Tags

, , , , , ,

Author : Mayshawolelf

Cast : Choi Siwon (Super Junior), Choi Sooyoung (SNSD), Choi Minho (SHINee), Tiffany (SNSD), Cho Kyuhyun (Super Junior), Kwon Yuri (SNSD)

Support Cast : Donghae as Bartender

Genre : Romance, Comedy, Family

Length : Sequel

Rating : PG 15

Choi’s Family House

“MINHO-YA… PALIII… KAU TIDAK INGIN TERLAMBAT SEKOLAHKAN !!!” Teriak Sooyoung yang menggema keseluruh ruangan rumah milik Choi Family yang sangat luas.

“Sooyoung-ah, apa kau tidak bisa kalau tidak berteriak setiap pagi ???” Tanya Siwon yang berpakain rapi, sudah duduk di depan meja makan.

“Mianhe Oppa, kau tahukan itu sudah jadi kebiasaanku setiap pagi, lagi pula anak itu kalau aku belum berteriak dia tidak akan segera bangun.” Jawab Sooyoung sambil duduk di meja makan.

Beberapa pelayan datang membawa sarapan pagi keluarga Choi. Satu persatu pelayan memindahkan piring berisi roti, soup, bubur, buah-buahan ke meja makan yang berukuran cukup besar untuk satu keluarga kecil.

“Kamsahamnida…” Ucap Sooyoung kepada para pelayan. “Lama sekali anak itu !!!” Gumam Sooyoung sambling berancang-ancang memanggil sibungsu Choi Minho. “MINHO…” Ucap Sooyoung terhenti. Melihat Dongsaengnya berjalan menuruni tangga.

“Ne… ne… Noona kau tidak usah berteriak-teriak lagi.” Ucap Minho yang sedang berjalan menuruni tangga.

Choi Sibling menyelesaikan sarapan mereka. “Noona mana kunci mobilku ???” Pinta Minho kepada Noonanya.

“Anioooo… kau itu jangan mentang-mentang anak dari pemilik yayasan sekolah, lalu seenaknya sendiri naik mobil kesekolah. Hari ini aku akan mengantarmu !!” Tawar Sooyoung kepada Minho.

“Hyuuunggg…” Rengek Minho kepada Siwon.

“Minho-ya, kau dengarkan kata-kata Noonamu.” Ucap Siwon yang memihak Sooyoung.

“Ne… kalau begitu ayo kita berangkat Noona.” Ajak Minho kepada Sooyoung. Minho berajak dari meja makan, tiba-tiba…

“Changkammm…” Ucap Sooyoung sambil menarik tangan Minho. “Kau harus habiskan sarapanmu !!!” Perintah Sooyoung kepada Minho sambil memberikan segelas susu, yang belum disentuh Minho.

“Noona.. aku bukan anak kecil lagi, yang harus minum susu. Dan aku juga akan terlambat hari ini !!!” Rengek Minho kepada Sooyoung.

“Minho-ya… turuti saja perintah Noonamu.” Tambah Siwon yang membela Sooyoung.

Minho mengalah kepada Sooyoung dan Siwon, dan meminum susunya hanya dengan sekali minum. “Kalian senang ???” Tanya Minho kepada Hyung dan Noonya.

Siwon tersenyum melihat tingkah laku Minho, yang seperti anak kecil, sedangkan Sooyoung “Minho-ya noumu keyepta…” Ucap Sooyoung sambil mencubit pipi Minho, hingga memerah.

“Noonaaa… palli… kau tidak ingin aku terlambat sekolahkan” Rengek Minho kepada Sooyoung sambil mengelus pipinya yang merah.

“Ne… ne… Oppa, aku pergi dulu.” Ucap Sooyoung kepada Siwon yang masih menyelesaikan sarapanya.

“Ne… nanti datang ke kantorku, ada seseorang yang ingin menemuimu.” Ucap Siwon kepada Sooyoung.

“Nugu ??? apa dia laki-laki ??? dia tampankan ???” Tanya Sooyoung kepada Siwon.

Siwon hanya menganggukkan kepalanya. “Noona paliii…” Ucap Minho sambil menarik Sooyoung.

Sooyoung pergi mengantarkan Dongsaengnya. Di dalam perjalanan…

“Noona nanti sampai gerbang sekolah saja, kau mengantarkanku.” Ucap Minho kepada Sooyoung yang tengah mengemudi mobil.

“Shirooo… aku mau bertemu seseorang nanti !!!” Tolak Sooyoung.

Beberapa menit kemudian mereka sampai di sekolah Minho.

“Noonaaa… Jangan ikuti aku !!!” Ucap Miho kepada Sooyoung yang dari tadi mengikuti Minho dari belakang.

“Aigooo… siapa yang mengikutimu. Aku mau keruang guru.” Bantah Sooyoung sambil merjalan mendahului Minho.

Minho terlihat bingung, tumben Noonanya datang ke sekolah, bahkan sampai mau keruang guru.

Karena penasaran Minho mengikuti Noonya.

Diruang Guru…

Seorang yeoja yang memakai pakaian Training, sedang di ceramahi Kepala Sekolah. Dia adalah Kwon Yuri, sorang guru baru di sekolah milik keluarga Choi.

“Yuri-ssi kau harus mematuhi peraturan disekolah ini, bagaimana bisa kau tidak datang kemarin di hari pertamamu bekerja ???” Ucap Kepala Sekolah kepada Yuri, didepan semua guru-guru didalam ruangan tersebut.

“Kemarin saya ada urusan mendadak, dan saya belum sepat meminta ijin dari sekolah.” Jawab Yuri sambil menundukkan kepalanya.

“Yuri-yaaaa…” Teriak seorang yeoja yang tiba-tiba masuk keruang guru. Semua guru dan staf sekolah memandang kearah yeoja berkaki jenjang dan berwajah cantik itu. Siapa lagi kalau bukan Sooyoung.

Sooyoung berjalan menghampiri Yuri dan Kepala Sekolah. “Yuri-yaaa… Noumu Bogoshipooo…” Ucap Sooyoung sambil memeluk Yuri didepan kepala sekolah.

“Sooyoung-ah…” Panggil Yuri sambil mencoba melepaskan pelukan Sooyoung.

“Bagaimana Hari pertamamu kemarin ???” Tanya Sooyoung tanpa memperdulikan Kepala Sekolah.

“Ehemmm… Kemarin dia tidak datang di hari pertama bekerja tanpa alasan.” Ucap Kepala Sekolah yang masih ada saudara dengan keluarga Choi.

“Wae ??? Oh, bagaimana Appamu kau tahu jika kau butuh bantuan kau bisa hubungi aku.” Ucap Sooyoung yang masih tidak memperdulikan Kepala Sekolah.

“Kemarin Appaku, terkena serangan jantung ringan, karena kecapekkan, jadi aku tidak bisa msuk dihari pertamaku bekerja.” Jawab Yuri.

“Itu bukan alasan !!!” Ucap Kepala Sekolah.

“Ahjussi kau tidak pernah berubah ya !!!” Ucap Sooyoung kepada Kepala Sekolah. Kepala Sekolah terlihat terkejut mendengar perkataan Sooyoung. “Dia ini chingu, jadi kau harus memperhatikan dia dengan baik !!!” Tambah Sooyoung membuat Kepala Sekolah tambah bingung.

Tiba-tiba ponsel Sooyoung berbunyi. “Changkamannn…” Ucap Sooyoung sambil mengngkat ponselnya. “Waeo Siwon Oppa ???” Jawab Sooyoung, membuat semua orang didalam ruang guru terkejut. “Ne… aku akan segera kekantormu !!!” Jawab Sooyoung, sambil mematikan ponselnya.

Sooyoung melihat wajah ketakutan didalam ruang guru. “Wae ??? apa Oppaku semenakutkan itu, sampai-sampai hanya mendengar namanya saja kalian seperti ini.” Tanya Sooyoung kepada guru-guru.

“Ahjussi… tolong jaga baik-baik, Yuri !!!” Pinta Sooyoung kepada Kepala Sekolah. “Yuri-ya… jaga dirimu baik-baik dan salam buat Appamu.” Ucap Sooyoung sambil menepuk pelan pundak Yuri. “Yorobeunnn… Fightinggg~~~” Ucap Sooyoung sambil meninggalkan ruang guru. Itulah Sooyoung dia tidak pernah lupa untuk tersenyum dan selalu ceria.

Sooyoung tidak sadar jika dari tadi Minho memata-matainya. “Oh… Jadi guru baru itu yang selama ini selalu diceritakan Sooyoung Noona. Sepertinya akan menyenangkan jikak aku sedikit bermain dengan dia.” Gumam Minho sambil melirik evil kepada Yuri.

Sooyoung mengendarai mobilnya menuju kantor Siwon. Beberapa menit kemudian Sooyoung tiba di depan gedung perusahan Group Choi. Seorang penjaga menghampiri Sooyoung. “Tolong parkirkan mobilku.” Ucap Sooyoung sambil memberikan kunci mobilnya ke penjaga tersebut. “Kamsahamnida…” Tambah Sooyoung dengan senyum diwajahnya.

Sooyoung masuk ke dalam lobi perusahaan group Choi, semua mata memandang Sooyoung. Tentu saja Sooyoung bagaikan seorang model, dengan kaki jenjang, dan tubuh sempurnya, serta paras rupawanya, membuat semua mata tidak bisa menolak untuk tidak melihat Sooyoung.

“Oppa ada dikantor ???” Tanya Sooyoung kepada yeoja cantik dibelakang meja receptionist.

“Ne… Sangjanim ada dikantor.” Jawab yeoja itu yang juga terpesona dengan kecantikan Sooyoung.

“Kau pegawai baru ???” Tanya Sooyoung. “Tiffany Hwang ???” Ucap Sooyoung melihat name tag di baju Tiffany.

“Ne… saya baru dan bekerja disini selama satu minggu.” Jawab Tiffany.

“Apa kau bukan orang Korea ??? kau seperti blesteran luar negeri.” Tanya Sooyoung kepada Tiffany.

“Ne… satu bulan lalu saya baru kembali dari Amerika.” Jawab Tiffany yang grogi.

“Gwenchana… tidak perlu grogi seperti itu. Oh… perkenalkan Choi Sooyoung imnida.” Ucap Sooyoung sambil mengulurkan tanganya untuk berjabat tangan dengan Tiffany.

Tiffany dengan malu-malu menjabat tangan Sooyoung.

“Kita… menjadi chinggu sekarang.” Ucap Sooyoung dengan senang. “Ahh… aku harus menemui Oppaku. See you next time ~~” Ucap Sooyoung sambil meninggalkan Tiffany.

“Dia benar-benar berbeda dari sangjanim.” Gumam Tiffany melihat Sooyoung yang berjalan menuju lift.

….

Setelah menaiki lift, Sooyoung tiba di lantai atas tepat dimana kantor Siwon berada.

“Siwon Oppa….” Teriak Sooyoung sambil membuka pintu kantor Siwon. “Oppa siapa yang ingin bertemu denganku ???” Tanya Sooyoung kepada Siwon yang sedang duduk membelakangi Sooyoung.

Siwon tidak menjawab pertanyaan Sooyoung. “Oppa…” Panggil Sooyoung sekali lagi.

“Ne… Aku yang ingin bertemu denganmu” Jawab seseorang sambil memutar kursinya mnghadap Sooyoung. Dia bukanlah Siwon tetapi…

“Kyaaa… kau Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan disini ???” Tanya Sooyoung terkejut melihat namja yang dikira Siwon, ternyata adalah Cho Kyuhyun, namja menyebalkan yang selalu membuat Sooyoung menangis ketika masih kecil.

“Lama tidak bertemu ??? Apa kau tidak merindukanku ???” Tanya Kyuhyun kepada Sooyoung.

“Ke… kenapa kau disini ??? bukanya kau seharusnya berada di China ???” Tanya Sooyoung yang masih shock melihat Kyuhyun.

“Aku yang menyuruhnya kembali ke Seoul.” Ucap Siwon yang tiba-tiba datang dengan beberapa stopmap. “Bantu aku mengerjakan semua ini !!!” Perintah Siwon kepada Kyuhyun.

“Ne… Sooyoung kau datang kesini untuk membantukukan ???” Tanya Kyuhyun membuat Sooyoung semakin shock.

“Oppa… jangan-jangan ini semua rencanamu ???” Tanya Sooyoung kepada Siwon.

“Ne… dari pada kau hanya dirumah saja tidak ada kerjaan. Kau bantu Oppa saja.” Ucap Siwon sambil duduk.

“Dengan namja ini ???” Tanya Sooyoung sambil menunjuk Kyuhyun.

Siwon tidak berkata apa-apa dan hanya menganggukkan kepalanya.

“Shiroooo… !!!” Tolak Sooyoung.

“Sooyoung-ah… Apa kau tidak mau membantu Oppa, selama ini kerjamu hanya berbelanja saja !!!” Ucap Siwon dingin.

Kyuhyun yang tahu bagaimana Siwon jika marah, segera mengajak Sooyoung keluar dari kantor Siwon. “Sooyoug-ah… mari kita bicarakan diluar.” Ajak Kyuhyun kepada Sooyoung.

Setelah Kyuhyun dan Sooyoung keluar dari kantor Siwon.

“Arrghhh… inilah alasanya kenapa aku benci datang ke kantor.” Ucap Sooyoung sambil mengacak-ngacak rambutnya.

“Kau tahukan sikap temparmental Oppamu akan kambuh jika berkeja.” Terang Kyuhyun membuat Sooyoung menghentikan langkahnya dan menatap tajam kearahnya.

“Kau kenapa kau kembali ke Korea ???” Tanya Sooyoung dengan menyipitkan matanya.

“Apa aku tidak boleh datang kenegara asalku ??? Lagi pula ada seorang yeoja cengeng yang meridukanku disini. ” Jawab Kyuhyun membuat Sooyoung

“Mwo ??? yeoja cengeng ??? merindukanmu ???” Tanya Sooyoung kepada Kyuhyun.

“Ne… dia sedang melotot kepada sekarang.” Jawab Kyuhyun sambil mengacak-ngacak rambut Sooyoung.

“KYAAA… CHO KYUHYUNNN~~” Teriak Sooyoung hingga terdengar dari lantai bawah.

“Kau dengar sesuatu ???” Tanya Tiffany kepada seniornya di meja recepsionist.

“Ne… sudah hampir dua tahun aku tidak mendengarkan teriakan itu.” Jawab senior Tiffany yang juga bekerja sebagai recepsionist selama lima tahun.

Setelah Sooyoung dan Kyuhyun meninggalkan kantornya Siwon terlihat sibuk dengan pekerjaanya. Asistenya baru saja mengundurkan diri karena tidak tahan dengan siat dingin dan angkuh Siwon.

Ditempat receptionist, “Sepertinya kita akan banyak mendengar omelan dari Sangjanim.” Ucap sunbae Tiffany.

“Gwenchana sunbae aku akan menemanimu.” Ucap Tiffany menenangkan Sunbaenya.

Kriinnggg… telfon di meja resepsionist berbunyi dan Sunbae Tiffany mengangkat telfonya. “YAAAA !!!!” Teriak seseorang di seberang telfon membuat Tiffany bisa mendengar suaranya.

“Ne.. sangjanim… ne… ne… akan segera saya laksanakan.” Ucap Sunbae Tiffany membuat Tiffany bingung.

“Waeo sunbae ???” Tanya Tiffany kepada sunbaenya.

“Aissshhhh… kenapa orang itu selalu merepotkan. Kau tahu setiap minggu aku harus mencarikanya asisten baru untuknya. Bagaimana asistenya betah kalau setiap hari dia selalu berteriak-teriak menyuruh seenaknya.” Terang Sunbae Tiffany sambil mengatur nafasnya.

Tiba-tiba muncul ide berlian dikepala Tiffany. “Sunbae, bagaimana jika aku melamar pekerjaan sebagai asisten Sangjanim ???” Tawar Tiffany membuat Sunbaenya terkejut.

“Mboya ??? kau serius ??? memang kau itu sebenarnya tidak pantas bekerja sebagai receptionist. Tapi apa kau benar-benar yakin mau menjadi asistent orang seperti itu.” Tanya Sunbae Tiffany.

“Ne !!! aku akan mencobanya, kau tahukan aku sangat butuh uang. Tinggal di Seoul sendirian itu, benar-benar membuat frustasi. Jadi Sunbae tolong…” Jawab Tiffany sambil menunjukkan Eye Smilenya.

Sunbae Tiffany hanya menganggukkan kepalanya. “Kalau begitu kau mulai bekerja sekarang saja. Sebelum Sangjanim ngamuk.” Tawar Sunbae Tiffany.

Tiffany dengan senangnya menerima tawaran Sunbaenya untuk mulai bekerja hari ini.

Tiffany mengikuti Sunbainya kekantor Siwon. Di perjalanan menuju kantor Tiffany mempersiapkan diri, untuk menghadapi Siwon.

Tidak lama kemudian Tiffany dan sunbaenya tiba didepan kantor Siwon.

“Tiffany kau siap ???” Tanya Sunbae Tiffany sambil menepuk pundak Tiffany.

“Neee… FIGHTINGGG~~~” Ucap Tiffany dengan semangat.

Sunbae Tiffany mengetuk pintu kantor Siwon. Tokkk… Tokkk…

“Masukkkk…” Teriak Siwon mempersilakan masuk Tiffany dan Sunbaenya.

“Sangjanimmm…” Ucap Sunbae Tiffany pelan.

Siwon menatap tajam kepada Sunbae Tiffany. “Saya membawa asisten yang baru untuk Sangjanim.” Ucap Sunbae Tiffany yang tidak berani menatap wajah Siwon.

Siwon melihat yeoja yang berdiri disamping receptionisnya itu. “Bukanya kau orang baru dibagian receptionist ??” Tanya Siwon sambil mengamati Tiffany dari ujung kepala hingga kaki.

“Nee… sangjanim.” Jawab Tiffany sambil menundukkan kepalanya.

“Sebenarnya gadis ini (Tiffany) melamar disini sebagai asistent anda. Tetapi pada saat itu posisi sekertaris sekaligus asisten untuk ada sudah terisi. Jadi saya menerima dia dibagian recepsionist yang saat itu juga sedang membutuhkan orang.” Terang Sunbae Tiffany.

“Ne… arraso, sekarang kerjakan ini !!!” Ucap Siwon membuat Tiffany dan Sunbaenya terkejut. “Kenapa kau masih disini ???” Tanya Siwon kepada Sunbae Tiffany.

“Ne… Sangjanim…” Jawab Sunbae Tiffany sambil meninggal ruangan Siwon.

Tiffany bingung apa yang harus dilakukanya. “Kau kenapa kau diam saja ??? cepat ke tempat mejamu dan kerjakan berkas-berkas ini.” Perintah Siwon kepada Tiffany.

Tiffany mengambil berkas-berkas yang diberikan Siwon dan meuju mejanya yang masih berada di dalam kantor Siwon.

Selama beberapa jam Tiffany membaca dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepada Siwon dengan baik.

“Sangjanim apa yang bisa aku kerjakan lagi ???” Tanya Tiffany sambil memberikan berkas-berkas yang baru selesai dikerjakannya.

“Kerjakan ini !!!” Perintah Siwon sambil memberikan stopmap kepada Tiffany.

Tiffany kembali kemejanya, dan mengerjakan tugas tugas dari Siwon tanpa banyak bertanya. Ini baru pertama kalinya Siwon melihat seorang yeoja yang cukup pintar dalam urusan kantor. Siwon mengecek pekerjaan yang sudah diselesaikan Tiffany. Dan hasilnya semua terlihat baik dan mendekati sempurna.

Sudah selama setahun ini Siwon selalu pulang larut malam, tapi karena sekertaris dan aistent barunya, yaitu Tiffany. Semua pekerjaanya sudah selesai sebelum jam kantor pulang.

“Kau ikut aku !!!” Perintah Siwon kepada Tiffany yang sudah bersiap-siap untuk pulang.

Seperti yang diperintahkan Siwon, Tiffany mengikuti Siwon. Semua mata memandang kearah Siwon dan Tiffany. Tentu saja ini pertamakali mereka melihat Siwon, keluar kantor saat jam pulang. Padahal Siwonlah yang selalu datang pagi dan pulang larut.

Tiffany mengikuti Siwon hingga berada diluar gedung perusahan, disana ada sebuah mobil yang tidak lain adalah mobil Siwon.

“Masukkk !!!” Perintah Siwon agar Tiffay masuk kedalam mobilnya.

Tiffany hanya bengong dan bingung apa yang harus dia lakukan.

“Apa aku harus membuka pintu untukmu ???” Tanya Siwon sambil membukakan pintu mobil untuk Tiffany. “Cepat masuk !!!” Perintah Siwon, membuat Tiffany akhirnya masuk kedalam mobil.

Siwon mentup pintu mobil dengan keras, membuat Tiffany ketakun didalam mobil. Tidak lama kemudian Siwon sudah masuk kedalam mobil, dan segera menjalankan mobil tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Tiffany terlihat bingung, kemana dia akan dibawa Siwon. Selama perjalanan, suasana didalam mobil begitu sunyi. Tiffany bingung bagaimana harus memulai pembicaraan. Sedangkan Siwon terlihat berkonsentrasi mengendarai mobilnya.

Tidak lama kemudia Siwon dan Tiffany sampai di sebuah tempat.

“Turun !!!” Perintah Siwon sambil melepas sabuk pengamanya.

Tiffany menuruti apa yang Siwon perintahkan. “Ikuti aku !!!” Tambah Siwon sambil bergegas berjalan masuk kesebuah tempat yang terlihat seperti Bar.

Tiffany mengikuti Siwon yang berjalan masuk ketempat itu. Tebakan Tiffany benar bahwa tempat itu adalah Bar. Tiffany tetap mengikuti Siwon hingga Siwon duduk tepat di depan meja bartender.

Tiffany hanya berdiri menunggu perintah Siwon. “Kau duduk !!!” Perintah Siwon membuat Tiffany duduk disamping Siwon.

“Oh Siwon-ssi… lama kau tidak kesini ???” Ucap seorang bartender. “Oh… tumben kau bersama yeoja selain Sooyoung.” Tanya bartender kepada Siwon.

“Sooyoung sedang sibuk… Donghae-ya berikan aku Cocktail yang biasa.” Jawab Siwon kepada bartender bernama Donghae. “Kau mau minup apa ??? biar aku yang bayar ???” Tanya Siwon kepada Tiffany yang dari tadi bengong.

“Ne ??? sama seperti anda saja.” Jawab Tiffany asal, seumur hidup dia baru pertama kali masuk ke tempat seperti ini. Sejak dulu Tiffany sekolah diasrama ketika di Amerika, makanya dia tidak pernah ketempat seperti ini.

“Ok… tidak akan lama !!!” Ucap donghae sambil membuat Cocktail yang dipesan Siwon.

Tiffany terlihat takjub melihat Donghae menggerak-gerakkan gelas kusus untuk mencapurkan beberapa bahan Cocktail. Donghae menyiapkan gelas dengan tangan kanannya dan tangan kirinya masih tetap mengocok Cocktail, hingga akhirnya menuangkan Cocktail yang sudah jadi kepada gelas. “Silakaaannn…” Ucap Donghae dengan senyumnya.

Tiffany benar-benar takjub dan bertepuk tangan melihat aksi Donghae membuat Cocktail.

“Changggkamann… kau jangan terlalu banyak minum ini, karena Siwon-ssi selalu memesan Cocktail dengan alchohol yang tinggi.” Pesan Donghae kepada Tiffany.

“Neeee… tenang saja aku adalah seorang peminum yang tangguh !!!” Ucap Tiffany, membuat Siwon tertawa.

“Jinja ???” Tanya siwon sambil meminum Cocktailnya.

Ini pertama kalinya Tiffany melihat Siwon tertawa. Benar-benar berbeda dari Sangjanim ketika dikantor.

Beberapa waktu kemudian Siwon sudah menghabiskan beberapa Cocktail dan bir, hingga dia mabuk. Sedangkan Tiffany masih sadar, karena hanya minum satu gelas Cocktail.

“Aigoooo… namja ini, kau tahu dia itu setiap datang kesini selalu menyusahkan.” Ucap Donghae melihat keadaan Siwon yang sudah sangat mabuk.

“Kalau begitu biar kuantar dia pulang .” Tawar Tiffany sambil bergegas mengangkan tangan Siwon dan menaruhnya di pundak Tiffany.

“Jinja ???” Tanya Dongha melihat Tiffany mencoba membantu Siwon berdiri.

Donghae memutuskan membantu Tiffany membawa Siwon keluar dari Bar. “Lebih baik kalau kau dan Siwon naik taxi saja ???” Tawar Donghae, Tiffany hanya menganggukkan kepalanya.

Donghae menelpon taxi untuk Tiffany dan Siwon. Tidak lama kemudian sebuah Taxi sudah datang. Tiffany memasukkan tubuh mabuk Siwon kedalam Taxi.

“Gomawooo… untuk bantuannya.” Ucap Tiffany kepada Donghae, setelah itu Tiffany masuk kedalam mobil.

Didalam perjalanan menuju rumah keluarga Choi. “Sooyoung-ah… kau harus menuruti Oppamu !!! Arrasooo !!!” Ucap Siwon yang tengah mabuk. “Minho-ya… kau cepat lulus dan bantu Hyungmu bekerja.” Tambah siwon, membuat Tiffany tersenyum.

Sepertinya Siwon adalah seseorang yang berhati lembut ketika di depan dongsaengnya. Tetapi jika di kantor di sangat-sangat berhati batu.

Tidak lama kemudian sopir taxi berhenti ditempat yang ditunjukkan Donghae tadi. Setelah membayar sopir Taxi, Tiffany mencoba mengeluarkan siwon dari Taxi.

“Khamsahamnida…” Ucap Tiffany kepada sopir Taxi.

Tiffany terlihat keberatan membantu Siwon berdiri. “Sangjanim kita sudah sampai dirumahmu.” Ucap Tiffany membuat Siwon melepaskan tangannya dari pegangan Tiffany.

“Oh… Jinja ???” Tanya Siwon mencoba mnyadarkan diri. “Terimakasih sudah mengantarkanku pulang.” Ucap Siwon yang sudah bisa berdiri dengan tegap. “Dan yang paling penting terima kasih atas bantuanmu hari ini.” Tambah Siwon sambil memegang pundak Tiffany.

“Ne… sangjanim…” Jawab Tiffany dengan eye smilenya.

Siwon terpesona melihat senyum manis Tiffany, entah apa yang dipikirkanya. Tiba-tiba “Chuu~~~” Siwon mencium bibir Tiffany. “Gomawooo…” Ucap Siwon sambil bergegas berjalan masuk kerumahnya.

Tiffany masih terdiam, karena tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi. Sedangkan Siwon sudah masuk kedalam gerbang rumahnya. “Apa aku mimpi ???” Tanya Tiffany, sambil memukul wajahnya. “Arrggghh… Apo, sepertinya aku tidak bermimpi.” Ucapnya sambil meningglakan rumah keluarga Choi.

Tidak jau dari rumah keluarga Choi, seseorang sudah mengamati apa yang dari tadi Siwon dan Tiffany lakukakan.

“Hyung… aku sudah mendapat kartu matimu…” Ucap Namja yang tidak lain adalah Minho.

__TBC__

>>THANKS FOR READING AND DON’T BE SILENT READER<<