Tags

, , , , , ,

Author : Mayshawolelf

Cast : Choi Siwon (Super Junior), Choi Sooyoung (SNSD), Choi Minho (SHINee), Tiffany (SNSD), Cho Kyuhyun (Super Junior), Kwon Yuri (SNSD)

Support Cast : –

Genre : Romance, Comedy, Family

Length : Sequel

Rating : PG 15

Chapter 2| Full Version, mianhe baru update Choi Sibling, sbenernya dach jadi sminggu lalu, tpi blom ada waktu buat posting #dilemparsendal, dan ini sudah author tambahkan yang part Sooyoung Story sama Siwon Story…
so… Happy Reading ^^

Choi’s Family House

“Aigooo… kemana Siwon Oppa dan Minho ???” Gumam Sooyoung yang melihat meja makan terlihat sepi.

Tiba-tiba “Noonaa…” Teriak Minho mengagetkan Noonanya.

“Kyyaa !!! Kau mau membuat Noonamu terkena serangan jantung ???” Ucap Sooyoung sambil memukul kepala Minho.

“Mianhe…” Ucap Minho yang terlihat senang.

“Tumben kau sudah rapi, biasanya sebelum aku berteriak kau tidak akan turun.” Tanya Sooyoung sambil duduk di kursi didepan meja makan.

“Moodku sedang baik saja hari ini.” Jawab Minho.

Flashback…

Dikamar Siwon…

Jam menunjukkan jam 06.00 pagi, dan alaram jam dikamar Siwon berbunyi. Siwon mencoba mematikan alaram jamnya dengan mata masih tertutup. Tiba-tiba…

“Omoo… Kau mengagetkanku saja.” Ucap siwon yang terkejut melihat Minho berdiri disamping tempat tidurnya. “Tumben pagi-pagi begini kau sudah berpakaian rapi ???” Tanya Siwon sambil beranjak dari tempat tidurnya.

“Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin berbisnis denganmu Hyung.” Jawab Minho dengan senyum evil. Siwon tidak memperdulikan ucapan Minho, dan bergegas menuju kamar mandi.

Siwon menutup pintu kamar mandi, membuat Minho kesal, karena Hyungnya tidak memperdulikan ucapanya.

“Hyung siapa yeoja yang mengantarmu semalam ???” Tanya Minho membuat Siwon membuka pintu kamar mandinya.

“Mwo ??? apa yang kau katakana barusan ??” Tanya Siwon yang segera keluar dari kamar mandi.

“Aigooo… aku tidak tahu kalau Hyungku yang satu ini sudah memiliki yeoja chinggu, pasti Sooyoung Noona akan senang mendengarnya.” Terang Minho membuat Siwon ingat tentang kejadian semalam. “Apa kau punya bukti ???” Tanya Siwon kepada Minho.

“Nde… apa hyung mau gambarnya kucetak dengan ukuran super jumbo, dan kuberikan kepada Sooyoung Noona ???” Jawab Minho sambil menunjukkan sebuah gambar di layar ponselnya.

Siwon benar-benar terkejut, melihat gambar ketika dia mencium Tiffany semalam. dan yang lebih parah jika Sooyoung tahu tentang photo itu dia akan benar-benar menyebalkan. “Baik… apa maumu ???” Tanya Siwon langsung kepada Minho.

“Aigoooo… Hyung kau pengertian sekali kepada Dongsaengmu ini.” Ucap Minho dengan aegyonya. “Kau tahu Hyung, Dongsaengmu ini sangat keren ?? Jadi aku buth sesuatu yang keren untuk kukendarai sender kesekolah.” Terang Minho membuat Siwon mengerti.

Siwon mengambil sesuatu di meja samping tempat tidur. “Ini, ingat kau harus hapus foto itu !!!” Perintah siwon sambil melemparkan kunci mobil kearah Minho.

“OK Hyungggg…” Jawab Minho sambil berjalan keluar kamar Siwon dengan senang.

Flashback End…

“Moodku sedang baik hari ini.” Jawab Minho.

Sooyoung melihat aneh kepada Minho, ada apa dengan dongsaengnya hari ini, batinnya.

Tidak lama kemudian Siwon ikut bergabung di meja makan.

“Oppa kau kenapa ??? Oppa tidak sakitkan ???” Tanya Sooyoung melihat Siwon dengan wajah kusut.

“Aniooo… sepertinya kemari aku kebanyakan minum.” Jawab Siwon. “Dan sepertinya hari ini aku tidak akan kekantor.” Tambah Siwon membuat Sooyoung kawatir.

“Aku berangkat dulu.” Ucap Minho tiba-tiba.

“Kau sudah menyelesaikan sarapanmu ???” Tanya Sooyoung kepada Minho.

Minho menunjukkan piring dan gelasnya sudah bersih. “Kalau begitu tunggu, aku akan mengantarmu.” Ucap Sooyoung sambil menghabiskan sarapannya dengan cepat.

“Aniooo… aku berangkat sendiri saja.” Tolak Minho sambil menunjukkan kunci mobil kepada Sooyoung.

“Kyyyaaa… kau bagaimana bisa mendapatkan kunci itu ???” Tanya Sooyoung kepada Minho.

“Sooyoung-ah biarkan Minho membawa mobil sendiri.” Ucap Siwon membuat Sooyoung terkejut.

“Kau sudah dengar sendiri Noona, Anyeonggg….” Ucap Minho sambil meninggalkan Hyung dan Noonanya

“Oppa, kenapa kau memberikan kunci mobil kepada Minho ??? Kau tahukan dia itu masih belum boleh membawa mobil ???” Ucap Sooyoung kepada Siwon.

“Biarkan saja, bukannya kau juga seperti dulu.” Jawab Siwon membuat Sooyoung diam. “Bagaimana, pekerjaan yang aku berikan kepadamu. Kau sudah menyelesaikannya ???” Tanya Siwon membuat Sooyoung.

“Aaaaa… itu, apa boleh aku berganti partner. Kau tahukan Kyuhyun itu tidak pernah serius mengerjakan sesuatu. Ditambah lagi dia itu sering menggodaku Oppa.” Rengek Sooyoung .

“Siapa yang menggodamu ???” Tanya seorang namja yang tidak laian adalah Kyuhyun.

Sooyoung terkejut melihat kedatangan Kyuhyun yang tiba-tiba. “Kyaaaa… kenapa kau datang kesini ???” Tanya Sooyoung kepada Kyuhyun.

“Aku yang menyuruhnya kemari.” Jawab Siwon. “Kyuhyu-ah kau tahu apa yang harus kau kerjakan hari inikan ???” Tanya Siwon kepada Kyuhyun.

Kyuhyun hanyaa menganggukkan kepala, sambil mengambil roti diatas meja. Sedangkan Sooyoung terlihat bingung melihat apa yang sebenarnya sedang dibicarakan Siwon dan Kyuhyun.

Minho terlihat senang mengendarai mobilnya yang sudah seminggu di sita Noonanya. Sesampainya disekolah, semua mata para siswa tertuju pada mobil yang di bawa Minho.

Yuri terlihat sedang mengintrogasi salah seorang siswanya. “Berapa kali kau sudah melanggar peraturan sekolah ???” Tanya Yuri, yang ditunjuk sebagai guru kedisiplinan.

Tiba-tiba pandangan Yuri teralih melihat sebuah mobil mewah yang masuk kesekolah. Yuri terkejut melihat seorang siswa yang mengemudi didalam mobil itu. “Untuk kali ini aku melepaskanmu.” Ucap Yuri kepada siswa yang tadi tengah di introgasi.

Yuri berjalan menghampiri Minho yang tidak lain adalah orang yang mengemudi mobil desekolah. “Yaa…yaa… yaa… Berapa umurmu bagaimana bisa kau mengendarai mobil ???” Tanya Yuri kepada Minho yang masih duduk dikursi pengemudi.

Minho membuka pintu mobilnya, dan keluar dari mobil. Yuri terpukau melihat penampilan Minho, bagaikan sebuah manekin di toko  pakaian . “Songsenim… Songsenim…” Pangil Minho membuyarkan lamunan Yuri.

“Ahhh… itu kenapa kau mengendarai mobil kesekolah ??? Apa kau tidak tahu di sekolah kita siswa dilarang mengendarai mobil sendiri ketika kesekolah. Dan lagi berapa umurmu ???  Karena itu aku akan memberimu point.” Terang Yuri.

Mendengar penjelasan Yuri, Minho tidak bisa menahan tawanya. “Kyaaa kenapa kau tertawa ???” Teriak Yuri sambil memukul kepala Minho pelan, tiba-tiba Kepala Sekolah menghampiri Yuri dan Minho.

“Oh… Minho-ya, ada apa ???” Tanya Kepala Sekolah khawatir kepada Minho. “Yaaa !!! Kwon Yuri, apa yang kaulakan ??? berani-beraninya kau memukul pewaris Group Choi !!!” Teriak Kepala Sekolah membuat Yuri terkejut sekaligus bingung dengan apa yang baru diucapkan Kepala Sekolah.

“Ahjussi… gwencana, sepertinya Songsenim belum mengenalku. Jadi biarkan aku memperkenalkan diri.” Ucap Minho kepada Kepala Sekolah. Minho membungkuk 30 derajat dan memperkenalkan diri kepada Yuri. “Anyeonghassyo, Choneun Choi Minho Imnida Songsenim.”

Yuri semakin terkejut, mendengar nama yang tak asing lagi baginya. Choi Minho, nama yang sering diucapkan seseorang yang tidak lain adalah sahabatnya Sooyoung.

“Kriiiiinnnggg….” Bel masuk berbunyi, dan Yuri masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Minho.

Minho meminta ijin kepada kepala Sekolah untuk masuk kekelas, sedangkan Yuri masih mematung tidak percaya.

Yuri tengah berada didalam kelas olahraganya, hari ini adalah hari pertama Yuri untuk mengajar.

“Arggghhh… kenapa kau bodoh sekalai Kwon Yuri, bagaimana bisa kau tidak mengenalai adik Sooyoung.” Gumam Yuri sambil menyiapkan materi pelajaran untuk olahraga.

Yuri berjalan menuju lapangan olahraga. Ketika sampai di lapangan olahraga, Yuri terkejut melihat Minho berada di antara murid-murid yang lain. “Aisshhh… aku benar-benar sial hari ini.” Gumam Yuri.

“Oh… Songsenim…” Teriak Minho melihat Yuri.

Yuri terkejut ketika Minho memanggilnya dan Yuri hanya tersenyum kepada Minho.

“Baiklah anak-anak, tolong kumpul…” Teriak Yuri meminta para murid kumpul. “Choneun Kwon Yuri Imnida, pengganti dari Mr. Kim untuk mengajar olah raga. Jadi mohon bantuannya.” Ucap Yuri memperkenalkan diri.

Para murid mulai riuh setelah Yuri memperkenalkan diri. Sedangkan Minho tidak bisa melepaskan tatapan matanya kepada Yuri.

Yuri menyadari bahwa dari tadi Minho menatapnya. “Baik untuk hari ini kita mulai dengan Free Class, dan kita akan memulai kelas minggu depan.” Terang Yuri membuat murid-murid senang, hanya Minho yang terlihat murung.

Yuri meninggalkan murid-murid untuk memilih olah raga apa yang akan mereka pilih. “Hufttt…” Gumam Yuri, yang terlihat grogi karena ini adalah hari pertamanya mengajar. “Kenapa harus ada anak itu.” Gumam Yuri sambil menuju ruang ganti wanita.

Selama Yuri berada didalam ruang ganti wanita, dari tadi Minho mengikuti Yuri. Minho menunggu Yuri di luar ruang ganti.

Beberapa menit kemudian, Yuri keluar dari Ruang Ganti. Yuri terkejut melihat Minho berdiri menempelkan tubuhnya di tembok luar ruang ganti sambil tangannya bersedekap.

“Apa yang kau lakukan disini ???” Tanya Yuri kepada Minho.

Minho hanya tersenyum kepada Yuri. “Aniooo… aku hanya ingin tahu, bagaimana bisa kau meningglkan kelas pertama Songsenim tanpa alasan.” Jawab Minho.

Yuri bingung apa yang harus di jawabnya. “Kau tahu, mungkin teman-temanmu harus sedikit beradaptasi.” Jawab Yuri asal, membuat Minho mengangkat alis matanya.

Tiba-tiba Minho berjalan mendekati Yuri. “Jinja ??? Kau tahu, sekolah ini membayar Songsenim untuk mengajar disini, bukan untuk membuat mereka beradaptasi.” Ucap Minho sambil terus berjalan kearah Yuri, hingga Yuri tidak bisa mundur lagi karena tertahan tembok.

Jarak diantara wajah Yuri dan Minho hanya beberapa centi saja. “Dan Songsenim tahu, mungkin jika aku bilang ke Noonaku tentang ketidak kompetennya Songsenim, Noona pasti sangat kecewa, dan jika Hyungku tahu pasti Songsenim langsung diberhentikan.” Ancam Minho membuat Yuri takut.

“Aniooo… bukan seperti itu…” Bantah Yuri.

“Jika Songsenim mau, aku tidak akan memberitahu kelakuan Songsenim yang tidak kompeten dalam mengejar kepada Noona dan Hyungku. Tetapi ada yang harus Songsenim lakukan untukku.” Tawar Minho membuat Yuri bingung.

“A… a… apa ???” Tanya Yuri kepada Minho.

“Besok sepulang sekolah tunggu aku.” Ucap Minho dengan tersenyum evil, sambil menjauh dari Yuri.

Yuri terlihat bingung mendengar tawaran Minho, dan hanya mengiyakan agar Minho tidak lagi mengganggunya. “Baiklah kalau begitu sepertinya aku harus kembali ke lapangan olahraga, sebelum temanku mencari-cariku.” Ucap Minho sambil bergegas.

“Dan jangan lupa besok sepulang sekolah.” Ucap Minho sambil mendekatkan wajahnya ke Yuri, dan Chu~~ bibir Minho menyentuh pipi Yuri.

Yuri hanya mematung terkejut dengan apa yang barusan terjadi, hingga tersadar bahwa ini nyata. “Kyaaaa… Choi Minho apa yang baru saja kau lakukan ???” Teriak Yuri kepada Minho, yang sudah jauh berjalan menuju lapangan olahraga.

“Aissshh… kenapa Siwon Oppa memberiku partner namja menyebalkan itu sih ???” Gumam Sooyoung sambil menunggu Kyuhyun didalam mobil yang tidak kunjung datang.

“Mianhe… apa kau lama menunggu.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba sambil masuk kekursi pengemudi. “Oh… ???” Ucap Kyuhyun terkejut. “Aku baru sadar kau semakin cantik saja.” Tambah Kyuhyun, sambil memasang seatbeltnya.

“Kau… bicara apa sih… ” Ucap Sooyoung sambil menyipitkan matanya.

“Kyeopta…” Ucap Kyuhyun sambil mencubit pipi chuby Sooyoung.

“KYAAAAA !!!” Teriak sooyoung membuat Kyuhyun tertawa senang.

Kyuhyun menyalakan mobilnya, dan menuju ke suatu tempat. “Kemana kau akan membawaku ?” Tanya Sooyong kepada Kyuhyun.

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Sooyoung dan hanya tersenyum kecil.

Tidak lama kemudian mereka tiba disuatu tempat tempat. “Kyaaaa…. kenapa kau membawaku kerumahmu ???” Tanya Sooyoung yang terkejut. “Bukanya kita mau mengerjakan tugas dari Siwon Oppa !!!” Teriak Sooyoung.

“Aisshhh… kau cerewet sekali. Kita akan mengerjakannya dirumahku, jadi jangan bawel.” Jawab Kyuhyun sambil memarkirkan mobilnya digarasi rumahnya.

Setelah memarkirkan mobilnya Kyuhyun segera keluar dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Sooyoung. “Aisshhh… kau benar-benar menyebalkan.” Gumam Sooyoung.

Kyuhyun berjalan mendahului Sooyoung untuk membukakan pintu rumahnya. Sedangkan Sooyoung melihat keadaan disekitar rumah Kyuhyun. “Benar-benar masih sama seperti dulu.” Gumam Sooyoung sambil mengingat ketika dia masih duduk dibangku SMA dia sering berkunjung kesini.

“Cepat masuk…” Teriak Kyuhyun membuyarkan lamunan Sooyoung dan Sooyoung masuk kedalam rumah Kyuhyun.

Kyuhyun tinggal dirumah ini sendiri semenjak dia berumur 17 tahun. Kedua orangtunya bekerja diluar negeri, sehingga dia harus tinggal dirumahnya di Seoul yang cukup besar untuk satu orang.

“Kau mau makan ???” Tanya Kyuhyun kepada Sooyoung yang tengah mengamati rumahnya. “Sepertinya Ahhjuma sudah kesini tadi pagi.” Terang Kyuhyun. Dirumah yang besar ini Kyuhyun dibantu seorang pembantu rumah tangga untuk mengurus rumahnya setiap pagi dan sore, seorang ahjumma akan datang kerumah Kyuhyun untuk membersihkan rumahnya.

“Lee Ahjumma masih bekerja disini ???” Tanya Sooyoung.

“Ne… dia masih datang kesini setiap pagi dan sore.” Jawab Kyuhyun.

Sooyoung melihat-lihat deretan photo yang terbingkai rapi di atas meja didekat perapian. Foto-foto itu adalah foto masa kecil Kyuhyun dan beberapa foto Kyuhyun dengan Choi Sibling. “Kau juga masih menyimpan foto ini ???” Tanya Sooyoung kepada Kyuhyun yang membawakan minuman dan camilan.

“Ne…” Jawab Kyuhyun sambil meletakkan beberapa file dan laptop diatas meja. “Ini yang harus kau kerjakan.” Ucap Kyuhyun, membuat Sooyoung segera duduk disamping Kyuhyun.

Kyuhyun menunjukkan dan menjelaskan beberapa file keuangan yang harus diperiksa mereka berdua. Tetapi Sooyoung tidak bisa fokus dan entah kenapa jantungnya berdetak kencang setiap kali melihat wajah Kyuhyun yang cukup dekat dengan wajahnya.

“Yaaa… apa aku sebegitu tampannya ???” Tanya Kyuhyun sedikit jengkel karena Sooyoung tidak memperhatikannya.

“Aisshhh… kau pede sekali.” Jawab Sooyoung sambil mencoba menyembunyikan perasaanya.

“Wae ??? apa jangan-jangan kau menyesal karena menolakku 5 tahun lalu ???” Tanya Kyuhyun membuat Sooyoung terkejut.

“Mwooo ??? memang siapa yang akan percaya kepada kata-kata namja yang selalu menjahiliku.” Bantah Sooyoung.

“Ne… apa jika aku mengatakan hal yang sama 5 tahun lalu kau akan mempercayaiku ???” Tanya Kyuhyun dengan wajah seriusnya.

Sooyoung bingung harus menjawab apa. “Oh ya… bukannya kita harus mengerjakkan pekerjaan dari Siwon Oppa ???” Tanya Sooyoung mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Ne… Sepertinya kita memang harus menyelesaikan pekerjaan dari Oppamu.” ucap Kyuhyun membuat Sooyoung lega.

Kyuhyun dan Sooyoung terlihat serius mengerjakan pekerjaan dari Siwon. “Aku baru tahu pekerjaan seperti ini benar-benar rumit. ” Ucap Sooyoung kepada Kyuhyun yang serius mengerjakan pekerjaanya.

Entah kenapa Sooyoung merakasan sesuatu yang aneh ketika melihat wajah Kyuhyun yang tengah serius, begitu tampan, bati Sooyoung.

Sooyoung tidak bisa fokus mengerjakan pekerjaanya karena Kyuhyun. “Sepertinya aku harus memastikan sesuatu!” Ucap Sooyoung. “Kyaaa… Cho Kyuhyun! !” Panggil Sooyoung kepada Kyuhyun.

“Mwo? ?” Tanya Kyuhyun melihat tingkah aneh Sooyoung.

Sooyoung terkejut karena wajah Kyuhyun berada hanya beberpa senti dari wajahnya. Entah setan dari mana yang merasuki Sooyoung. Tiba-tiba Chu~~ sesuatu nenyentuh bibir Kyuhyun. Kyuhyun terkejut dengan apa yang sedang lakukan Sooyoung, dan refleks mendorong tubuh Sooyoung menjauh.

“Omoo… Apa yang baru saja aku lakukan? ” gumam Sooyoung sambil menutupi wajahnya yang memerah.

“Sepertinya kau harus menjelaskan tentang apa yang baru saja terjadi? ” Perintah Kyuhyun dengan smirk evilnya.

“Itu… Itu… Sepertinya aku harus menjemput Minho dulu. ” Ucap Sooyoung sambil bergegas berdiri dan meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun tidak menghentikan Sooyoung dan hanya tersenyum senang.

Sooyoung tidak bicara apa-apa dan segera pergi begitu saja tanpa pamit kepada Kyuhyun.
“Argghhh… Apa hang baru saja aku lakukan” batin Sooyoung sambil menutupi wajahnya yang memerah dengan rambut panjangnya.

Tiffany tengah duduk melamun di meja kerjanya. Bayangan tentang kejadian semalam masih terpampang jelas diotaknya. “Aigooo… Apa yang sedang kupikirkan sih? ?” gumam Tiffany membuyarkan lamunannya sendiri.

Tiba-tiba sunbae Tiffany datang. “Kau tahu dimana berkas-berkas yang kemarin Sangjanim kerjakan?” tanya sunbae Tiffany yang tengah tergesa-gesa.

Tiffany beranjak ke meja Siwon dan mengambil beberapa stop map. “Ini Sunbae.” Ucap Tiffany sambil mmberikan stopmap itu kepada sunbaenya.

“Oh ya Sunbae, apa Sangjanim tidak masuk kerja hari ini?” tanya Tiffany sebelum sunbaenya pergi.

“Iya… apa kemarin terjadi sesuatu dengan sangjanim ? Tidak biasanya Sangjanim tidak masuk kerja?” Tanya Sunbae Tiffany membuat Tiffany terkejut.

“Anioo… Sepertinya sangjanim hanya kelelahan saja, semalam Sangjanim mabuk berat.” Jawab Tiffany membuat sunbaenya terkejut.

“Hmmm… Benar-benar aneh, Oh ya… Kau antarkan berkas ini kerumah sangjanim ya. Dari pada kau tidak ada ke kerjaan di kantor. Lagi pula karena Sangjanim tidak masuk semua jadwalnya harus kutata ulang. ” pinta Sunbae Tiffany sambil menyerahkan stopmap kepada Tiffany.

“Tapi sunbae… ” Tiffany mencoba menolak perintah sunbaenya dan bingung mencari alasan.

“Nanti aku sms alamat rumah sangjanim. Sepertinya ada masalah diresepsionis aku kebawah dulu.” ucap Sunbae Tiffany sambil beranjak meninggalkan Tiffany.

Tiffany bingung harus berbuat apa. Dan terpaksa harus menerima perintah dari Sunbaenya.

Tiffany pergi ke rumah Siwon menggunakan taxi. Diperjalan Sunbaenye mengirim sms yang berisi alamat Siwon. “Huffttt… Apa yang harus kalakukan nati. Semoga saja Sangjanim tidak ingat dengan kejadian semalam.” Gumam Tiffany.

Tiffany akhirnya sampai didepan rumah keluarga Choi. Tiffany melihat rumah keluarga Choi dan teringat kejadian semalam. Tepat dimana dia berdiri.

“Sepertinya aku pulang saja.” Gumam Tiffany. “Tapi aku bisa dipecat nanti. Arghhh… Othoke? ??” batin Tiffany bingung.

Tiffany akhirnya memutuskan untuk memberikan berkas kantornya kepada security dirumah Siwon.

“Lebih baik anda serahkan langsung kepada Sangjanim.” Saran security yang bekerja dirumah Siwon.
Tiffany bingung apa yang harus dia lakukan. Dan memutuskan untuk menyerahkan berkas kantornya kepada Siwon sendiri.

Security di rumah keluarga Choi membuka gerbang dan mempersilahkan Tiffany masuk.
Tiffany terperanga melihat rumah keluarga Choi yang begitu besar, dengan taman yang sangat luas bagai lapangan golf.

Sementra itu seseorang datang menghampiri Tiffany. “Apa ada membawakan berkas untuk Sangjanim?” Tanya seorang ahjussi kepada Tiffany.

“Oh… Ne… ” Jawab Tiffany

Ahjussi itu menunjukkan jalan kepada Tiffany untuk bertemu Siwon. ” Ahjussi? Apa anda saja yang memberikan berkas-berkas ini langsung kepada Sangjanim? ” Tanya Tiffany kepada Ahjussi yang berjalan didepan Tiffany.

“Sangjanim ingin langsung menerimanya dari anda langsung.” Jawab Ahjussi, membuat Tiffani sangat terkejut.

“Apa yang harus aku lakukan ketika bertemu Sangjanim nanti? ” Batin Tiffany.
Setelah berjalan beberapa menit, karena jarak gerbang rumah keluarga Choi cukup jauh dari rumah utama. Akhirnya Tiffany tiba didepan bangunan paviliun yang jaraknya tidak jauh dari rumah utama keluarga Choi.

“Sangjanim sudah menunggu ada.” ucap Ahjussi yang sudah menunjukkan jalan, dan meninggalkan Tiffany sendirian.

“Argghhh othoke? ” gumam Tiffany bingung apa yang harus ia lakukan.
Akhirnya tiffany memberanikan diri untuk menemui Siwon. Tok… Tok… Suara Tiffany mengetuk pintu.

“Ne masuk saja, tidak dikunci.” teriak sesorang dari dalam bangunan itu.
Dengan ragu Tiffany membuka pintu. Dibalik pintu Tiffany terperangah melihat ketanpanan Siwon. Wajahnya bercahaya karena terkena hangatnya sinar matahari membuat jantung Tiffany berdetak kencang.

“Kenapa kau berdiri disana? Cepat duduk!” Perintah Siwon membuat Tiffany membuyarkan lamunanya.

“Oh ne Sangjanim?” jawab Tiffany sambil bergegas duduk dikursi yang berada didepan meja kerja Siwon.
Tiffany memberikan stopmap yang berisikan berkas-berkas yang Siwon minta.

“Apa kau sampai dirumah dengan selamat semalam? ” Tanya Siwon membuat Tiffany terkejut.

“Ne… Sangjanim” Jawab Tiffany yang tidak tahu harus berkata apa.
Tiba-tiba keadaan menjadi hening. Tiffany tidak tahu harus berkata apa. Sedangkan Siwon tengah sibuk dengan pekerjaannya.

Tiba-tiba… “Apa kau mau minum teh denganku? ” Tanya Siwon memecahkan keheningan.
Tiffany bingung harus menjawab apa, dan hanya mengiyakan ajakan Siwon.

Siwon dan Tiffany berada dirumah utama keluarga Choi yang cukup besar. Siwon membuatkan langsung teh untuk Tiffany.

Sedangkan Tiffany masih takjub melihat seberapa besar rumah keluarga Choi.

“Wae? Apa baru pertama kali ini kau melihat rumah sebesar ini? ” Tanya Siwon yang tengah menyeduh teh.

“Oh… Ne sangjanim…” Jawab Tiffany terkejut. Mata Tiffany tertuju pada bingkai foto besar yang berada tidak jauh dari tempatnya dudu. Itu adalah foto keluarga Choi Sibling. “Jadi Sangjanim punya 2 orang adik. ” Batin Tiffany.

“Apa yang yang sedang kau lihat? ” Tanya Siwon membuat Tiffany lagi-lagi terkejut. “Oh… Foto itu, itu Sooyoung dan sibungsu Minho.” Terang siwon sambil duduk di samping Tiffany.

“Oh… Yang ke kantor itu…” Ucap Tiffany terhenti melihat wajah Siwon yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya. Tiffany bingung apa yang harus iya lakukan sementara detak jantung Tiffany terdengar sangat keras di telingnya. “Suara detak jantung siapa ini? ” Batin Tiffany.

Siwon juga hanya diam saja, menatap wajah Tiffany yang begitu dekat dengan wajahnya. “Perasaan apa ini? ” Batin Siwon tiba-tiba teringat kejadian semalam, membuat jantungnya berdetak dengan cepat.
Siwon menjauhkan tubuhnya dari Tiffany dan megang dadanya yang sakit.

“Sangjanim… Gwenchana? ?”. Tanya Tiffany sambil mencoba membantu Siwon berdiri. Siwon tidak berbicara apa-apa, wajahnya terlihat pucat, tiba-tiba…

“Oppaa…” Teriak seseorang yang tidak lain adalah Sooyoung. Sooyoung segera menghampiri Oppanya yang tengah bersama Tiffany. “Oh… Kau yang dikantor.” Ucap Sooyoung yang terkejut melihat Tiffany.

Note : Special Sory, buat KyuYoung, yang bercerita tentang Flashback 5 tahun lalu, ketika Sooyoung menolak Kyuhyun, so kept waiting… ^^

>>THANKS FOR READING AND DON’T BE SILENT READER<<