Tags

, , ,

Author : Mayshawolelf

Cast : Minho (SHINee), Yuri (SNSD)

Suport Cast : SHINee Member

Genre : Romance, Comedy, Family

Length : Sequel

Rating : PG+18

Author POV

“Lupakan malam ini !!!” Ucapan itu masih terngiang di telinga Minho. Bagaimana bias Yuri meminta Minho melupakan apa yang telah terjadi tadi malam di mobil. Selama pelajaran Minho terlihat tidak konsentrasi.

Bel tanda istirahat berbunyi. “Kau kenapa, tidak seperti biasanya kau melamun saat pelajaran ???” Tanya Jonghyun yang dari tadi mengamati Minho.

“Aniooo… aku tidak apa-apa.” Jawab Minho, membuat Key dan Onew melihat aneh kearahnya.

“Jinja ??? Lalu kenapa dari tadi kau melamun ??? Apa kau sedang ada masalah ??.” Timpal Key, yang sependapat dengan Jonghyun.

“Hyuuuunnnggg…” Teriak Taemin yang baru masuk kelas. “Ada apa kenapa semua berkumpul disini ?? Dan Minho Hyung bagaimana kemarin malam ???” Tanya Taemin membuat Key, Jonghyun, dan Onew melihat kearah Taemin.

“Semalam ada apa ???” Tanya Onew kepada Minho.

“Aissshhh… kau ini benar benar tidak bias menyimpan rahasia orang.” Ucap Minho kepada Taemin.

“Ne… mianhe aku lupa.” Ucap Taemin sambil menutup mulutnya yang ember.

Minho meninggalkan ketiga temannya yang terlihat bingung. Taemin yang akan menyusul Minho dihadang hyung-hyungnya.

“Kau mau kamana ???” Tanya Onew.

“Apa ada sesuatu yang kau rahasiakan dari kami ???” Tanya Jonghyun.

“Ne… aku ini Hyungmu jadi ceritakanlah apa yang terjadi kemarin malam ??? ” Tambah Key.

Mereka bertiga memojokkan Taemin.

“Minhooo… hyunggg…” Teriak Taemin meminta pertolongan Minho yang sudah jauh.

Taemin duduk di kursi dan siap di introgasi oleh ketiga Hyungnya.

“Apa yang kau sembunyikan dari hyungmu Taemin ???” Tanya Key sambil menyipitkan matanya yang sudah sipit.

“Aniiooo… aku tidak menyembunyikan apa-apa.” Ucap Taemin. “Hyung aku harus pergi aku belum mengerjakan PRku.” Tambah Taemin.

Onew dan Jonghyun menghalangi Taemin.

“Kita belum selesai.” Ucap Onew.

Tiba-tiba Minho datang. “Kalian ini jangan ganggu Taemin.” Ucap Minho membantu Taemin. “Aku akan menceritakan semua jika masalahku sudah selesai.” Tambah Minho membuat Onew, Jonghyun, Key dan Taemin bingung.

Hari ini Minho berjanji untuk menemani Taemin, karena Key dan Yuri sedang tidak ada dirumah.

“Kemana Hyung dan Noonamu ???” Tanya Minho kepada Taemin.

“Key Hyung sepertinya sedang merencanakan sesuatu dengan Jonghyun dan Onew Hyung.” Jawab Taemin. “Hyung berapa lama kau akan menyembunyikan semua ini dari Key Hyung dan lainya ???” Tambah Taemin.

“Kau tahukan mereka terlalu berlebihan, apa lagi jika KiBum tahu kalau aku menyukai noonyanya aku bias dibunuh.” Jawab Minho.

“Brakkkk…” Suara pintu. Minho dan Taemin melihat Yuri yang tergesa-gesa.

“Ada apa dengan Noonama ???” Tanya Minho.

“Mollaso…” Jawab Taemin.

“Taemin-goon, ikut aku !!!” Ajak Yuri membuat Taemin bingung.

“Kemana Noona ???” Tanya Taemin.

“Kita harus kerumah halmoni.” Ajak Yuri, membuat Taemin bingung.

“Mwooo ??? lalu siapa yang jaga rumah ???” Tanya Taemin.

Tiba-tiba Key datang. “Noona wae ???” Tanya Key setelah menerima pesan dari Yuri.

“Kesehatan halmoni menurun, kita disuruh kerumah halmoni sekarang.” Terang Yuri.

Minho yang terlihat bingung hanya diam mendengarkan ocehan mereka.

“Noona kau dirumah saja, kau bilang kau ada skripsi, biar aku dan Taemin yang kerumah Halmoni,” Tawar Key membuat Minho tersenyum.

“Ne… benar apa yang dikatakan Key Hyung.” Ucap Taemin. “Minho Hyung kau temanai Yuri Noona saja ya.” Tambah Taemin membuat Minho semakin senang saja.

“Ne… ??? aku ikut saja.” Tolak Yuri membuat Key menyipitkan matanya.

Setelah berdebat Yuri akhirnya menyerah kepada kedua dongsaengnya.

“Noona baik-baik dirumah !!!” Teriak Taemin senang melihat Noonya dengan Minho.

Setelah kedua dongsaengnya pergi…

“Yuri-ya…” Bisik Minho di telinga Yuri, membuat Yuri terkejut.

“Kyyaaaa… kau apa-apaan sih ???” Teriak Yuri membuat Minho tersenyum senang. “Cepat pulang sana !!!” Perintah Yuri kepada Minho.

“Ne ??? kau berani di rumah sendiri ??? kau tidak takut jika ada hantu atau rampok saat kau tidur nanti malam.” Ucap Minho menakut-nakuti Yuri.

Yuri yang polos akhirnya termakan omongan Minho. “Jinjayo ??? beberapa malam ini aku sering mendengar suara yeoja yang menagis.” Terang Yuri yang tidak sadar tanganya merangkul tangan Minho.

“Jadi kau mengijankanku menemanimu malam ini ???” Tanya Minho dengan senyum lebarnya.

“Ne… kau bias tidur dikamar Taemin atau Key.” Jawab Yuri terpaksa menerima tawaran Minho.

Yuri POV

Malam ini kedua dongsaengku KiBum dan Taemin ke rumah Halmoni yang sedang menurun kesehatanya. Dan dengan terpaksa aku menerima tawaran Minho untuk menemaniku malam ini karena tugas skripsiku yang harus segera di kumpulkan.

Beberapa kali kulihat pintu kamarku. Khawatir jika Minho macam-macam dan masuk kekamarku. Sepertinya malam ini aku tidak akan tidur, batinku.

Jam menunjukkan jam 12 pagi, dan aku masih belum bisa tidur. Kuputuskan untuk melihat apa Minho sudah tidur. Kulihat televisi masih menyala dan Minho masih duduk terjaga di sofa didepan televisi.

“Kau belum tidur ???” Tanyaku kepada Minho yang sibuk menoton pertandingan sepak bola.

“Ne… aku selalu begadang kalau besok aku tidak masuk sekolah.” Jawab Minho yang serius menonton pertandingan bola di televisi.

Aku beranikan duduk di sofa bersama Minho. Kulihat Minho masih focus dengan pertandingasn sepakbola.

Tiba-tiba… Minho mendorong tubuhku ke sandaran pinggir sofa.

“Kenapa kau belum tidur ???” Tanya Minho yang jarak wajahnya tidak jauh dari wajahku, membuatku bisa mencium harum tubuh Minho.

“Aniooo… aku tidak bias tidur karena mendengar suara televisi yang masih menyala.” Ucapku sambil mencoba mendorong tubuh Minho, yang bisa dibilang menindih tubuhku.

“Kenapa kau memintaku melupakan kejadian malam itu ???” Tanya Minho, membuatku berhenti mendorong tubuhnya.

“Ne ??? melupakkan apa ???” Tanyaku yang bingung dengan apa yang Minho ucapkan.

Tiba-tiba kurasakan sesuatu yang basah menyentuh bibirku. Yupsss… itu adalah bibir Minho, dan tidak lama kemudian Minho melepas ciumanya.

“Ige… kenapa aku harus melupakan kejadian malam itu, apa kau mulai menyukaiku ???” Tanya Minho membuatku terkejut.

“Mwo ??? aku menyukaimu ??? bagaimana bisa, kau itu hanya anak kecil, seperti KiBum dan Taemin bagiku.” Jawabku. Entah kenapa aku seperti berbohong pada diriku sendiri.

Minho mengubah posisinya, duduk menghadap televisi. “Jinja ??? sepertinya kau memang hanya menganggapku seperti Key dan Taemin.” Ucap Minho membuatku kasihan.

“Ne… Mianhe Minho-ya… aku menyayangimu seperti KiBum dan Taemin.” Ucapku menenangkan Minho.

Aku meninggalkan Minho dan  kembali kekamar. Di kamar entah kenapa aku merasa jika membohongi diriku sendiri, entah kenapa beberapa hari ini aku melihat Minho seperti seorang Namja. “Adweee… kau tidak menyukai Minho sebagai Namja.” Ucapku kepada diriku sendiri.

Aku mencoba tidur, tapi entah kenapa aku masih kepikiran, apa benar aku menyayangi Minho sebagai seorang Namja ???

Kulihat jam didinding kamarku menunjukkan jam 2. “Arrgghh… Yuri-ya ada apa dengan dirimu ???” Batinku sambil mengacak-ngacak rambutku.

Entah kenapa aku ingin melihat apa Minho sudah tidur. Ku buka pintu kamarku, kulihat televisi sudah mati. “Apa Minho sudah tidur ??” gumamku sambil berjalan pelan takut jika Minho tahu.

Kulihat Minho sudah tertidur lelap di sofa. Kulihat lebih dekat wajah Minho yang tertidur di sofa. “Aiggooo… noumu kyeopta… seperti bayi saja.” Batinku melihat wajah Minho saat tertidur.

Kulihat lekat-lekat wajah Minho, dan entah kenapa mataku tidak bias lepas melihat bibir Minho. “Aiisss…. Ada apa denganku ???” Batinku.

Tiba-tiba… Chu~~ tanpa sadar bibirku menyentuh bibir Minho. “Apa yang barusan aku lakukan.” Batinku.

Aku segera berdiri dan bergegas meninggalkan Minho. Tiba-tiba ada yang memegang tanganku. Yupsss… itu tangan Minho. Kulihat Minho membuka matnya. Apa tadi dia tidak tidur ??? Batinku.

Minho mengubah posisinya menjadi duduk dan menarik tanganku sehinnga aku terjatuh kepangkuan Minho.

“Apa aku tidak mimpi ???” Tanya Minho sambil mengucek-ngucek matnya.

“Kyyaaa… apa yang kau lakukan.” Ucapku mencoba bangun tetapi Minho menahanku.

“Ternyata bukan mimpi.” Ucap Minho senang. “Apa yang barusan mencium bibirku itu…” Ucap Minho sambil  menunjuk kearahku.

“Aniooo… mungkin kau hanya mimpi.” Bantah ku.

“Jinja ??” Tanya Minho, yang mendekatkan wajahnya ke wajahku.

Aku mencoba bangun sebelum wajah Minho semakin dekat dengan wajahku. Tetapi sia-sia tangan Minho sudah melingkar di pinggangku.

Wajah Minho semakin dekat dengan wajahku, aku menutup mataku, kurasakan bibir Minho menyentuh bibirku. Entah kenapa tubuhku tidak menolak ciuman Minho dan tiba-tiba dadaku berdetak kencang. Yuri-ya sepertinya kau benar-benar menyukai namja ini, batinku.

Entah kenapa Minho melepaskan ciumanya. Kenapa aku merasa sedikit kecewa, batinku.

“Wae ??? apa kau kecewa ??” Tanya Minho membuatku terkejut.

“Aniooo… apa maksudmu kecewa ???” Tanyaku yang tidak bias menutupi wajahku yang kurasakan merah padam.

Tiba-tiba Chu~~ Minho mencium bibirku. “Jinjayo ??” Tanya Minho, membuatku tidak tahan merasakan ciuman Minho lagi.

Minho menyentuh lembut pipiku yang sudah memerah. “Kau semakin manis saja.” Ucap Minho membuat wajahku semakin memerah.

Arrggghhh… aku benar-benar tidak tahan, melihat wajah Minho yang begitu dekat dengan wajahku. Entah setan mana yang merasuki, ku majukan wajahku hingga bibirku menyentuh Minho. Aku tidak bias menahan semua perasaanku, sepertinya aku benar-benar menyukai namja yang lebih muda dariku.

Kulingkarkan tanganku di leher Minho, kurasakan Minho mulai melumat bibirku bawahku, aku tidak tinggal diam kulumat bibir atas Minho.

Kurasakan tangan Minho mencoba membuka piamaku. Kulepaskan ciumanku, dan menatap lekat-lekat Minho. “Kau jangan macam-macam !!!” Ucapku sambil menyipitkan mataku.

“Mianheee…” Ucap Minho dengan wajah tampa dosanya. Benar-benar menggemaskan, batinku.

Minho mulai mendekatkan wajahnya. Entah kenapa lama-lama kulihat wajah Minho, aku seperti melihat wajah KiBum yang sedang marah Aisshhh….

“Stoppp…” Ucapku menghentikan Minho. Kulihat wajah Minho sedikit bingung. “Lupakan apa yang sudah terjadi malam ini !!” Ucapku sambil berdiri dari pangkuan Minho.

Minho POV

Apa aku sedang bermimpi, ini seperti bukan Yuri yang aku kenal selama ini, Yuri yang selalu menganggapku seperti dongsaengnya, tapi aku merasa Yuri sudah menganggapku seperti namja. Entah berapa lama kita berciuman, tangan Yuri melingkar di leherku. Kulumat bibir Yuri yang mencoba melumat bibirku.

Aku sudah tidak bisa menahan gejolak didalam tubuhku. Tanganku yang bebas, mencoba melepaskan kancing piama Yuri. Tiba-tiba Yuri melepas ciumanya dan memegang tanganku yang sudah berhasil membuaka dua kancing atas piama Yuri.

“Kau jangan macam-macam !!!” Ucap Yuri sambil menyipitkan matanya.

“Mianhe…” Ucapku, mungkin aku terlalu berlebihan juga, batinku.

Kulihat Yuri sudah tenang, kudekatkan wajahku ke wajah Yuri, tiba-tiba “Stoppp…” Ucap Yuri membuatku menurunkan niatku. “Lupakan apa yang sudah terjadi malam ini !!” Ucap Yuri sambil berdiri dari pangkuanku.

Aku tidak percaya dengan apa yang dikatakan Yuri, kat-kata yang diucapkan saat malam lalu.

Kulihat wajah Yuri menjadi bingung. Dan Yuri meninggalkanku, berjalan kekamarnya.

“Argghhh… yeoja itu benar-benar aneh, kadang ini, kadang itu.” Gumamku.

Apa Yuri menganggapku hanya bermain-main denganya. Apa dia tidak percaya bahwa aku benar-benar menyukainya, batinku.

Dari pada pusing, memikirkan perasaan Yuri, kuputuskan untuk bertanya langsung kepada Yuri. Ku ketuk pintu kamar Yuri. “Yuri-ya …” Panggilku.

Yuri membuka pintu kamarnya. “Mwo ???” Tanya Yuri, aku mendorong pelan pintu kamar Yuri, dan mencoba masuk kekamarnya. “Kau mau apa ???” Tanya Yuri yang tidak membiarkanku masuk kekamarnya.

“Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu.” Jawabku, sambil mendorong pintu kamar Yuri.

“Tanya saja, tapi kau jangan masuk kekamarku !!!” Ucap Yuri, yang masih menahan pintu agar aku tidak bias masuk.

“Kenapa aku tidak boleh masuk ?? aku tidak akan macam-macam.” Tanyaku .

“Kalau kau masuk, aku takut tidak akan membiarkanmu keluar dari kamarku malam ini.” Ucap Yuri membuatku terkejut.

Apa aku tidak salah dengar, batinku. Kudorong pintu denga kuat, hingga akhirnya aku bisa masuk kekamar Yuri. Yuri terlihat khawatir, melihatku masuk kekamarnya. “Apa benar kau tidak akan membiarkanku pergi dari kamarmu mala mini ???” Ledekku membuat wajah Yuri memerah.

Tiba-tiba Yuri mendorong tubuhku hingga terjatuh di tempat tidur Yuri. “Ne… aku tidak akan membiarkanmu keluar dari kamarku malam ini !!!” Ucap Yuri, membuatku benar-benar terkejut.

Aku bingung apa yang akan Yuri lakukan setelah ini. Tiba-tiba Yuri menindih tubuhku dan tanpa berbicara apa-apa… Chu~~ sesuatu yang lembut menyentuh bibirku. Aku terkejut dengan apa yang Yuri lakukan. Tidak lama kemudian Yuri melepaskan ciumannya.

Kulihat wajah Yuri memerah. “Kau benar-benar manis, saat wajahmu memerah.” Ucapk usambil membelai pipi merah Yuri.

Yuri tidak berkata apa-apa. Sepertinya ini saatnya aku beraksi, batinku. Kudorong tubuh Yuri, hingga posisiku berada diatas tubuh Yuri.

“Kyyaaaa… apa yang mau kau lakukan ???” Tanya Yuri yang wajahnya berubah takut.

“Wae ??? bukanya ini yang kau inginkan ???” Tanyaku membuat Yuri bingung.

“Aniiiooo… aku hanya bercanda tadi.” Jawab Yuri mencoba mendorong tubuhku yang berada diatas tubuh Yuri.

“Kau tahu aku ini seorang namja, jadi jangan coba-coba menggodaku seperti tadi.” Ucapku sambil tersenyum evil.

“Ne… arassooo… sekarang menyingkir dari tubuhku !!!” Pinta Yuri kepadaku.

Ku amati wajah manis Yuri, benar-benar cantik, batinku. Ku sentuh lembut pipi Yuri, ku dekatkan wajahku ke wajah Yuri. Kulihat Yuri menutup matanya. “Yuri-ya~~  Saranghae~~” Bisikku, membuat Yuri membuka kedua matanya.

Aku terkejut karena tangan Yuri melingkar di leherku, dan Chu~~ sesuatu menyentuh bibirku. Apa lagi kalau bukan bibir manis Yuri. Sepertinya ini jawaban dari Yuri, akhirnya aku bisa membuat yeoja ini jatuh cinta kepadaku, batinku.

Kurasakan suasana dikamar Yuri semakin panas, kuturunkan ciumanku di leher Yuri dank u tinggalkan beberapa jejak merah dileher Yuri. Terdengar suara-suara yang keluar dari mulut Yuri, yang membuatku semakin tidak tahan.

Yuri mendorong tubuhku hingga posisi Yuri berada diatasku, bibir kami masih berpanggutan satu sama lain, sesekali ku gigit bibir bawah Yuri.

Yuri mencoba membuka kancing piyama yang ia kenakan. “Changkaman apa yang akan Yuri lakukan ??? Apa Yuri mau melakukan hal itu ??” Batinku.

Tidak lama kemudian semua kancing piyama Yuri sudah terlepas. Ku lepaskan ciumanku, dan ku lihat tubuh Yuri dengan bra pink yang menutupi kedua gundukan di dada Yuri.

“Aigggooo… Minho apa yang kau tunggu lagi ??” Batinku, melihat kulit coklat Yuri yang benar-benar menggoda.“Aniiioo… Kau jangan macam-macam, ingat Key dan Taemin.” Batinku, sambil membaynagkan wajah Key yang marah dan wajah lugu Taemin.

Kurasakan tangan Yuri membelai lembut pipiku, pertanda dia memperbolehkanku untuk melakukan apa saja malam ini. Tetapi melihat wajah lugu Yuri, dan mengingat Key dan Taemin kuputuskan untuk menyudahi malam ini.

“Mianhe…” Ucapku membuat Yuri bingung.

Ku kancingkan kancing piyama Yuri yang sudah terlepas.

“Wae ??? kau tidak mau melakukanya ???” Tanya Yuri dengan wajah kecewa.

“Mianhe… aku masih 18 tahun, dan aku masih sekolah, kau maukan menungguku hingga aku siap nanti ???” Jawabku, membuat bibir Yuri manyun. “Keyopta…” Ucapku sambil mencubit pipi Yuri.

“Kyaaaa…” Teriak Yuri.

Aku bangun dan meninggalkan Yuri, untuk tidur.

“Changkaman !!! temani aku tidur malam ini !!!” Pinta Yuri membuatku terkejut. Yuri berjalan kearahku. “Tadi sudah kubilang kalau kau tidak akan kubiarkan keluar malam ini. Jadi temani aku tidur !!!” Ucap Yuri sambil menarikku kembali ke tempat tidur.

“Yaaa… kau tahukan aku ini namja, jadi jangan salahkan jika kun anti macam-macam saat kau tidur !!” Ancamku, tetapi Yuri tidak menggubrisnya.

Yuri mendorong tubuhku hingga terhatuh di tempat tidur. “Kau itu bukan namja. Kau itu hanya seorang anak kecil seperti Taemin. Jadi untuk apa aku takut ???” Ucap Yuri sambil membaringkan tubuhnya disampingku.

Aku tersenyum melihat Yuri yang pura-pura menutup mata. Mungkin tidak apa jika aku hanya menemanimu tidur seperti ini, batinku sambil memandangi wajah polos Yuri saat tertidur.

Author POV
Jam menunjukkan jam 9 pagi. Hari ini hari minggu, Minho dan Yuri masih terlelap didalam mimpi mereka yang indah.

Di luar rumah…

Taemin dan Key baru tiba dari rumah Halmoni. Taemin yang sedang bermasalah dengan perutnya segera berlari memasukki rumah, meninggalhan Hyungnya Key yang sibuk memasukkan mobil.

“Aigggooo…” Ucap Taemin berlari kekamar mandi yang berada didepan kamar Yuri.

Taemin terkejut, melihat seorang pasangan yang sedang tiertidur dikamar Noonanya. Entah kenapa masalah perut Taemin tiba-tiba menghilang. Taemin tidak jadi kekamar mandi, dan berjalan pelan menuju Kamar Noonanya.

Taemin terkejut melihat Minho dan Noonya masih tertidur lelap dengan posisi berpelukan.

“Taemin-ahh…” Panggil Key yang berjalan ditangga.

Taemin terkejut mendengar Hyungnya, “Apa yang harus aku lakukan ??” Gumam Taemin yang bingung.

“Apa yang sedang kau lakukan ???” Tanya Key melihat sikap aneh dongsaengya didepan kamar  Noonanya.

Key berjalan menghampiri Taemin. “Hyunggg … berhenti !!” Teriak Taemin membuat Yuri dan Minho membuka matanya.

“Kyaaaa… Kau jangan berteriak-teriak !!” Ucap Key membuat Yuri dan Minho kebingungan mendengar suara Key didepan kamar.

Key sudah berada didepan kamar Noonya, dan Taemin mencoba menutup-menutupi agar Key tidak melihat kedalam kamar tapi sudah terlambat. Key melihat sepasang namja dan yeoja sedang berada di satu tempat tidur.

“KYAAAA !!! APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN ???” Teriak Key …

__TBC__

>>THANKS FOR READING AND DON’T BE SILENT READER<<