Tags

,

Author : MayShawolElf

Cast : Siwon (Super Junior), Tiffany (SNSD)

Genre : Romance, Comedy, Family

Length : Sequel

Rating : PG-17

Anyeonggg yorobunnn😀

Author yang sering ngilang tanpa kabar ini akhirnya come back #dilempar sandal sama reader

hehehehe… mianhe, jeongmal mianhe gag bisa post hampir satu bulan lebih dikarenakan dibuk #soksibukmodeon😀

tapi tenang sekarang author sudah senggang dan bisa post FF lagi😀

Aisshhh,,, gag usah banyak cincong, langsung aja sebelum reader ngamuk-ngamuk, cekidot —->

Author POV

“MWOOO ??? MENIKAHHH ???” Teriak Tiffany membuat Mr. Lee terkejut.

“Ne… Sangjanim, ingin mempercepat pernikahan kalian. Beliau takut jika, sebelum sangjanim meninggal dia tidak bisa melihat cucu satu-satunya yang ia sayangi belum menikah.” Terang Mr. Lee sambil melirik kearah Siwon.

Tiffany melihat bingung kearah Siwon. Siwon hanya menghela nafas panjang. “Ne… aku dan Tiffany akan memberikan jawaban besok Mr. Lee.” Ucap Siwon membuat Tiffany terkejut. “Dan jika tidak ada urusan lain, kau bisa pergi.” Tambah Siwon.

Setelah Mr. Lee pergi meninggalkan apartemen Siwon.

“Siwon-ssi, bagaimana besok ?? Apa kau serius memberikan jawaban buat besok ??? Dan apa jawabanmu untuk besok ???” Tanya Tiffany kepada Siwon yang sedang duduk di sofa.

“Hwang Minyoung, kau cerewet sekali…” Jawab Siwon yang sedang memikirkan rencana untuk besok.

Tiffany terlihat kesal mendengar jawaban Siwon. “Bagaimana bisa namja ini menyuruhku tenang disaat seperti ini. Arrrggggghhh kenapa hidupku sesial ini ??? Baru beberapa hari tinggal di Seoul aku sudah harus menerima cobaan sebesar ini” Batin Tiffany meratapi nasibnya.

“Kita menikah saja !!!” Ucap Siwon tiba-tiba.

“MWO ???” Teriak Tiffany yang tidak percaya dengan apa yang barusan Siwon katakana.

“Ne… semacam pernikahan kontrak.” Tambah Siwon.

“MWWOOO ??? KAU MAU BERMAIN-MAIN DENGAN SESUATU YANG SAKRAL ???” Teriak Tiffany yang terkejut mendengar ucapan Siwon.

“Kau itu jangan teriak-teriak bisa tidak ??? Suaramu itu benar-benar membuat telinga sakit. Oh iya, kau katanya ingin bicara sesuatu tadi ???” Tanya Siwon.

“Oh neee… aku ingin bertanya sesuatu, apa boleh aku meminjam telfon rumahmu untuk menghubungi Appaku. Kau tahukan gara-gara kau semua harta bendaku hilang. Dan lihat dari aku tiba di Seoul aku masih memakai pakaian yang sama.” Terang Tiffany.

“Ne… kau pakai saja telfon rumahku.” Ucap Siwon sambil berdiri dari sofa. “Aku mau keluar sebentar, kau mau titip apa ???” Tambah Siwon.

“Belikan aku pakaian.” Jawab Tiffany yang lupa dengan kemarahanya, dengan smiling eyesnya.

“Berapa ukuran dadamu dan pinggulmu ???” Tanya Siwon membuat Tiffany terkejut.

“KYAAAA… KAU BENAR-BENAR TIDAK SOPAN !!!” Teriak Tiffany sambil memukul Siwon dengan bantal sofa.

“Aissssshhh…Jangan salahkan aku jika nanti aku membeli pakaianmu kebesaran.” Ucap Siwon sambil tertawa.

“KAU JANAGN TERTAWA !!!” Teriak Tiffany lagi.

Siwon hanya tertawa melihat tingkah laku Tiffany saat marah. “Stooppp !! I have to go !!!” Ucap Siwon membuat Tiffany berhenti memukuli Siwon dengan bantal sofa.

Siwon meninggalkan Tiffany di apartemen.

Sekarang Tiffany sendiri di apartemen Siwon. “Arrrggghhh namja itu benar-benar kurang ajar. Bagaimana bisa bertanya sesuatu seperti itu kepadaku.” Gumamku, sambil mengetik tombol telfon.

Tuttt… tuttt… “Hallo ??? Goodmorning …” Jawab seorang pria diseberang telfon.

Appa, this is me Tiffany.” Jawab Tiffany dengan pria yang tidak lain adalah Appany yang berada di Amerika.

“Oh… Tiffany, bagaimana keadaanmu, kenapa kau tidak mengubungi Appa, setelah kau sampai di Seoul ???” Tanya Appa Tiffany di seberang telfon.

“Ahhh… itu, mianhe appa aku kehilangan ponselku, jadi aku baru bisa menghubungi Appa sekarang.” Jawab Tiffany.

“Ohhh… ne… sekarang kau tinggal dimana ??? kau tahu kalau kau butuh apa-apa, kau bisa meminta tolong Ahjumma dan Ahjushimu.” Ucap Tiffany Appa, membuat Tiffany sedih.

“Ne… Appa tidak usah khawatir lagi, aku baik-baik saja di Seoul, temanku juga baik disini, mau memberi tumpangan di rumahnya.” Terang Tiffany mencoba membuat Appanya tidak khawatir lagi.

“Oh… Jinja ??? Kalau begitu bolehkah Appa berbicara dengan temanmu itu ???” Pinta Tiffany Appa, membuat Tiffany terkejut,

“Oh… dia sedang keluar Appa, oh ya… karena aku meminjam telfon rumah  chingguku aku tidak bisa bicara lama-lama dengan Appa.” Jawab Tiffany.

“Oh… it’s okay… kalau begitu jaga baik-baik dirimu. Jika butuh bantuan kau ketempat Ahjussimu saja.” Ucap Tiffany Appa.

“Ne Appa… good bye…” Ucap Tiffany.

Bye…” Jawab Tiffany Appa dari sebrang telfon.

Tiffany meletakkan gagang telfon rumah Siwon. “Arrggghhh… aku lelah sekali…” Gumamnya.”Appa Mianhe aku harus membohongimu.” Tambah Tiffany sambil menyandarkan punggungnya di sofa.

Siwon POV

Aku meninggalkan Tiffany di apartemen sendirian. Dan menjalankan mobilku.

Beberapa menit kemudian aku tiba di sebuah butik, milik chingguku.

“Yeoja itu berapa ukuran tubuhnya ???” Gumamku sambil mengira-ngira.

….

Setelah membelikan pakaian Tiffany aku mampir ke supermarket, untuk membeli beberapa sayuran dan buah. Karena sejak kedatangan yeoja itu, semua makanan sudah habis hanya dalam satu hari.

Setelah selesai belanja aku kembali ke apartemen. setibanya di tempat parkir aprtemenku, kulihat seseorang yang tidak asing bagiku sedang berdiri disamping sebuah mobil. Dia adalah Mr. Lee, “Apa yang dilakukan Mr. Lee disini ???” Gumamku sambil keluar dari mobil

Aku berjalan menghampiri Mr. Lee. “Mr. Lee kenapa masih ada disini ???” Tanyaku.

“Ada yang ingin aku katakana kepadamu.” Jawab Mr. Lee.

Mr. Lee mengajakku ke sebuah restaurant, yang tidak jauh dari apartemenku.

“Sebenarnya ada apa Mr. Lee ??” Tanyaku. “Apa ini masalah tentang Halmoni ???” Tambahku.

“ Sebenarnya Sangjanim memintaku untuk tidak memberitahumu tentang masalah ini.” Jawab Mr. Lee sambil memberiku sebuah amplop cokelat.

“Ige Mboya ???” Tanyaku sambil melihat isi didalam amplop.

Aku terkejut melihat isi amplop tersebut. Itu adalah sebuah surat pernyataan dari rumah sakit.

“Sangjanim difonis terkena kanker paru-paru. Selama setahun ini beliau diam-diam mengikuti beberapa terapi untuk menyembuhkan kankernya. Dia tidak mau melihatmu sedih lagi, karena ditinggalkan orang yang kau sayangi. Tetapi….” Ucap Mr. Lee terhenti. “Tetapi dokter sudah menyerah karena kanker yang diderita Sangjanim sudah menyebar. Oleh karena itu dia sangat ingin melihatmu menikah, sehingga sangjanim bisa tenang meninggalkanmu.”

Aku terkejut mendengar penjelasan Mr. Lee. Kenapa nenek tua itu selalu seenaknya sendiri ??? apa aku begitu menyedihkan, batinku.

“Dan aku harap kau mau menerima permintaan Sangjanim untuk menikah. Kau tahu Sangjanim sangat senang melihatmu bersama yeoja itu.” Tambah Mr.Lee

“Ne, besok akan aku berikan jawaban.” Jawabku sambil bergegas pergi

Setelah berbicara dengan Mr. Lee aku kembali keapartemen. Kubuka pintu apartemen… “BWAAAAAAA ???” Teriak Tiffany yang tiba-tiba keluar dari balik pintu.

“Kau mau membuatku jantungan ya ???” Ucapku kepada Tiffany.

“Aiggooo… Mianhe, sini aku bantu !!” Pinta Tiffany sambil mengambil beberapa barang bawaanku.

“Oh… Ini untukku ???” Tanya Tiffany sambil menunjukkan kantong berisi pakaian, yang tadi aku belikan untuk Tiffany.

“Ne… Kau coba pakai dulu.” Jawabku, membuat Tiffany segera pergi mencoba pakaian yang baru aku belikan.

Beberapa menit kemudian, aku menunggu Tiffany yang sedang mencoba pakaian yang tadi aku belikan. Tiba-tiba aku ingat kata-kata Mr. Lee tentang Halmoni.

“Wowww… ini benar-benar pas.” Ucap Tiffany tiba-tiba membuyarkan lamunanku.

Kulihat Tiffany keluar dengan memakai kaos dan celana jeans yang tadi aku belikan.

“Ayo kita menikah !!!” Ajakku tiba-tiba, membuat Tiffany menatap tajam kepadaku.

Tiffany masih terdiam dan menatap tajam kepadaku. “Yaaa… jangan menatapku seperti itu.” Ucapku kepada Tiffany.

“Changkaman… apa aku tadi tidak salah dengar Siwon-ssi ???” Tanya Tiffany.

“Aniooo… aku serius, kau mau menikah denganku ???” Jawabku.

Tiffany POV

“Ayo kita menikah !!!” Ucap Siwon-ssi tiba-tiba.nenbuatku menatap tajam kearah Siwon-ssi.

Apa yang barusan namja ini katakana ??? aku tidak salah dengarkan ??? Batinku.

“Yaaa… jangan menatapku seperti itu.” Ucap Siwon-ssi membuyarkan lamunanku.

“Changkaman… apa aku tadi tidak salah dengar Siwon-ssi ???” Tanyaku mencoba memperjelas ucapan Siwon-ssi.

“Aniooo… kau mau menikah denganku ???” Jawab Siwon-ssi santai.

Aku benar-benar terkejut mendengar jawaban Siwon-ssi. “Aigooo… Siwon-ssi kau jangan bercanda, ini tidak lucu.” Ucapku membuat Siwon-ssi berdiri dan menghampiriku.

“Aniooo… aku serius, kau mau menikah denganku ???” Tanya Siwon-ssi kepadaku.

Aku tidak menjawab apa-apa dan hanya menggelengkan kepalaku.

“Tolong menikahlah denganku !!!” Ucap Siwon-ssi, sambil tangannya memegang tanganku.

Arggghhhh ada apa dengan namja, kenapa tiba-tiba mau mengajakku menikah ??? batinku.

Argghhh… Othoke ??? ada apa dengan namja, bukanya dia bilang hanya berpura-pura menjadi kekasihnya, tapi kenapa tiba-tiba mengajakku menikah ??? Batinku, sambil berendam di bathub. Dan apa yang harus aku katakana nanti, tambahku.

Beberapa menit kemudian aku keluar dari mandi. Kulihat tidak ada siapa-siapa di kamar Siwon-ssi. “Bagaimana aku bisa lupa membawa pakaianku.” Ucapku yang hanya menggunakan sehelai handuk untuk menutupi tubuhku.

“Kau sudah selesai ???” Tanya Siwon-ssi.

“KYAAAAA !!!” Teriakku terkejut melihat Siwon-ssi yang tiba-tiba masuk kedalam kamar.

“Aigoooo… berapa kali aku bilang jangan berteriak-teriak.” Ucap Siwon-ssi yang biasa saja melihatku yang hanya memakai handuk utuk menutupi tubuhku.

“KELUARRRR KAU !!!” Teriakku lagi.

“Aissshhh…. Kau tidak usah memperdulikan aku.” Ucap Siwon-ssi.

Aku segera mengambil pakaianku dan kembali kekamar mandi.

BRAAAKKK… suara pintu kamar mandi.

“Aisshhh… namja itu benar-benar…” Gumamku di kamar mandi.

Setelah memakai pakaianku. Kubuka pintu kamar mandi, Siwon-ssi sudah tidak ada dikamar.

Aku keluar dari kamar mandi. “Kau sudah selesai ???” Tany siwon-ssi yang tiba-tiba muncul dari balik tempat tidur.

“Kau suka sekali mengejutkan orang ya !!!” Ucapku kepada Siwon-ssi.

Aku duduk di pinggir tempat tidur, tiba-tiba Siwon-ssi duduk disampingku. “Othe ?? apa kau mau menikah denganku ???” Tanya Siwon-ssi.

Argghhh apa yang harus aku katakan, batinku. Tiba-tiba Siwon-ssi memberiku sebuah amplop. “Didalam amplop itu adalah alasan kenapa aku mengajakmu menikah.” Terang Siwon-ssi. “Aku akan membuat makan malam, dan beri jawabanmu secepatnya.” Tambah Siwon-ssi, sambil bergegas meninggalkan kamar.

Aku dikamar sendirian dengan sebuah amplop yang tadi diberikan Siwon-ssi. “Ige Mboya ???” Gumamku sambil membuka amplop yang tadi diberikan Siwon-ssi. Itu adalah sebuah surat pernyataan dari rumah sakit, yang menyatakan bahwa nenek Siwon-ssi terkena Kanker Otak, dan sudah stadium akhir. “Jadi alasan namja itu mengajakku menikah adalah ini.” Gumamku.

Apa aku terima saja tawaran Siwon-ssi, Tapi jika aku menerima permintaan Siwon-ssi untuk menikah, apa yang harus aku katakana kepada Appa nanti.

Tiba-tiba…

“Makan malam sudah siap…” Teriak Siwon-ssi dari dapur membuyarkan lamunanku.

“Oh Neee….” Jawabku. “Cepat sekali namja itu memasak.” Gumamku, sambil bergegas ke dapur.

Aku berjalan menuju dapur, sembari memikirkan jawaban yang nanti akan kepada Siwon-ssi. Kulihat Siwon-ssi sibuk menyiapkan makan malam di meja makan.

“Tunggu sebentar ya…” Ucap Siwon melihat kedatanganku.

Sebenarnya namja ini cukup baik, batinku sambil duduk dikursi. Kuamati Siwon-ssi dari kaki hingga kepala. Namja yang bisa dibilang tampan dan cukup mapan, mungkin tidak apa-apa juga aku, batinku malu.

“Yaaaa… kenapa kau senyam senyum sendiri, lihat kenapa wajahmu memerah seperti itu ???” Tanya Siwon-ssi membuyarku lamunanku.

“Aniooo… kau tidak tahu aku sudah sangat lapar.” Jawabku mencari alasan.

Author POV

“Yaaaa… kenapa kau senyam senyum sendiri, lihat kenapa wajahmu memerah seperti itu ???” Ucap Siwon kepada Tiffany.

“Aniooo… kau tidak tahu aku sudah sangat lapar.” Jawab Tiffany mencari alasan.

“Ne… arasso, kau ini benar-benar tidak sabaran ya.” Ucap Siwon sambil meletakkan piring untuk Tiffany dan dirinya. “Selesai… sekarang cepat makan sebelum cacing-cacing di perutmu mengamuk.” Ucap Siwon kepada Tiffany.

Tiffany terlihat senang melihat Kimchi Fried Rice didepan matanya. “Aigoooo… Siwon-ssi bagaimana kau bisa sangat hebat dalam memasak ???” Tanya Tiffany yang masih terpeson melihar Kimchi Fried Rice yang Siwon buat.

“Sebenarnya aku belajajar memasak untuk jaga-jaga, siapa tahu istriku nanti tidak bisa memasak.” Jawab Siwon membuat Tiffany terkejut.

Apa maksud perkataan Siwon-ssi barusan, batin Tiffany.

“Cepat makan, bukannya kau bilang tadi kau lapar.” Pinta Siwon yang melihat Tiffany sedang memikirkan sesuatu.

“Ne… aku akan menghabiskan semua ini !!!” Ucap Tiffany sambil mengambil Kimchi Fried Rice ke piringnya.

Siwon hanya tersenyum melihat tingkah laku Tiffany.

Setelah makan malam selesai…

“Biar aku yang mencuci piring.” Tawar Tiffany sambil membereskan piring dan gelas di meja makan.

“Biar aku bantu.” Ucap Siwon.

Tiffany mencuci piring dan gelas, sedangkan Siwon membilas piring dan gelas dengan air bersih.

“Bagaimana jawabanmu ???” Tanya Siwon membuat Tiffany terkejut dan menjatuhkan gelas yang di pegangnya kelantai hingga pecah menjadi beberapa bagian.

“Oh… mianhe…” Ucap Tiffany yang refleks dan segera mengambil pecahan gelas dengan tangannya. “Awwww…” Teriak Tiffany dengan darah di ibu jarinya.

“Yaaaa… kau ini kenapa kau ambil pecahan gelas itu dengan tanganmu.” Ucap Siwon sambil membantu Tiffany membersihkan darah ditangannya.

Tiffany terkejut Siwon membersihkan darah ditanganya langsung menggunakan mulut Siwon. Tiffany segera menarik tangannya.

“Kyaaaa… apa yang kau lakukan ???” Tanya Tiffany.

“Kau mau tanganmu terkena tetanus ???” Tanya balik Siwon sambil menarik tangan Tiffany yang berdarah dam membersihkannya dengan air.

Tiffany menatap lekat-lekat Siwon yang sedang serius membersihkan darah ditangan tangan Tiffany. “Kenapa jantungku berdetak sangat kencang ??? Changkam… jangan-jangan aku mulai menyukai namja ini.” Batin Tiffany.

“Kenapa kau menatapku seperti itu ??? apa aku sangan tampan ???” Tanya Siwon narsis.

“A… a… anioo…” Jawab Tiffany terbata-bata.

Siwon menarik Tiffany keruang tamu, dan mengambil kotak obat, di meja dekat sofa.

“Aigooo… bagaimana bisa kau memegang pecahan gelas dengan tangan kosong ???” Tanya Siwon sambil mengobati luka di ibu jari Tiffany.

Tiffany tidak berkata apa-apa, dan matanya tidak bisa lepas memandangi wajah Siwon yang sangat dekat dengan wajah Siwon.

“Waeyo ??? kenapa kau dari tadi menatapku seperti itu ??? Setampan itukah aku ???” Tanya Siwon membuyarkan lamunan Tiffany.

Siwon bergegas berdiri dari sofa, tiba-tiba tanganya di tarik Tiffany sehingga Siwon duduk kembali di sofa, dan yang paling mengejutkan Siwon, Chu~~~ Wajah Tiffany sangat dekat dengan Siwon, bahkan bibir mereka bersentuhan. “Ada apa dengan yeoja ini ???” batin Siwon yang tidak percaya dengan apa yang dilakukan Tiffany.

Tidak lama kemudian Tiffany mendorong tubuh Siwon.

“Yaaaa… apa yang kau lakukan.” Tanya Siwon yang terkejut dengan apa yang baru saja Tiffany lakukan.

Tiffany tidak menjawab apa-apa, wajahnya terlihat terkejut, dan kedua tanganya menutupi mulitnya. “Apa yang barusan aku lakukan” Batin Tiffany, sambil berlari menuju kamar Siwon.

“YAAAA !!!” Teriak Siwon melihat Tiffany berlari menuju kamarnya.

Dikamar Siwon Tiffany mengunci pintu kamr Siwon. “Aissshhh… Apa yang tadi aku lakukan ??? Fany Noumu Babo-ya.” Gumam Tiffany. “Apa yang harus aku katakana kepada Siwon-ssi nanti dan kenapa jantungku berdebar sangat cepat setiap berada didekat Siwon-ssi.” Tambah Tiffany.

Tiba-tiba… Tok…Tok… “Ya… Hwang Minyoung, buka pintunya !!!” Teriak Siwon dari balik pintu kamarnya.

Didalam kamar Tiffany bingung mencari alasan, apa yang nanti akan dikatakan kepada Siwon. “Arggghhh… Othoke ???” Gumam Tiffany, yang akhirnya memutuskan untuk membuka pintu.

Dibalik pintu Siwon-ssi menatap Tiffany dengan aneh. “Ya… Hwang Minyoung, apa yang tadi kau lakukan ???” Tanya Siwon membuat Tiffany bingung apa yang harus ia katakana.

“A…a… anio… tadi itu Cuma kecelakaan.” Jawab Tiffany asal.

Siwon menyipitkan matanya, “Mwo ??? kecelakaan ???” Tanya Siwon sambil mendekat masuk ke kamarnya.

“N…n…ne…” Jawab Tiffany sambil berjalan mundur, mencoba untuk menjauhi Siwon yang mendekatinya.

Siwon tidak berbicara apa-apa dan terus berjalan kearah Tiffany. Tiffany yang mencoba menjauh dari Siwon sudah tidak bisa lagi mundur, karena terhalang tempat tidur.

Sekarang wajah Tiffany sangant dekat dengan wajah Siwon. Tangan Siwon menyentuh pipi Tiffany dengan lembut. “Yeppo, noumo yeppo…” Ucap Siwon membuat jantung Tiffany berdetak lebih kencang. Dan wajah Tiffany berubah memerah seperti gogoma.

Siwon semakin mendekatkan wajahnya dekat dengan wajah Tiffany, membuat Tiffany menutup matanya.

Tiffany POV

Wajah Siwon-ssi semakin dekat dengan wajahku, Arggghhh… othokke, batinku. Dengan reflek aku menutup mataku.

Entah kenapa aku tidak merasakan apa-apa, jangan-jangan… terang saja lagi-lagi kulihat Siwon-ssi sedang menahan tawa.

“Noumu keyopta…” Ucap Siwon-ssi kapadaku.

Sepertinya wajahku memerah lagi, batinku. Kulihat Siwon-ssi masih menertawaiku. “Kyaaa… apa yang kau tertawakan !!!” Teriakku kepada Siwon-ssi.

Siwon-ssi tidak menggubrisku, namja ini benar-benar senang sekali mempermainkanku, batinku. Entah keberanian dari mana yang aku dapat, ku pegang tangan Siwon-ssi, hingga membuat Siwon-ssi terkejut.

“Mboya ???” Tanya Siwon-ssi kepadaku.

Kulingkarkan tangan kananku di leher Siwon-ssi dan Chu~~ Kucium bibir Siwon dengan bibirku. Entah apa yang sedang aku pikirkan, aku tidak perduli dengan yang terjadi nanti. Tetapi sekarang aku hanya ingin bersama namja yang yang baru aku kenal beberapa hari ini.

Tiba-tiba Siwon mendorong tubuhku, untuk melepaskan ciumanku. “Yaaa … apa yang kau lakukan ???” Tanya Siwon-ssi kepadaku.

Aku bingung harus menjawab apa. “Mi… mianhe…” Jawabku wajah tanpa dosa kepada Siwon-ssi.

“Kau mau membangunkan macan yang sedang tidur ya ???” Tanya Siwon-ssi, membuatku bingung dengan apa yang dikatakannya.

Tiba-tiba Siwon-ssi menarikku dan melingkarkan tangannya dipinggulku, dan tanpa berkata apa, Siwon-ssi melumat bibirku, membuatku benar-benar terkejut “Argghhh… othoke ?? apa yang akan terjadi nanti ???” Batinku.

__TBC__

>>THANKS FOR READING AND DON’T BE SILENT READER<<