Tags

,

Author : MayShawolElf

Cast : Siwon (Super Junior), Tiffany (SNSD)

Genre : Romance, Comedy, Family

Length : Sequel

Rating : PG-15

Author POV

“Kau mau membangunkan macan yang sedang tidur ya ???” Tanysa Siwon, membuat Tiffany bingung dengan apa yang dikatakan Siwon.

Tiba-tiba Siwon-ssi menarik tangan Tiffany dan melingkarkan tangannya dipinggul Tiffany, dan tanpa berkata apa, Siwon melumat bibir Tiffay “Argghhh… othoke ?? apa yang akan terjadi nanti ???” Batin Tiffany.

Tiffany menutup pelan matanya, tangan Siwon yang melingkar ditangan Tiffany mulai mencoba masuk kedalam kaos Tiffany. Dan dengan reflex Tiffany mendorong tubuh Siwon.

“Apa yang sedang kau lakukan ??” Tanya Tiffany.

“Apa aku harus menjawabnya ???” Jawab Siwon, membuat Tiffany membuka matanya lebar.

“Kyaaaa… kau jangan macam-macam denganku. Aku hanya mau melakukan hal itu dengan nampyonku nanti.” Ucap Tiffany membuat Siwon tertawa. “Yaaa… kenapa kau tertawa ???” Tanya Tiffany kepada Siwon.

“Bukanya kau bilang kau mau menikah denganku ?? Lalu apa salahnya jika kita melakukan hal ini sekarang ???” Tanya Siwon membuat Tiffany bingung apa yang harus dia jawab.

“Bukanya kita hanya berpura-pura menikah didepan halmonimu ??” Tanya balik Tiffany sambil menundukkan kepalanya.

“Ow… kalau begitu kita menikah sungguhan saja.” Jawab Siwon membuat Tiffany terkejut.

“Mwo ??? menikah sungguhan ??? itu hanya berlaku untuk dua orang yang saling mencintai !!!” Tolak Tiffany membuat siwon tersenyum.

“Bagaimana kalau aku mencintaimu ???” Ucap Siwon, membuat Tiffany semakin terkejut.

“Kau jangan bercanda Siwon-ssi.” Ucap Tiffany, yang masih tidak percaya dengan apa yang barusan Siwon katakana.

“Apa kau tidak mencintaiku ???” Tanya Siwon dengan wajah inconectnya.

Tiffany POV

Kriinggg… Kriinggg… jam beker dikamar Siwon-ssi berbunyi, membuatku terbangun dan mematikan jam beker yang masih terus berbunyi. Aku terkejut melihat wajah namja yang tengah tertidur pulas disampingku. Siapa lagi kalau bukan Siwon-ssi.

“Apa kau tidak mencintaiku ???” Kata-kata Siwon-ssi semalam masih terngiang ditelingku.
Aku belum menjawab pertanyaan Siwon-ssi semalam, namja benar-benar membuat hidupku rumit. Tujuanku pertama datang ke Korea adalah untuk hidup mandiri, tetapi aku malah bertemu dengan namja bernama Choi Siwon.

Aku menatap lekat-lekat wajah Siwon-ssi, “Namja ini lumayan tampan, matanya, hidungnya yang mancung, bibirnya yang sexy… Stoppp… apa yang sedang kau pikirkan Tiffany.” Batinku.

Aku mencoba untuk tidak menatap wajah Siwon, tetapi entah kenapa tubuhku menolaknya. Mataku tidak bisa beralih manatap wajah Siwon-ssi selama beberapa menit, jangan-jangan aku mulai jatuh cinta dengan Swon-ssi, batinku.

Aku mencoba bangun dari tempat tidur, tiba-tiba tangan Siwon-ssi menarikku hingga terjatuh di tempat tidur.

“Kau mau kemana ???” Tanya Siwon-ssi dengan mata tertutup. “Apa kau hanya memandangi wajahku saja ???” Tambahnya.

“Ne ??? Apa yang kau katakana memandangi wajahmu ??? kau itu sangat percaya diri sekali Siwon-ssi.” Ucapku sambil bangun dari tempat tidur.

Aku bergegas meningglkan Siwon-ssi, tiba-tiba “Bagaimana jawabanmu ???” Tanya Siwon-ssi membuatku terkejut.

“Ne… jawaban untuk apa ???” Tanyaku pura-pura lupa.
Siwon-ssi bangun dari tempat tidur, dan berjalan ke arahku. “Kau itu pelupa ya… apa aku aku harus mengingatkanmu soal kemarin malam.” Ucap Siwon sambil memajukan wajahnya kearahku.

“Oh… aku ingat…” Ucapku sambil menjauh dari Siwon-ssi. “Aku mau kekamar mandi dulu.” Tambahku sambil meninggalkan Siwon-ssi dan berjalan kekamar mandi.

Didalam kamar mandi…

“Argghhh… othoke, apa yang harus aku katakana nanti.” Gumamku dikamar mandi.
15 menit kemudian aku keluar dari kamar mandi. Kulihat tidak ada tanda-tanda Siwon-ssi di kamar. Kulihat ada selembar kertas di atas tempat tidur.

Aku berjalan ke tempat tidur, dan mengambil kertas itu. Ada tulisan dikertas itu.
Aku pergi ke Rumah Sakit… tulisan di kertas itu.

“Ada apa lagi ??? Apa halmoni sudah membaik ???” Gumamku.
Aku keluar dari kamar, dan menuju dapur. Lagi-lagi kulihat selembar kertas diatas meja makan.
Habiskan sarapanmu !!! Tulisan dikertas itu. “Romantis sekali…” Ucapku. “Changkam… apa yang baru aku katakana.” Gumamku.

Dimeja makan ada roti dan susu. “Tumben hanya ini.” Gumamku sambil mengaml roti dan susu. Kulihat ada selembar kertas lagi. “Sorry, hanya roti dan susu. Aku punya sesuatu di meja depan televise.” Tulisan dikertas itu membuatku penasaran.

Setelah menyelesaikan sarapanku, aku bergegas menuju ruang santai. Tentu saja kulihat selembar kertas di atas meja didepan televisi. Aku mengambil sebuah Koran yang berada di atas meja. “Ige mboya ??” Tanyaku.

Kulihat selembar kerta di atas meja “Cepat cari kerja sana !!! Apa kau ma uterus bermalas-malasan di rumah !!!” Tulisan dikertas itu. “Aissshhh… namja ini.” Gumamku.

Aku melihat isi Koran, ternyata ini adalah Koran lowongan pekerjaan.

“Benar juga, aku tidak bisa selamanya menggantungkan diri dengan orang yang baru aku kenal. Dan aku juga harus mencari tempat tinggal.” Ucapku dengan semangat.

Siwon POV

Aku menunggu Tiffany yang tidak kunjung keluar dari kamar mandi. “Yeoja itu benar-benar manis, saat panik.” Gumamku, tiba-tiba poselku yang berada di atas meja dekat tempat tidur berbunyi.

“Ada apa sih pagi-pagi menelponku.” Ucapku melihat nama Mr. Lee dilayar ponselku. “Yeoboseyooo…” Ucapku.

“Tolong datang ke rumah sakit segera…” Perintah Mr. Lee, sebelum aku menjawab perintah Mr. Lee, tiba-tiba telfon terputus.

“Ada apa sih ??? Apa keadaan Halmoni memburuk ???” Gumamku sambil bergegas menuju rumah Sakit.
Sebelum aku menuju rumah sakit, aku sudah menyiapkan sarapan untuk Tiffany dimeja makan. Dan segera bergegas menuju Rumah Sakit.

Setibanya di Rumah Sakit. Kulihat Mr. Lee duduk di depan ruang UGD, aku berjalan menghampiri Mr. Lee.

“Mr. Lee bagaimana keadaan Halmoni ???” Tanyaku kepada Mr. Lee.

“Sejak semalam keadaan sangjanim memburuk. Sangjani bilang agar tidak memberiyahumu masalah ini. Tapi sejak tadi pagi keadaan belum membaik, jadi aku memutuskan untuk memberitahumu.” Jawab Mr. Lee, membuatku merasa bersalah. Karena selama ini tidak pernah benar-benar memperhatikan kesehatan Halmoni.

Beberapa menit kemudian, seorang dokter keluar dari UGD.

“Bagaimana keadaan Halmoni ??” Tanyaku kepada Dokter.

“Maaf, kami sudah berusaha semaksimal munkin.” Jawab dokter, membuatku seperti terkena pukulan bertubi-tubi, Seperti yang kurasakan ketika kedua orangtuaku meninggal.

“Gwenchana… Sangjanim akan pergi kesurga dengan tenang, jika kau menjalankan kehidupanmu dengan bahagia.” Ucap Mr. Lee kepadaku.

Aku duduk termenung di café yang tidak jauh dari rumah sakit. “Sekarang apa yang harus aku lakukan, orang yang kusayangi satu-persatu meninggalkanku. Omma, Appa, dan sekarang Nenek tua itu.” Batinku.
Kulihat ponselku bergetar diatas meja. Kulihat dilayar pesan sebuah pesan dari Mr. Lee.

Kau pulang dan istirahatlah dulu, aku akan menguru semua. Pesan Mr. Lee.

Orang ini selalu baik padaku. Setelah kematian kedua orang tuaku, orang ini yang selalu menemaniku. Sampai satu tahun yang lalu aku benar-benar kesal dengan Mr.Lee, dan memutuskan untuk tinggal di Amerika. Jadi selama satu tahun ini Mr. Lee menjadi asisten Halmoniku.

Aku memutuskan untuk kembali keapertemen, karena ingat yeoja itu belum makan siang.

Di apartemen, kulihat tidak ada siapa-siapa di apartemen. aku segera menuju kamar, kulihat barang-barang Tiffany masih ada. “Kemana yeoja itu ???” Gumamku sambil bergegas mencari Tiffany.

Setelah mencari Tiffany diseluruh ruangan, tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda keberadaan Tiffany di apartemenku. Kulihat selembar kertas tergeletak di atas meja didepan TV.

“Siwon-ssi~~~ aku akan mencari kerja, jadi jangan khawatirkan aku ^^” Tulisan didalam kertas itu, membuatku tersenyum.

Tiba-tiba aku mengingat bahwa beberapa jam yang lalu aku telah kehilangan orang yang sangat menyayangiku, siapa lagi kalau bukan Halmoniku.

Author POV

Tiffany pergi keliling Seoul untuk mencari pekerjaan. “Aku harus segera menemukan pekerjaan dan menemukan rumah kontrakkan yang murah.” Ucapku semangat. “Tapi sebelumnnya aku harus kesuatu tempat.” Gumam Tiffany.

Tiffany menuju sebuah rumah, yang dulu pernah dia dan keluarganya tinggali. Setibanya dirumah yang memiliki taman yang cukup besar itu. Tiffany hanya terpaku melihat rumah itu, sambil mengingat masa kecilnya.

Tiba-tiba Tiffany ingat kalau dia harus segera menemukan pekerjaan.

Siwon sedang berada dirumah keluarga Choi yang begitu besar, tempat dimana dia dulu dibesarkan. Siwon melihat rumahnya, yang tidak berubah sama sekali. “Halmoni… kau itu benar-benar membuatku patah hati.” Ucap Siwon melihat foto Halmoninya.

“Semua sudah disiapkan.” Ucap Mr. Lee kepada Siwon.

“Ne… aku akan segera bersiap-siap pula.” Jawab Siwon.

“Oh, ya… apa kau sudah memberitahu Nona Hwang, tentang keadaan Sangjanim ???” Tanya Mr. Lee kepada Siwon.

“Aniooo… aku tidak mau melihat yeoja itu mengasihiku.” Jawab Siwon.

“Kau masih sama seperti ketika orang tuamu meninggal. Selalu menyembunyikan perasaanmu.” Ucap Mr. Lee kepada Siwon.

Siwon hanya tersenyum mendengar ucapan Mr. Lee, “Sekali-kali kau harus berbagi tentang perasaanmu dengan orang lain.” Tambah Mr. Lee.

Di tempat lain…

“Aissshhh… susah sekali mencari kerja di Seoul.” Gumam Tiffany.
Sudah hampir sore tetapi Tiffany belum mendapat pekerjaan. “Lebih baik aku pulang saja.” Gumamnya.

Saat berjalan menuju apartemen Siwon, mata Tiffany terfokus kepada sebuah café, yang didepan pintunya terdapat tulisan “Dibutuhkan pekerja part time, tanpa syarat.”

“Ajjaaa… Keberuntunganku hari ini.” Ucapnya sambil berlari menuju café yang tidak terlalu jauh dari apartemen Siwon.

Tiffany masuk kedalam café, suasana café tersebut benar-benar ramai.

“Silakannn masuk, mau pesan apa ???” Tanya seorang pelayan wanita.

“Aniooo… apa ini masih berlaku ???” Tanya balik Tiffany sambil menunjukkan selembar kertas yang bertulis “Dibutuhkan pekerja part time, tanpa syarat.”

“Ohhh… iya… café kami sedang membutuhkan pelayan, kalau kau mau kau bisa langsung kerja hari ini juga.” Ucap pelayan tersebut. “Namaku Yoona, aku manager disini.” Ucap pelayan yang sekaligus manager.

“Tiffany imnida…” Ucap Tiffany dengan senang.

“Sekarang kau ganti dulu pakaianmu.” Ajak Yoona kepada Tiffany.

Jam menunjukkan jam 9 malam, dan Tiffany sedang membereskan beberapa pekerjaanya.

“Kau cukup rajin.” Ucap Yoona, kepada Tiffany. “Lebih baik kau pulang saja, ini sudah larut malam. Biar aku saja yang membersihkan semua ini.” Ucap Yoona kepada Tiffany.

“Gwenchana… rumahku tidak jauh dari sini.” Ucap Tiffany.

“Jinja ??? memang rumahmu mana ??? jangan bilang kau tinggal di apartemen disekitar sini. Kau tahu harga sewa apartemen disini sangat mahal.” Tanya Yoona membut Tiffany tersenyum. “Kenapa kau tersenyum ??? Jangan-jangan kau benar-benar tinggal di salah satu apartemen disini ???” Tambah Yoona.

“Ne… tapi aku hanya menumpang saja. Aku harus menemukan pekerjaan tetap dulu.” JawabTiffany.

“Selesaiii…” Teriak Tiffany, setelah selesai menyelesaikan pekerjaanya.

“Sudah selesai ??? kalau kau pulang saja dulu, aku akan mengecek pintu belakang apa sudah terkunci.” Ucap Yoona, kepada Tiffany.

“Ne… aku pulang dulu…” Ucap Tiffany sambil bergegas pergi.

Tiffany berlari pulang. “Aigoooo… seharusnya aku tadi menghubungi Siwon-ssi kalau aku akan malam.” Batin Tiffany, takut jika Siwon mengkhawatirkan Tiffany.

Sesampainya diapartemen…

Tiffany tidak melihat tanda-tanda adanya Siwon. “Kemana namja itu ???” Gumam Tiffany.

Tiba-tiba “Barakkkk…” Suara pintu terbuka dengan keras.

Tiffany segera melihat siapa yang datang. Dan ternyata itu adalah Mr. Lee yang sedang membantu Siwon yang tengah mabuk.

“Siwon-ssi…” Panggil Tiffany sambil membantu Mr. Lee membawa Siwon masuk kekamarnya.

“Ada apa dengan Siwon-ssi ??? ini pertama kalinya aku melihat, Siwon-ssi mabuk.” Ucap Tiffany setelah menidurkan Siwon yang tengah mabuk.

“Sepertinya kau belum diberi tahu, kalau Sangjanim sudah meninggal.” Terang Mr. Lee, membuat Tiffany benar-benar terkejut.

“Mwo ??? Ka… kapan itu ???” Tanya Tiffany sambil terduduk dipinggir tempat tidur.
“Tadi pagi…” Jawab Mr. Lee membuat Tiffany tidak tahu harus berkata apa. “Aku harus pergi, tolong kau jaga anak ini.” Pinta Mr. Lee sambil bergegas meninggalkan Tiffany dan Siwon.

Setelah Mr. Lee meninggalkan Tiffany dan Siwon. Tiffany terlihat masih shock, mendengar bahwa Halmoni sudah meninggal. “Siwon-ssi gwenchana…” Ucap Tiffany sambil menatap wajah Siwon yang sedang tertidur dengan pulas.

Dipagi hari…

Siwon membuka matanya. Dia terkejut melihat seorang yeoja tengah tertidur dengan pulas di sampingnya. Siapa lagi kalau bukan Tiffany.

Siwon menatap lekat-lekat wajah Tiffany yang tengah tertidur dengan pulas. “Gomawo…” Ucap Siwon kepada Tiffany yang masih tertidur.

Tiffany membuka matanya dan terkejut melihat Siwon yang sudah terbangun.
“Good Morning…” Ucap Siwon kepada Tiffany.

“Kau sudah bangun ???” Tannya Tiffany sambil bergegas bangun dari tempat tidur.

Tiba-tiba Siwon menarik tangan Tiffany membuat Tiffany terjatuh ke tempat tidur.
“Temani aku sebentar saja.” Pinta Siwon.

Tiffany hanya terdiam memandangi Siwon yang tengah menutup matanya. “Apa kau tidur ???” Tanya Tiffany memecah keheningan.

Siwon hanya tersenyum mendengar pertanyaan Tiffany.

“Kenapa kau tidak memberitahuku tentang Halmoni ???” Tanya Tiffany membuat Siwon membuka matanya.

“Kalau aku memberitahumu kau pasti akan meninggalkanku.” Jawab Siwon membuat terkejut.

“Wae ??? Kenapa kau berfikir aku akan meninggalkanmu ???” Tanya Tiffany.

“Karena kau tidak perlu lagi berpura-pura menjadi kekasihku.” Jawab Siwon, membuat Tiffany bingung harus berkata apa.

“Aku tidak akan meninggalkanmu.” Ucap Tiffany, sambil bergegas bangun dari tempat tidur.
Tiffany meninggalkan Siwon dikamar. Siwon hanya tersenyum mendengar ucapan Tiffany.

One Weeks Later…

“Apa kau jauh-jauh dari Amerika ke Korea, hanya untuk bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah café ???” Tanya Siwon sambil menyiapkan makan malam.

“Kau tahu mencari pekerjaan di Korea itu sangat sulit.” Jawab Tiffany santai.

“Kalau begitu kau bekerja saja sebagai sekertarisku ???” Tawar Siwon, sambil meletakkan sepiring nasi goreng di meja didepan Tiffany duduk. “Mr. Lee memaksaku untuk segera bekerja menggantikan posisi Halmoniku.” Terang Siwon.

“Shirooo… aku ingin memulai bekerja dari nol, hingga nanti aku bisa menjadi wanita karir yang sukses.” Tolak Tiffany. “Ngomong-ngomong apa aku boleh makan sekarang ???” Tanya Tiffany yang sudah kelaparan.

Tiba-tiba, Kringgg… Suara telfon rumah berbunyi. Siwon segera menuju ke ruang tamu dan mengangkat telfon.

“Fannyyyy… bagaimana keadaanmu ??? kenapa kau tidak menguhubungi Appa ???” Tanya seseorang diseberang telfon.

“Yeoboseyo ???” Ucap Siwon.

Tiba-tiba… tut… tut… telfon terputus.

Siwon kembali kedapur dimana Tiffany sedang makan dengan lahapnya.

“Nugusseyo ???” Tanya Tiffany kepada Siwon.

“Sepertinya Appamu, tapi kenapa tiba-tiba dia memutuskan telfon begitu saja ???” Jawab Siwon membuat Tiffany terkejut.

“Mwooo ??? uri Appa ??? kenapa kau tidak bilang kepadaku ???” Tanya Tiffany sambil bergegas menelfon kembali Appanya.

Siwon tengah berbaring di atas tempat tidurnya. Sedangkan Tiffany terlihat mondar-mandir dihadapan Siwon.

“Ya… Ya… kau jangan mondar-mandir disitu, membuatku pusing.” Ucap Siwon kepada Tiffany.

“Othoke Siwon-ssi ??? Appaku tahu kalau aku tidak tinggal bersama chingguku, dan Appa memintaku untuk kembali ke Amerika secepatnya ???” Tanya Tiffany sambil duduk disamping tempat tidur Siwon.

“Kau tinggal bilang saja kalau kau tinggal bersamaku.” Jawab Siwon.

“Kyaaa… Kau mau aku tinggal di Amerika dan tidak akan pernah ke Korea lagi ???” Teriak Tiffany kepada Siwon. “Arghhh… Othokee ??? Siwon-ssi…” Rengek Tiffany kepada Siwon.

Siwon tidak merespon apa-apa, dia malah memejamkan matanya. “Siwon-ssi ironaaa…” Rengek Tiffany semakin menjadi, tetapi tidak digubris oleh Siwon.

“Baiklah kalau bigitu aku akan mengijinkanmu untuk ke Amerika, tapi kau harus segera kembali ke Seoul !!!” Ucap Siwon.

“Jinja ?? Tapi… kau tahukan gajiku selama bekerja di café, tidak cukup untuk membeli tiket ke Amerika, jadiii….” Rengek Tiffany.

“Ne Arra, aku akan meminta Mr. Lee mempersiapkan semuanya.” Jawab Siwon membuat Tiffany senang, dan memeluk Siwon.

“Gomawo Siwon-ssi kau memang penyelamat hidupku.” Ucap Tiffany sambil memeluk erat Siwon.
“Kau tahukan semua ini tidak gratis. Dan kau harus membayar semua hutang-hutangmu.” Terang Siwon membuat Tiffany terkejut dan melepaskan pelukannya.

“Ne… aku akan membayarkan setelah aku mendapat pekerjaan tetap.” Ucap Tiffany dengan percaya diri.

Siwon tertawa mendengar ucapan Tiffany. “Anio… aku tidak mau menunggu selama itu.” Tolak Siwon membuat Tiffany bingung. “Kau harus membayar semua hutangmu mala mini.” Ucap Siwon sambil tersenyum evil, kepada Tiffany.

Tiffany mengerti apa yang dimaksud Siwon. “Ne ??? Ow… itu, malam ini aku tidak bisa, kau tahu aku sedang datang bulan.” Ucap Tiffany sambil segera berdiri menjauh dari tempat tidur. “Dan aku harus menata barang-barangku.” Tambah Tiffany sambil bergegas keluar dari kamar Siwon.

2 Days Later, Incheon Airport…

“Aissshhh… seharusnya aku meminta Mr. Lee memesankan tiket untuk minggu depan .” Gumam Siwon.

“Aigoooo…. Seperti aku terlalu banyak makan tadi pagi.” Ucap Tiffany yang berjalan kearah Siwon.

“Yaa… kau lama sekali di toilet ???” Tanya Siwon.

“Perutku sakit…” Rengek Tiffany kepada Siwon.

Siwon tersenyum evil kearah Tiffany. “Apa aku perlu menunda tiket untuk penerbangan hari ini ???” Tanya Siwon dengan senang.

Tiffany terkejut mendengar pertanyaan Siwon. “Aniooo… Siwon-ssi, naega gwenchan.” Jawab Tiffany.
“Oh… Sepertinya saatnya aku pergi.” Ucap Tiffany sambil bergegas meningglakan Siwon.

Sebelum Tiffany pergi, tiba-tiba Siwon menarik tangan Tiffany dan memeluk Tiffany dengan erat.

“Kau harus berjanji kepadaku, untuk segera kembali ke Seoul, dan membayar semua hutangmu.” Pinta Siwon.

“Ne… aku akan segera kembali dan membayar semua hutangku kepadamu.” Jawab Tiffany.

Siwon melepaskan pelukkannya. “Sebelum kau pergi kau harusm menjawab pertanyaanku dulu.” Ucap Siwon membuat Tiffany bingung.

“Mwo ???” Tanya Tiffany.

“Menikahlah denganku ???” Pinta Siwon menatap lekat-lekat wajah Tiffany.

“Tiffany menganggukkan kepalanya, membuat Siwon tersenyum senang, dan tiba-tiba “Chuu~~”

###

AND
~~ You’ll Be Mine Forever~~

The End

>>THANKS FOR READING AND DON’T BE SILENT READER<<