tiffany, yang seperti anak kecil. “Kau mau makan apa ???” Tanyaku membuat raut wajah Tiffany berubah senang.

“Ne ??? makan ???” Tanya Tiffany dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

“Kau istirahat saja, nanti jika sudah siap kau akan kupanggil.” Jawabku, sambil meninggalkan kamar.

Author POV

“Kau istirahat saja, nanti jika sudah siap kau akan kupanggil.” Jawab Siwon sambil meninggalkan Tiffany di kamarnya.

Tiffany terlihat bingung. “Namja itu bisa masak ???” Gumam Tiffany. “Arggghhh… aku benar-benar lelah dan lapar.” Ucap Tiffany sambil menjatuhkan tubuhnya di kasur empuk Siwon.

Di dapur…

“Yeoja itu benar-benar lugu, dan mudah percaya kata-kata orang. Mungkin jika dia tidak bertemu denganku, dia bisa dijual orang untuk jadi pelayan.” Gumam Siwon sambil memotong beberapa sayuran.

Setengah jam kemudian…

Siwon membawa nampan yang berisi soup, nasi dan jus jeruk kekamarnya. Dia melihat Tiffany yang sedang tertidur lelap. Siwon meletakkan nampan, di meja yang berda di samping timpat tidur.

Siwon duduk di pinggir tempat tidur. Dilihatnya wajah Tiffany yang sedang tertidur lelap. “Yeppo…” Gumam Siwon.

“Chagiyaaa… makan siang sudah siap…” Bisik siwon ditelinga Tiffany.

Tiffany hanya mengubah posisi tidurnya, tanpa membuka matanya.

“Chagiyaa… ironaaa…” Bisik Siwon lagi dan Tiffany tetap tidak membuka matanya.

“Asiiihhh… apa aku harus menggunakan cara kasar ??” Gumam Siwon. “Ehemmm… HWANG MINYOUNG… IRONAA !!!” Teriak Siwon membuat Tiffany terduduk dengan mata masih tertutup.

“Ne… Appa wae ???” Ucap Tiffany dengan mata tertutup.

Siwon yang sudah tidak tahan lagi, naik ketempat tidur, Siwon sudah bersiap-siap untuk mengeluarkan suara merdunya (?) Tapi melihat wajah Tiffany yang sedang tertidur, Siwon mengurungkan niatnya.

Siwon menatap lekat-lekat wajah Tiffany. “Yeppo noumu yeppo…” Gumam Siwon. Mata Siwon tertuju kepada bibir manis Tiffany. Entah setan mena yang merasuki tubuh Siwon. Siwon mendekatkan wajahnya, dan Chu~~ bibir Siwon menempel di bibir Tiffany.

Tiffany yang sedang tenggelam didalam mimpi indahnya, seorang pangeran yang wajahnya tidak terlalu jelas seperti menciumnya. Tidak lama kemudian, pangeran itu melepas ciumanya, membuat wajah Tiffany berubah menjadi kecewa.

Siwon melepaskan ciumanya, dia melihat aneh ke wajah Tiffany yang berubah menjadi kecewa. Tukkk… “Inona Minyoung-ah…” Ucap Siwon sambil memukul pelan kepala Tiffany.

Akhirnya Tiffany membuka matanya, di terkejut melihat wajah Siwon berada tepat didepan wajahnya. “Kyaaaa… apa yang kau lakukan ??” Terian Tiffany sambil mendorong tubuh Siwon yang sangat dekat dengan tubuhnya.

“Kau yang kenapa, tidur dengan mulut, dimaju-majuin. Lagi mimpi yadong ya ???” Ejek Siwon membuat Tiffany menyipitkan mata sipitnya.

“Aissshhh… ne… aku sedang bermimpi dicium seorang pangeran. Any problem ???” Ucap Tiffany, yang membuat Siwon tersenyum.

“Katanya kau lapar…” Ucap siwon sambil menunjuk nampan yang penuh dengan soup, nasi dan jus jeruk.

Wajah Tiffany yang tadinya marah, berubah senang melihat makanan didepanya. “Untukku ???” Tanya Tiffany manja.

Siwon hanya menganggukkan kepalanya. Tanpa basa-basi Tiffany segera menyambar soup dan nasi yang sudah disiapkan Siwon.

Tiba-tiba… Ting… Tong… Suara bel apartemen Siwon berbunyi. “Nuoowwgu ???” Tanya Tiffany dengan mulut penuh nasi.

“Mwo ??? telan dulu makananmu itu !!!” Ucap Siwon sambil meninggalkan Tiffany yang tengah asik makan.

Siwon membuka pintu apartemenya. Dan seorang Ahjussi, dengan pakaian resmi berdiri di balik pintu apartemen Siwon. Dia adalah Mr. Lee. Mr. Lee membungkukkan badanya setelah melihat Siwon membuka pintu apartemen.

Siwon mempersilakan Mr. Lee masuk. Siwon duduk di sofa ruang tamu “Ada apa ???” Tanya Siwon kepada Mr. Lee.

“Ini soal acara pernikahanmu.” Jawab Mr. Lee, membuat Siwon terkejut.

“Mwooo ??? pernikahan, apa Halmoni sudah gila, bukan berarti kalo aku bilang akan segera menikah, siangnya aku benar-benar akan menikah.” Ucap Siwon kepada Mr. Lee.

“Ini permintaan Halmonimi, satu jam lalu, keadaan Halmonimu memburuk lagi, dan sebelum dia meninggal, dia berharap bisa melihat cucu satu-satunya menikah.” Bujuk Mr. Lee agar Siwon mau segera menikah.

“Aku tahu pasti kau dan Halmoni bekerja sama untuk membohongikukan ???” Tolak Siwon.

Tiba-tiba, Tiffany keluar dari kamarku. “Siwon-ssi …” Panggil Tiffany bingung melihat Mr. Lee.

“Mrs. Hwang…” Panggil Mr. Lee sambil membungkukkan badannya.

Melihat perlakuan Mr. Lee Tiffany tambah bingung. “Dia Mr. Lee, orang kepercayaan Halmoniku.” Terang Siwon memperkenalkan Mr. Lee kepada Tiffany.

“Oh…. Ne… Anyeonghasseyo…” Sapa Tiffany. Tiffany duduk disamping Siwon. “Ada apa ???” Bisik Tiffany ditelinga Siwon.

“Mrs. Hwang.” Panggil Mr. Lee.

“Panggil Tiffany saja.” Potong Tiffany.

“Ne… Tiffany-ssi, kedatanganku kemari untuk membicarakan rencana pernikahanmu dengan tuan muda.” Terang Mr. Lee membuat Tiffany terkejut.

“MWOOO ??? MENIKAHHH ???”

__TBC__

>>THANKS FOR READING AND DON’T BE SILENT READER<<